Kamis, 8 Okt 2026

LPPOM Sebut Filipina Mulai Bergerak Garap Pasar Kosmetik Halal Indonesia

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Pasar kosmetik halal Indonesia kian menarik perhatian kawasan. LPPOM mengungkapkan, Filipina mulai serius menggarap industri halal dan melihat Indonesia sebagai pasar strategis yang menjanjikan di ASEAN.

Pasar kosmetik halal Indonesia semakin menunjukkan daya tariknya di tingkat regional. Tidak hanya menjadi incaran produsen dalam negeri, pasar yang didukung oleh populasi Muslim terbesar di dunia ini kini mulai menarik perhatian negara-negara tetangga, termasuk Filipina. Melihat besarnya potensi ekonomi halal global, pemerintah Filipina bahkan mulai mengambil langkah konkret untuk mengembangkan industri halal nasional dan memperkuat daya saing produknya di pasar internasional.

Fenomena ini menjadi salah satu sorotan dalam Halal Conference yang digelar pada ajang Cosmobeauté Philippines 2026 di World Trade Center Metro Manila, Filipina, pada 17 Juni 2026. Dalam forum yang dihadiri lebih dari 200 pelaku industri, pejabat pemerintah, dan perwakilan perdagangan tersebut, LPPOM hadir sebagai narasumber untuk membahas perkembangan industri halal, khususnya di sektor kecantikan dan kosmetik.

Commercial and Partnership General Manager LPPOM, Cucu Rina Purwaningrum, menjelaskan bahwa perhatian Filipina terhadap industri halal terus meningkat. Menurutnya, pemerintah Filipina melalui Department of Trade and Industry (DTI) mulai melihat halal sebagai salah satu peluang strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

“Pemerintah Filipina mulai memberikan perhatian yang serius terhadap pengembangan industri halal. Bahkan terdapat rencana pemberian insentif bagi perusahaan yang memiliki sertifikasi halal sebagai upaya mendorong pertumbuhan sektor ini,” ujar Cucu Rina dalam sesi diskusi.

Indonesia, Pasar yang Sulit Diabaikan

Ketertarikan Filipina bukan tanpa alasan. Indonesia merupakan salah satu pasar kosmetik terbesar di Asia Tenggara sekaligus pasar halal terbesar di dunia. Pertumbuhan kelas menengah, meningkatnya kesadaran terhadap perawatan diri, serta semakin tingginya preferensi konsumen terhadap produk yang aman dan terjamin kehalalannya menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.

Di sisi lain, regulasi Indonesia juga semakin memperkuat posisi halal sebagai faktor penting dalam industri kosmetik. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, pemerintah menetapkan kewajiban sertifikasi halal untuk berbagai produk yang beredar di Indonesia, termasuk kosmetik, dengan batas waktu implementasi pada Oktober 2026.

Kebijakan tersebut membuat sertifikasi halal tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah, melainkan bagian dari kebutuhan bisnis yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha yang ingin tetap bersaing di pasar Indonesia.

Data menunjukkan bahwa peluang yang tersedia masih sangat besar. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 351.503 produk kosmetik terdaftar di BPOM. Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 183.935 produk yang telah memiliki sertifikat halal. Artinya, masih terdapat ruang yang sangat luas bagi industri untuk melakukan sertifikasi sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Tren sertifikasi halal produk kosmetik menunjukkan peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Ini menandakan bahwa industri semakin menyadari pentingnya halal dalam membangun kepercayaan konsumen,” kata Cucu Rina.

Halal Menjadi Faktor Daya Saing Baru

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep halal telah berkembang jauh melampaui aspek kepatuhan agama. Bagi banyak konsumen modern, halal juga identik dengan transparansi, keamanan bahan baku, kualitas proses produksi, serta jaminan mutu produk.

Karena itu, sertifikasi halal kini menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Banyak merek kosmetik terkemuka telah memperoleh sertifikasi halal dan menjadikannya sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Selain memperkuat citra merek, sertifikasi halal juga membuka akses yang lebih luas ke pasar Muslim global yang nilainya terus meningkat setiap tahun. Tidak mengherankan jika negara-negara yang sebelumnya tidak dikenal sebagai pemain utama industri halal, seperti Filipina, mulai aktif membangun ekosistem halal mereka.

Tantangan yang Masih Dihadapi Industri

Meski peluangnya besar, proses sertifikasi halal di sektor kosmetik memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kompleksitas bahan baku yang digunakan dalam produk kosmetik modern.

Banyak bahan kosmetik berasal dari berbagai negara dengan rantai pasok yang panjang. Perusahaan harus memastikan seluruh bahan yang digunakan berasal dari sumber yang memenuhi ketentuan halal atau memiliki dokumen pendukung yang memadai.

Tantangan berikutnya adalah penyesuaian proses produksi. Perusahaan perlu memastikan adanya pengendalian yang baik terhadap fasilitas, peralatan, dan proses produksi agar tidak terjadi kontaminasi dengan bahan yang tidak memenuhi persyaratan halal.

Selain itu, masih terdapat perusahaan yang belum memahami secara menyeluruh proses sertifikasi halal yang mencakup audit, dokumentasi, penelusuran bahan, hingga penerapan sistem jaminan produk halal.

Persiapan Menuju Tenggat Oktober 2026

Menjelang batas waktu kewajiban sertifikasi halal produk kosmetik pada Oktober 2026, LPPOM mendorong perusahaan untuk segera melakukan persiapan.

Langkah pertama adalah memahami regulasi dan persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selanjutnya, perusahaan perlu melakukan identifikasi produk serta memastikan seluruh bahan baku berasal dari pemasok yang memenuhi ketentuan halal.

Perusahaan juga perlu menyesuaikan proses produksi, membangun prosedur pengembangan produk baru yang sesuai dengan persyaratan halal, serta memperkuat koordinasi dengan BPJPH dan LPPOM untuk memperoleh informasi terbaru mengenai regulasi dan proses sertifikasi.

“Persiapan yang dilakukan sejak dini akan membantu perusahaan menghadapi proses sertifikasi secara lebih efektif sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang tersedia,”jelas Cucu Rina.

Sebagai lembaga pemeriksa halal yang telah berpengalaman selama lebih dari tiga dekade, LPPOM menegaskan komitmennya untuk mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi. Dengan pasar yang terus tumbuh dan perhatian internasional yang semakin besar, sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar kepatuhan regulasi, melainkan investasi strategis untuk memenangkan persaingan industri kosmetik masa depan. (YN)

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

    Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dukungan Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., terhadap Gen Halal Championship menegaskan pentingnya membangun literasi halal sejak bangku sekolah. Digagas LPPOM dan didukung MUI, program ini mendorong generasi muda menjadikan halal bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari gaya hidup dan karakter. Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama LPPOM melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah […]

  • Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pendidikan Diniyah Formal (PDF) sebagai salah satu satuan pendidikan pesantren memiliki posisi strategis dalam Sistem Pendidikan Nasional. Selain berperan mencetak generasi yang tafaqquh fiddin, PDF juga berkontribusi dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan nasional sehingga berhak memperoleh pengakuan, perlindungan, dan dukungan negara sebagaimana satuan pendidikan formal lainnya. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Bedah Undang-Undang […]

  • Saatnya Optimalisasi Data Sinta untuk Tingkatkan Kinerja Riset dan Pemeringkatan Institusi

    Saatnya Optimalisasi Data Sinta untuk Tingkatkan Kinerja Riset dan Pemeringkatan Institusi

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus melangkah mantap dalam memperkuat ekosistem riset, publikasi, dan reputasi kelembagaan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Meetinar bertajuk “Optimalisasi Data SINTA: Pengukuran Kinerja Riset & Publikasi Dosen dan Institusi” yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026 melalui Google Meet UIN Madura. Kegiatan […]

  • Dunia Kerja Terus Berubah Wamendikdasmen Minta Maba UM Bandung Adaptif

    Dunia Kerja Terus Berubah Wamendikdasmen Minta Maba UM Bandung Adaptif

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNGMU.COM, Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan kuliah. Menurut Fajar, mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi, karakter, keterampilan hidup, dan budaya belajar agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Hal tersebut disampaikan […]

  • Menjelajah Malaysia-Singapura, Mahasiswa UM Bandung Temukan Makna Adaptasi dan Keterbukaan

    Menjelajah Malaysia-Singapura, Mahasiswa UM Bandung Temukan Makna Adaptasi dan Keterbukaan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 27
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, COM, Bandung — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tidak selalu tentang datang ke suatu tempat, menjalankan program, lalu pulang membawa laporan. Bagi Sela Lazma, mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, KKN Internasional menjadi ruang belajar yang jauh lebih luas. Dia bisa bertemu masyarakat dengan latar belakang berbeda, mengenal budaya baru, sekaligus mencoba membawa […]

  • Panduan Lolos Sanksi Produk Tidak Bersertifikat Halal dan Solusinya

    Panduan Lolos Sanksi Produk Tidak Bersertifikat Halal dan Solusinya

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku usaha yang nekat menjual barang tanpa label halal resmi kini terancam sanksi administratif hingga penarikan produk dari peredaran. Aturan tegas dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ini bertujuan melindungi konsumen sekaligus menciptakan persaingan usaha yang jujur. Selain itu, pencabutan izin edar juga bisa diberlakukan jika pelanggaran tersebut terus diulangi. Aturan jaminan produk […]

expand_less