Alunan Angklung Nusantara Iringi Penyalaan Obor Asian Para Games di Kota Toyota
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENGHALAL.ID, Jepang — Alunan angklung menghangatkan suasana penyambutan api obor Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Kota Toyota, Jepang.
Musik tradisional Jawa Barat itu menghadirkan nuansa Nusantara sekaligus menjadi jembatan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Jepang melalui seni dan budaya.
Penampilan tersebut dibawakan oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Maeyama bersama para pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Toyota.
Mereka memainkan angklung dengan metode Galung di bawah arahan musisi Ardian Sumarwan dari Jawa Barat, Indonesia, dan Yoshitaka Suzuki dari Gifu University, Jepang.
Kolaborasi lintas negara ini menunjukkan bahwa musik dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan masyarakat tanpa terhalang perbedaan bahasa, latar belakang, maupun disabilitas.
Keterlibatan para pelajar juga menghadirkan pesan penting tentang inklusivitas. Melalui seni, setiap orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, berkarya, dan membangun kebersamaan.
Momen tersebut semakin istimewa ketika Wali Kota Toyota, Ota Toshihiko, secara resmi menyalakan api obor Asian Para Games 2026.
Prosesi itu diiringi alunan angklung bertema Asian Para Games yang menambah kekhidmatan sekaligus memperkuat semangat persahabatan dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan itu. Mereka adalah Wakil Gubernur Aichi Shinichiro Furumoto, Ketua Dewan Kota Toyota Iwata Jun, Kepala Pendidikan Kota Toyota Yamamoto Hiroshi, serta Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula.
Kehadiran para pejabat tersebut turut menandai pentingnya momentum ini, bukan hanya sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya dan penguatan hubungan antarmasyarakat.
Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi kesempatan untuk mempertemukan semangat olahraga dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah persaingan meraih prestasi, kesetaraan, penghormatan terhadap keberagaman, dan persahabatan antarbangsa menjadi pesan yang tidak kalah penting.
Gema angklung di Kota Toyota memperlihatkan bagaimana budaya Indonesia dapat mengambil peran dalam menyampaikan pesan tersebut.
Melalui harmoni nada yang dimainkan bersama, perbedaan justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, memperluas pemahaman lintas budaya, dan menumbuhkan perdamaian.
Pada akhirnya, persahabatan tidak hanya dibangun melalui pertemuan diplomatik atau kompetisi olahraga, tetapi juga melalui ruang-ruang sederhana yang memungkinkan masyarakat saling mengenal dan menghargai.
Angklung menjadi salah satu cara untuk merawat hubungan itu, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.***
- Penulis: Feri Anugrah
