Belajar Hidup Bersih dan Cerdas Digital, Anak SD Bulukerto Diajak Belajar Sambil Bermain
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.COM, Batu — Siapa bilang belajar hidup sehat harus selalu serius? Di SDN Bulukerto 02, Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, mahasiswa Kelompok 2 KKN MAS justru mengajak anak-anak belajar sambil bergerak, bermain, dan berinteraksi.
Ada dua program yang mereka bawa, yakni BeeClean dan Cerdas Digital.
Keduanya punya fokus berbeda, tetapi sama-sama ingin membekali anak-anak dengan keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Program BeeClean menyasar siswa kelas 4 dan digelar pada Selasa (4/8/2026).
Materinya sederhana: belajar mencuci tangan dengan benar dan mengenal cara memilah sampah organik serta nonorganik.
Anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan.
Mereka diajak langsung mempraktikkan enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun sesuai standar kesehatan, kemudian belajar mengenali jenis sampah berdasarkan kategorinya.
Salah satu anggota Kelompok 2 KKN MAS, Fadhilah, berharap kebiasaan yang dikenalkan melalui BeeClean tidak berhenti ketika kegiatan selesai.
“Diharapkan anak-anak SDN Bulukerto paham mengenai lingkungan hidup sehat dan bersih, anak-anak lebih aware terhadap lingkungan sekitarnya, terutama bisa membedakan antara sampah organik dan non-organik,” ujar Fadhilah.
Kalau BeeClean mengajak anak-anak lebih peduli pada kebersihan, program Cerdas Digital membawa mereka ke topik yang tak kalah dekat dengan keseharian: teknologi.
Program bertajuk “Cerdas Digital: Edukasi Teknologi melalui Game Kuis Interaktif” menyasar siswa kelas 5. Kegiatannya digelar tiga kali sepanjang Agustus, yakni pada 6, 13, dan 20 Agustus 2026.
Alih-alih mengandalkan ceramah panjang, mahasiswa memilih kuis interaktif sebagai cara menyampaikan materi.
Anak-anak diajak menjawab pertanyaan, berpikir cepat, berdiskusi, sekaligus bekerja sama dengan teman satu tim.
Pesannya pun bukan sekadar bagaimana menggunakan gadget.
Anak-anak diajak memahami bahwa teknologi bisa menjadi alat untuk belajar, mencari informasi, dan berkreasi, selama digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Kelompok 2 KKN MAS juga menyiapkan kuesioner Cerdas Digital yang berisi pertanyaan tentang kebiasaan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sini, anak-anak diajak mulai mengenali kebiasaan digital mereka sendiri.
Patmawati, anggota Kelompok 2 KKN MAS sekaligus pengajar program tersebut, mengatakan pendekatan permainan dipilih agar materi lebih mudah diterima anak-anak.
“Sebagai pengajar dalam Program Kerja ‘Cerdas Digital: Edukasi Teknologi melalui Game Kuis Interaktif’, saya berharap program kerja ini dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus efektif,” ujar Patmawati.
Menurut Patmawati, kegiatan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan tentang teknologi. Anak-anak juga dilatih untuk berpikir kritis, cepat merespons pertanyaan, dan belajar bekerja sama dalam tim.
Lebih dari itu, Cerdas Digital diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun literasi digital sejak bangku sekolah dasar.
Anak-anak perlahan dikenalkan pada perbedaan antara menggunakan gadget untuk hal produktif dan sekadar menghabiskan waktu.
Dua program tersebut memang terlihat sederhana. Namun, pesan yang dibawa cukup penting: anak-anak membutuhkan bekal untuk menjaga tubuh dan lingkungannya sekaligus bekal untuk menghadapi dunia digital yang terus berkembang.
BeeClean dimulai dari hal yang sangat dekat—tangan yang bersih dan sampah yang dipilah dengan benar.
Sementara itu, Cerdas Digital dimulai dari kebiasaan sederhana untuk berpikir sebelum menggunakan teknologi.

Bagi Kelompok 2 KKN MAS, kegiatan ini bukan sekadar program kerja yang selesai setelah mahasiswa meninggalkan sekolah.
Harapannya, kebiasaan mencuci tangan, memilah sampah, berpikir kritis, bekerja sama, dan menggunakan teknologi secara bijak bisa terus dipraktikkan.
Sebab, perubahan besar sering kali memang dimulai dari kebiasaan kecil.
Dan di SDN Bulukerto 02, kebiasaan itu sedang dikenalkan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan.***(Neneng Solihat)
- Penulis: Feri Anugrah
