Tak Hanya Kerja, Jepang Buka Peluang Studi Bagi Lulusan Indonesia
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Jepang menghadapi persoalan demografi yang berdampak pada ketersediaan tenaga kerja. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan industri tetap berjalan sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
Situasi ini menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, khususnya dari program studi teknik. Selain bekerja, mereka juga memiliki kesempatan melanjutkan studi melalui program beasiswa ke Jepang.
Peluang tersebut dibahas dalam sosialisasi studi dan kerja di Jepang yang digelar Lembaga Pengkajian Pengembangan Pendidikan dan Kewirausahaan (LP3K) UM Bandung pada Senin (5/10/2026).
Sekitar 200 mahasiswa dan peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung. General Manager First Study Osaka Jepang, Yokoyama Arata, menjadi narasumber bersama Kepala LP3K UM Bandung, Ace Somantri.
Ace mengatakan peluang kerja internasional penting diperkenalkan kepada mahasiswa sejak sebelum lulus. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan karier sekaligus mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri global.
“Pengangguran terdidik terus meningkat. Sementara itu, dunia usaha dan industri belum banyak menyerap lulusan karena masih ada persoalan kompetensi dan keterampilan yang belum sesuai dengan standar kebutuhan industri,” ujar Ace.
Menurut Ace, persoalan tersebut menunjukkan bahwa gelar pendidikan saja belum cukup untuk memasuki pasar kerja. Lulusan juga perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang lebih luas.
Di Jepang, persoalannya justru berkaitan dengan keterbatasan tenaga kerja akibat perubahan demografi. Pada saat yang sama, aktivitas ekonomi dan industri tetap berlangsung dan membutuhkan sumber daya manusia.
“Jepang secara populasi mengalami masalah. Setiap semester ada penurunan penduduk kurang lebih sampai 2,1 juta jiwa, sementara pertumbuhan ekonomi dan industri tetap berjalan dan relatif meningkat,” jelasnya.
Kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan sumber daya manusia tersebut mendorong Jepang membuka ruang lebih besar bagi pekerja asing. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki potensi tenaga kerja produktif untuk mengisi kebutuhan tersebut.
“Ketika kebutuhan sumber daya manusia meningkat dan penduduk Jepang tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut, konsekuensinya Jepang harus mengambil tenaga asing. Salah satunya dari Indonesia yang masih berada pada usia produktif,” kata Ace.
Bagi UM Bandung, kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas jejaring pendidikan dan karier mahasiswa. LP3K mendorong kolaborasi dengan First Study Osaka Jepang dan Fakultas Saintek untuk membuka akses studi serta pekerjaan bagi mahasiswa dan alumni.
“Tentu ini merupakan peluang yang perlu kita fasilitasi. Kita ingin mahasiswa dan alumni UM Bandung mendapatkan akses terhadap kesempatan bekerja ataupun melanjutkan studi di Jepang,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan fakultas dan program studi di lingkungan Saintek. Bagian alumni dan karier, kerja sama internasional, serta diseminasi juga dilibatkan untuk memperkuat pendampingan mahasiswa dan lulusan.
Pendampingan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya mengetahui adanya peluang kerja di Jepang. Mereka juga dapat memahami jalur studi, kebutuhan kompetensi, serta berbagai persiapan yang diperlukan sebelum memasuki lingkungan pendidikan dan kerja di luar negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Yokoyama Arata menjelaskan berbagai jalur studi dan kerja yang dapat dipertimbangkan mahasiswa dan lulusan UM Bandung. First Study Osaka Jepang juga memberikan kuota beasiswa khusus bagi mahasiswa dan lulusan UM Bandung.
Yokoyama mengatakan peluang tersebut dapat menjadi pilihan bagi lulusan yang ingin meningkatkan pendidikan sekaligus membangun pengalaman profesional di Jepang. First Study juga membuka akses informasi mengenai beasiswa, studi, dan peluang kerja bagi mahasiswa serta alumni.
Ia turut menjelaskan sejumlah jalur yang dapat ditempuh untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di Jepang. Informasi tersebut diharapkan membantu mahasiswa mempersiapkan diri sesuai bidang keahlian dan kebutuhan industri.
Fakultas Saintek UM Bandung menyambut baik peluang tersebut dan berencana menindaklanjutinya. Program ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan untuk memperoleh pengalaman pendidikan serta karier di tingkat internasional.
Bagi mahasiswa tingkat akhir, peluang tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persiapan karier perlu dilakukan sebelum memasuki dunia kerja.
Penguasaan kompetensi, keterampilan, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja global menjadi modal penting untuk memanfaatkan peluang tersebut.***(FA)
- Penulis: Feri Anugrah
