Kamis, 8 Okt 2026

Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Penguatan tersebut mencakup aspek kelembagaan, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar LP3H mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

Penegasan tersebut disampaikan Muhammad Aqil Irham saat membuka kegiatan Pembinaan LP3H yang diselenggarakan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Lampung di Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri atas pimpinan dan perwakilan dari 15 LP3H yang berada di Provinsi Lampung.

“Sesuai regulasi, LP3H tidak hanya berperan menyediakan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) bagi pelaku usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis untuk merekrut, melatih, membina, dan mengawasi kinerja para P3H. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan LP3H menjadi prasyarat agar seluruh fungsi tersebut dapat dijalankan secara optimal sehingga kualitas layanan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMK semakin baik, profesional, dan akuntabel,” ungkap Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham.

Muhammad Aqil Irham mengatakan bahwa LP3H harus mampu membangun organisasi yang kuat, didukung tata kelola yang baik serta sistem pengembangan SDM yang berkelanjutan. Dengan demikian, LP3H dapat menjalankan fungsi kelembagaannya secara efektif dalam merekrut, melatih, membina, dan mengawasi para Pendamping Proses Produk Halal.

Dijelaskannya, keberhasilan layanan sertifikasi halal, khususnya melalui mekanisme self declare, sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang dilakukan P3H di lapangan. Karena itu, LP3H perlu memastikan setiap pendamping memiliki kompetensi yang memadai, menjunjung tinggi integritas, serta melaksanakan tugas secara profesional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“LP3H harus menjadi rumah pembinaan bagi para Pendamping Proses Produk Halal. Perannya tidak berhenti pada proses rekrutmen, tetapi juga memastikan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan agar kapasitas, kompetensi, integritas, dan profesionalitas para pendamping terus meningkat. Pendamping yang berkualitas akan menghasilkan kinerja dalam layanan sertifikasi halal yang berkualitas pula,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjutnya, LP3H harus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Sebab, tata kelola organisasi yang baik dan SDM yang berkualitas merupakan fondasi utama untuk menjaga mutu layanan pendampingan sertifikasi halal di seluruh Indonesia.

“Dengan kelembagaan yang kuat, tata kelola yang baik, dan SDM yang profesional, LP3H akan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memperkuat implementasi ekosistem halal nasional,” ujar Muhammad Aqil Irham.

LP3H juga diharapkan menjalin kerja sama, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders di daerah untuk melakukan edukasi dan sosialisasi, sekaligus mendorong mereka agar berperan menjadi fasilitator pembiayaan sertifikasi halal bagi pelaku UMK. Dengan demikian LP3H tidak hanya menunggu dan memanfaatkan kuota program SEHATI yang jumlahnya terbatas.

LP3H sebagai mitra strategis BPJPH di daerah diharapkan tidak hanya memberikan layanan pendampingan, tetapi juga menjadi pusat edukasi, literasi, konsultasi, dan juga motor penggerak tumbuhnya ekosistem halal melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah masing-masing guna memperkuat ekosistem halal daerah. []

Rekomendasi Untuk Anda

  • Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Jajan adalah hak asasi manusia. Sejak zaman purba hingga era kecerdasan buatan, manusia selalu butuh mengunyah sesuatu yang gurih, manis, dan kaya akan MSG. Tapi, kalau kita perhatikan, cara kita jajan—dan cara kita jatuh miskin karenanya—telah mengalami evolusi yang sangat kocak. Mari kita naik mesin waktu dan melihat bagaimana kebiasaan mulia ini berubah […]

  • Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dua tahun berturut-turut bertemu lawan tangguh di semifinal dan harus puas dengan medali perunggu. Tahun ini, takdir kembali mempertemukan mereka dengan tim yang sama.   Bedanya, kali ini tiga mahasiswi Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama rekan-rekannya datang dengan tekad berbeda. Bukan lagi sekadar melaju ke semifinal, tetapi menuntaskan perjuangan dengan […]

  • Benarkah Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM Dongkrak Penjualan? Ini Analisis…

    Benarkah Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM Dongkrak Penjualan? Ini Analisis…

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Memiliki sertifikat halal terbukti ampuh mendongkrak omzet UMKM karena memberikan rasa aman dan kepercayaan instan kepada konsumen muslim di Indonesia. Label resmi ini juga membuka peluang emas bagi produk Anda untuk menembus pasar ritel modern, pasar ekspor, dan memenangkan tender pengadaan pemerintah yang mensyaratkan jaminan kehalalan produk. Sertifikat halal sebenarnya berfungsi sebagai alat […]

  • Ary Ginanjar Agustian Membangun Ekosistem Halal Perspektif IQ EQ SQ

    Ary Ginanjar Agustian Membangun Ekosistem Halal Perspektif IQ EQ SQ

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lahir di Bandung pada 24 Maret 1965, Ary Ginanjar Agustian tumbuh sebagai pemuda dengan mimpi-mimpi besar. Selepas menyelesaikan pendidikannya di Universitas Udayana dan sempat menimba ilmu hingga ke Adelaide, Australia, ia memulai kariernya di zona nyaman: menjadi seorang dosen ASN di Bali. Namun, gejolak di dalam dadanya menolak untuk diam. Ia merasa takdirnya […]

  • Muktamar NU dan Kegelisahan Anak Muda

    Muktamar NU dan Kegelisahan Anak Muda

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Dziki Fajar Alfian R, Warga sipil NU
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Selain Kursi Ketua Umum, Apa yang Sebenarnya Dipertaruhkan?   GENHALAL.ID — Saya warga NU biasa. Bukan pengurus PCNU, bukan PWNU, bukan muktamirin, apalagi orang yang punya pengaruh untuk menentukan siapa yang akan menjadi Ketua Umum PBNU lima tahun ke depan. Saya hanya bagian dari warga Nahdliyin yang belakangan cukup sering mengikuti pemberitaan tentang Muktamar ke-35 NU, […]

  • Agama di Era AI, Tantangannya Bukan Bertahan Tapi Harus Tetap Relevan

    Agama di Era AI, Tantangannya Bukan Bertahan Tapi Harus Tetap Relevan

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID.COM, Bandung — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai agama tidak akan kehilangan relevansinya di tengah modernisasi dan sekularisasi. Sebaliknya, agama tetap memiliki masa depan jika mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan nilai yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan Haedar saat peluncuran buku yang berjudul “Muhammadiyah dan Masa Depan Agama” karya […]

expand_less