Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Memulai perjalanan sebagai mahasiswa berarti membuka lembaran baru.
Di balik semangat mengenakan almamater dan memasuki ruang-ruang perkuliahan, ada tantangan yang harus dihadapi, keputusan yang harus diambil, dan keberanian yang perlu terus diasah.
Oleh karena itu, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa yang mengejar nilai akademik.
Mereka perlu memiliki mental pejuang, keberanian, dan keyakinan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Pesan tersebut disampaikan Maman saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pesonamu 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, Senin (21/09/2026).
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, ia berbicara tentang pentingnya membangun fondasi diri sejak awal memasuki dunia perkuliahan.
Menurut Maman, mahasiswa baru perlu memahami bahwa perjalanan pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar.
Ada nilai perjuangan yang harus dijaga, termasuk menjaga nama baik almamater dan persyarikatan Muhammadiyah.
“Bagi anak-anak mahasiswa baru yang semester satu, basic dasar inilah yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Pegang ini baik-baik, simpan dalam kepalamu, masukkan dalam hatimu. Insyaallah kalian semua akan menjadi pendobrak-pendobrak masa depan,” ujar Maman yang disambut tepuk tangan peserta.
Maman kemudian mengajak mahasiswa melihat kesulitan dari sudut pandang yang berbeda.
Ia mengutip pesan pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara tentang keberanian menghadapi tantangan hidup.
“Sesungguhnya gampang dan susah itu tidak ada. Kalau kalian semua hanya berani pada yang gampang dan takut pada yang susah, maka kalian tidak akan pernah bisa maju,” tegasnya.
Bagi Maman, keberanian tidak berarti seseorang tidak pernah menemui kesulitan.
Justru, keberanian tumbuh ketika seseorang memilih untuk tetap melangkah meski menghadapi keadaan yang tidak mudah.
Ia menambahkan, pribadi yang memiliki jiwa kokoh dan pantang menyerah tidak mudah dibatasi oleh anggapan tentang gampang atau susah.
Pada akhirnya, semua itu kembali pada satu hal penting, yakni keyakinan.
Pesan tersebut terasa semakin personal ketika Maman mengenang perjalanan dirinya saat masih menjadi mahasiswa.
Sekitar 27 tahun lalu, ia pernah berada di posisi yang sama dengan para peserta Pesonamu 2026.
“Saya senang sekali ketemu dengan adik-adik seperti kalian, karena saya juga pernah ada pada posisi kalian kurang lebih 27 tahun yang lalu di Universitas Trisakti. Saat itu saya diberikan kesempatan menjadi Presiden Mahasiswa dan alhamdulillah memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya,” kenangnya.
Pengalaman itu sekaligus menjadi pengingat bahwa masa mahasiswa merupakan fase yang penuh kesempatan.
Apa yang dilakukan sejak bangku kuliah dapat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah pengabdian di masa mendatang.
Melalui Pesonamu 2026, mahasiswa baru UM Bandung pun diajak menjadikan kampus bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu.
Namun, ruang untuk menempa keberanian, kepemimpinan, karakter, dan kepedulian.
Sebab, perjalanan menjadi mahasiswa tidak berhenti pada selembar ijazah.
Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan masa depan.***
- Penulis: Feri Anugrah
