Kunjungi UM Bandung, Siswa Darul Arqam Garut Bersiap Menatap Perguruan Tinggi
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Bagi siswa kelas 12, memasuki perguruan tinggi bukan lagi sekadar rencana yang masih jauh.
Pilihan kampus, program studi, suasana perkuliahan, hingga peluang beasiswa mulai menjadi bagian dari pertimbangan untuk menentukan langkah setelah lulus.
Kesempatan mengenal dunia kampus itu diperoleh ratusan siswa-siswi Madrasah Aliyah Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Jawa Barat, saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Kamis (17/09/2026).
Sejak berada di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, para siswa mendapatkan berbagai informasi tentang kehidupan perguruan tinggi.
Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan mengenai program studi dan perkuliahan. Namun, juga diajak melihat langsung lingkungan kampus.
Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal perguruan tinggi secara lebih dekat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan sebagai mahasiswa.
“Atas nama pimpinan UM Bandung, kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan ini,” ujar Ayi.
Di hadapan para siswa, Ayi juga menyampaikan harapannya agar sebagian dari mereka kelak kembali ke UM Bandung untuk melanjutkan pendidikan.
Namun, ada pesan lain yang ia titipkan. Menurut Ayi, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan berstatus sebagai mahasiswa. Ada tantangan untuk tumbuh, berprestasi, dan mengembangkan kemampuan selama berada di kampus.
“Jangan kuliah di UM Bandung kalau jadi mahasiswa yang biasa-biasa saja. Kalau ingin menjadi mahasiswa luar biasa, baru harus kuliah di sini,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan para siswa.
Ayi mengatakan UM Bandung terus berupaya menjadi kampus yang membanggakan bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat Jawa Barat.
Pendidikan di kampus tersebut diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga nilai-nilai Islam dan kemampuan technopreneurial.
Interaksi dengan para siswa pun berlangsung cukup cair. Ayi bahkan menantang mereka membuat konten kreatif tentang UM Bandung melalui media sosial masing-masing.
Konten yang dianggap menarik akan mendapatkan hadiah dari UM Bandung. Ia juga menyampaikan harapan agar para siswa yang hadir saat itu dapat kembali ke kampus dalam suasana yang berbeda.
“Saya juga berharap kalian bisa ikut ospek mahasiswa baru di kampus ini pada tahun depan,” ujarnya.
Bagi Madrasah Aliyah Darul Arqam Muhammadiyah Garut, kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan siswa kelas 12 sebelum benar-benar meninggalkan bangku madrasah.
Kepala Madrasah Aliyah Putra Darul Arqam Muhammadiyah Garut Ridwan Soleh mengatakan, siswa perlu mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia perguruan tinggi.
Informasi tersebut penting agar mereka tidak hanya memilih kampus berdasarkan nama, tetapi memahami program studi, fakultas, sistem perkuliahan, hingga peluang beasiswa yang tersedia.
“Kedatangan kami ke sini punya tujuan yang sangat baik. Anak-anak kami akan menghadapi tantangan berat, yakni kuliah. Oleh karena itu, informasi dari tim PMB sangat berguna bagi mereka, termasuk tentang program studi, fakultas, dan perkuliahan,” kata Ridwan.
Menurut Ridwan, pengalaman datang langsung ke kampus dapat memberikan perspektif yang berbeda bagi siswa.
Mereka bisa melihat lingkungan perkuliahan, mengenal fasilitas, sekaligus membayangkan kehidupan yang akan dijalani setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.
Ia pun berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda edukasi, tetapi dapat berkembang menjadi awal kerja sama kelembagaan antara Madrasah Aliyah Darul Arqam Muhammadiyah Garut dan UM Bandung.
Setelah mengikuti pemaparan mengenai UM Bandung, perkuliahan, beasiswa, dan informasi akademik lainnya, para siswa diajak berkeliling kampus.
Laboratorium, perpustakaan, green house, serta sejumlah fasilitas pendukung menjadi bagian dari perjalanan mereka mengenal UM Bandung dari dekat.
Perjalanan itu kemudian berakhir di rooftop lantai 14. Dari ketinggian, para siswa menikmati panorama Kota Bandung sambil berfoto bersama.
Bagi mereka, kunjungan tersebut bukan hanya tentang melihat sebuah kampus. Ada pengalaman baru yang bisa menjadi bahan pertimbangan ketika tiba waktunya menentukan ke mana langkah pendidikan akan dilanjutkan.
Saat ini, UM Bandung memiliki lima fakultas dengan 21 program studi, dua program magister, serta satu program profesi apoteker.
Beragam pilihan pendidikan tersebut menjadi bagian dari ekosistem akademik yang dapat dikenali calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan studi.***
- Penulis: Feri Anugrah
