Kamis, 8 Okt 2026

Algoritma Media Sosial Ikut Membentuk Cara Umat Islam Memahami Agama

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Teknologi digital kini ikut mengubah cara umat Islam mencari ilmu, memahami agama, menjalankan ibadah, dan mengekspresikan keberagamaan.

Jika sebelumnya pengetahuan agama banyak diperoleh melalui masjid, pesantren, madrasah, majelis taklim, dan guru, kini berbagai informasi keislaman dapat diakses hanya melalui gawai.

Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Yudi Daryadi mengatakan, perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan teknologi informasi yang membuat masyarakat semakin terkoneksi.

“Ruang digital turut mengubah pola hubungan sosial dan sumber pengetahuan masyarakat. Interaksi yang sebelumnya banyak berlangsung secara langsung kini bergeser ke media sosial dan berbagai platform digital,” ujar Yudi, seperti dikutip dari GSM Aisyiyah Jawa Barat, Jumat (02/10/2026).

Mudah Belajar Agama, Tetap Perlu Guru

Menurut Yudi, ruang digital juga menjadi tempat baru bagi masyarakat dalam mencari ketenangan dan pemenuhan spiritual.

Berbagai kajian, ceramah, diskusi, dan konten keislaman kini tersedia di TikTok, YouTube, Instagram, dan platform lainnya.

Kondisi ini memberikan manfaat karena masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pengetahuan agama. Namun, kemudahan tersebut juga perlu disertai sikap kritis.

Pasalnya, tidak semua konten keagamaan dibuat oleh orang yang memiliki latar belakang keilmuan yang memadai.

“Ruang digital ini memunculkan aktor-aktor baru di luar arus utama,” kata Yudi.

Oleh karena itu, umat Islam perlu membiasakan diri memeriksa siapa yang menyampaikan informasi, apa sumbernya, dan bagaimana dasar keilmuannya.

Yudi juga menyoroti kecenderungan “muslim tanpa masjid”, istilah yang merujuk pada pemikiran Kuntowijoyo.

Fenomena ini menggambarkan kecenderungan sebagian masyarakat memperoleh pengetahuan dan pengalaman keberagamaan melalui ruang digital, tanpa banyak berinteraksi dengan lembaga atau komunitas keagamaan secara langsung.

Menurut Yudi, kondisi tersebut memiliki sisi positif sekaligus tantangan.

Ruang digital dapat membuka akses terhadap ilmu agama dan mendorong pencarian spiritualitas.

Namun, proses belajar agama tanpa bimbingan guru juga berisiko menimbulkan pemahaman yang tidak utuh.

“Satu sisi, kecenderungan masyarakatnya bagus kepada hal-hal yang spiritual, tetapi di sisi lain, bahaya juga kalau tanpa guru,” tegasnya.

Jangan Jadikan Media Sosial Satu-satunya Rujukan

Perubahan teknologi juga membuat praktik keberagamaan semakin mudah ditampilkan di ruang publik.

Aktivitas ibadah yang sebelumnya bersifat personal kini dapat dibagikan melalui media sosial.

Keberagamaan akhirnya tidak hanya menjadi praktik spiritual, tetapi juga bagian dari cara seseorang menunjukkan identitas.

“Cara beragama di ruang sekarang itu bukan saja saya melakukan ibadah, tapi saya sedang menunjukkan identitas,” ujar Yudi.

Karena itu, umat Islam perlu membedakan antara belajar agama melalui media digital dan menjadikan media sosial sebagai satu-satunya sumber pemahaman agama.

Media digital dapat menjadi sarana untuk mendapatkan wawasan awal. Namun, pemahaman yang lebih mendalam tetap membutuhkan proses belajar, dialog, serta bimbingan dari guru yang memiliki kompetensi keilmuan.

Waspadai Pengaruh Algoritma

Yudi juga mengingatkan adanya pengaruh algoritma terhadap informasi yang dikonsumsi pengguna.

Konten yang sering ditonton, disukai, dan dibagikan akan lebih banyak muncul dalam linimasa.

Akibatnya, seseorang dapat terus-menerus berada dalam lingkungan informasi yang memiliki corak pemikiran serupa.

“Produksi pengetahuan itu berdasarkan rumus algoritma. Kalau itu terus diulang-ulang, ya sudah, itu sebagai ruang pengetahuan bagi kita,” ujarnya.

Karena itu, umat Islam perlu memiliki literasi digital agar tidak mudah menerima informasi hanya karena sering muncul di media sosial.

Salah satu langkah sederhana adalah tidak langsung percaya, memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan bertanya kepada orang yang memiliki kompetensi keilmuan.

Dengan cara tersebut, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan tanpa menghilangkan tradisi belajar agama yang menekankan ilmu, adab, dan bimbingan.

Keberagamaan Harus Berdampak

Menurut Yudi, kualitas keberagamaan tidak cukup dilihat dari banyaknya konten agama yang ditonton atau aktivitas ibadah yang ditampilkan di media sosial.

Pemahaman agama seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam hubungan dengan sesama manusia dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Dalam perspektif Muhammadiyah, kesalehan personal perlu berjalan bersama kesalehan sosial. Ilmu agama tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat.

“Kita tidak bisa mematok orang menjadi harus begini, harus begitu. Namun, ya itulah risikonya ruang digital,” katanya.

Karena itu, perkembangan teknologi perlu disikapi dengan bijak. Umat Islam tidak harus menjauhi ruang digital, tetapi perlu menggunakannya secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah sarana. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh di ruang digital mampu memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Review Kurikulum FEBI Universitas Suryakancana Perkuat Kompetensi Lulusan dan Konektivitas dengan Dunia Kerja

    Review Kurikulum FEBI Universitas Suryakancana Perkuat Kompetensi Lulusan dan Konektivitas dengan Dunia Kerja

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Suryakancana menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum sebagai bagian dari komitmen institusi dalam melakukan penguatan dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Universitas Suryakancana ini menghadirkan akademisi, pimpinan perguruan tinggi, Direktur Pascasarjana Universitas Syuryakancana, para dosen dan mahasiswa, praktisi perbankan syariah, UMKM, Industri Halal […]

  • Bedah Contoh Surat Pernyataan Mandiri Sertifikat Halal Self Declare

    Bedah Contoh Surat Pernyataan Mandiri Sertifikat Halal Self Declare

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku usaha UMK yang mendaftar program sertifikasi halal jalur mandiri wajib membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak bermaterai. Dokumen ini berfungsi sebagai jaminan kehalalan bahan serta proses produksi yang dijalankan secara mandiri. Anda cukup mengunduh format bakunya melalui laman resmi BPJAH, lalu mengisinya dengan data usaha yang jujur dan akurat. Pelaku usaha mikro yang […]

  • ICON-IMAD XV 2026: Saatnya Membumikan Ekoteologi Melayu-Islam di Era Multipolar

    ICON-IMAD XV 2026: Saatnya Membumikan Ekoteologi Melayu-Islam di Era Multipolar

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Di tengah hiruk-pikuk disrupsi global, Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar perhelatan akbar Konferensi Internasional tentang Islam di Dunia Melayu atau International Conference on Islam in the Malay World (ICON-IMAD) ke-XV. Berlangsung selama tiga hari, 27–29 Juli 2026, forum akademik bergengsi ini mengusung tema sentral “Ekoteologi Melayu-Islam sebagai Ketahanan Budaya di […]

  • 5 Kontingen Terbaik PORSI JAWARA II Pekalongan, UIN Bandung Juara Umum

    5 Kontingen Terbaik PORSI JAWARA II Pekalongan, UIN Bandung Juara Umum

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kontingen UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II PTKIN se-Jawa dan Madura yang digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, 9–13 September 2026.   UIN Bandung mengukuhkan dominasinya di puncak klasemen dengan perolehan total 22 medali, yang […]

  • Bangun Generasi Cerdas Finansial, UIN Bandung Edukasi Pelajar MA YPP Sukamiskin tentang Pasar Modal Syariah

    Bangun Generasi Cerdas Finansial, UIN Bandung Edukasi Pelajar MA YPP Sukamiskin tentang Pasar Modal Syariah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID  — Membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi semakin penting di tengah maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong. Galeri Investasi Syariah (GIS) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Sukamiskin menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) bertema “Cerdas Finansial Generasi Muda: Mencegah Jerat […]

  • Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    GRNHALAL.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung. Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Mas’an Hardana, M.M.Pd, resmi terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat pada kegiatan pembentukan kepengurusan forum yang diselenggarakan di Sabda Alam Cipanas, Kabupaten Garut pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan […]

expand_less