Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jamhari Makruf mendorong para sarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak berhenti belajar dan berani menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Jamhari, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan perlu terus membaca, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan agar dapat berkontribusi lebih luas.
Pesan tersebut disampaikan Jamhari saat memberikan motivasi kepada wisudawan dan wisudawati dalam Wisuda ke-9 UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (12/09/2026).
Jamhari menyoroti masih minimnya ilmuwan muslim yang berhasil meraih penghargaan Nobel. Kondisi tersebut, menurutnya, seharusnya menjadi pemacu bagi generasi muda muslim untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan menghasilkan karya yang diakui dunia.
“Teruslah belajar, jangan berhenti, agar suatu saat menjadi ilmuwan ternama dan bahkan bisa mendapatkan hadiah Nobel yang sangat prestisius,” ujar Jamhari.
Ia menegaskan, budaya belajar harus terus hidup, baik di kalangan sarjana maupun dosen. Membaca dan memperbarui pengetahuan menjadi bagian penting dari proses pengembangan diri.
“Siapa saja orangnya, sarjana apalagi dosen, berhenti belajar, apalagi berhenti membaca buku, maka itu tidak berguna sama sekali. Ilmu tidak boleh berhenti,” katanya.
Selain terus belajar, Jamhari meminta para lulusan berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah perlu diterjemahkan menjadi kerja, karya, dan kontribusi nyata.
Ia mengingatkan bahwa kelulusan yang dicapai para wisudawan merupakan hasil dari proses panjang. Oleh karena itu, mereka perlu bersyukur sekaligus menghargai dukungan orang tua, keluarga, dosen, serta perjuangan diri sendiri.
“Kalian harus bangga pada diri sendiri bisa berada pada titik ini. Tidak semua orang yang mendaftar kuliah itu bisa lulus seperti kalian hari ini. Oleh karena itu, banggalah kepada diri sendiri,” ujarnya.
Jamhari kemudian mengutip pesan Imam Syafii mengenai pentingnya bergerak, bekerja, dan mencari ilmu. Ia menggambarkan seseorang yang tidak mau bergerak seperti air yang menggenang dan tidak memberikan manfaat.
“Bergerak dan bekerjalah karena sesungguhnya kenikmatan hidup itu ada pada bekerja. Oleh karena itu, sarjana UM Bandung jangan lupa untuk bekerja,” tuturnya.
Menurutnya, keberanian untuk bergerak akan membuka lebih banyak kesempatan bagi seseorang untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.
“Kalau kalian hanya diam tanpa bekerja, maka itu tidak akan memberikan manfaat. Namun, kalau kalian bergerak dan bekerja, maka akan memberikan manfaat kepada orang lain,” katanya.
Oleh karena itu, Jamhari mengajak para lulusan UM Bandung untuk berani memperluas pengalaman, bekerja, dan terus mencari ilmu. Ia menilai bekal pendidikan yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi modal awal untuk berkarya dan mengabdi.
“Berkelanalah, bekerjalah, mencari ilmulah, agar bisa memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Saya percaya bekal ilmu kalian yang sudah didapatkan dari UM Bandung sudah mumpuni untuk modal kalian menebar manfaat pada orang lain,” ujarnya.
Jamhari juga mengajak para lulusan ikut menghidupkan Muhammadiyah melalui kontribusi nyata. Ia mendorong mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia mengingatkan kembali pesan KH Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
Pesan tersebut, kata Jamhari, mengandung semangat agar warga Muhammadiyah mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat, termasuk melalui kontribusi terhadap persyarikatan.
Menurut Jamhari, umat Islam masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan bidang bisnis. Karena itu, para sarjana UM Bandung diharapkan menjadi bagian dari generasi yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendidikan, kerja, dan karya.
Ia menekankan bahwa ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat bagi diri sendiri, Muhammadiyah, dan masyarakat luas.***(FA)
- Penulis: Feri Anugrah
