Jurnalisme Filantropi dan Jalan Baru Dunia Pers pada Era Digital
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Di tengah disrupsi digital yang mengubah cara media bekerja dan masyarakat mengonsumsi informasi, jurnalisme menghadapi pertanyaan penting: apakah pers cukup hanya menyampaikan berita?
Pertanyaan itu coba dijawab Roni Tabroni melalui buku Jurnalisme Filantropi yang diterbitkan Suara Muhammadiyah.
Dosen UM Bandung tersebut menawarkan gagasan agar jurnalisme tidak berhenti pada penyampaian fakta.
Namun, ikut membangun kepedulian dan mendorong perubahan sosial.
Gagasan ini berangkat dari dua kegelisahan. Pertama, jurnalisme menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens.
Kedua, tradisi filantropi yang kuat di Indonesia belum sepenuhnya terhubung dengan praktik jurnalistik.
Dari titik temu tersebut, Roni memperkenalkan “jurnalisme filantropi” sebagai pendekatan interdisipliner yang menawarkan cara pandang baru terhadap fungsi pers.
Dalam konsep ini, ukuran keberhasilan sebuah berita tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pembaca, interaksi, atau viralitas.
Jurnalisme juga perlu dilihat dari kemampuannya mengungkap akar persoalan, membangun empati, dan mendorong publik terlibat dalam mencari solusi.
Karena itu, jurnalisme filantropi tidak sekadar memberitakan aksi sosial atau menampilkan penderitaan masyarakat.
Media dituntut lebih jauh untuk menghubungkan persoalan dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan sumber daya untuk membantu menyelesaikannya.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin menilai buku ini mampu menjelaskan secara sistematis bagaimana jurnalisme dapat menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan mereka yang ingin membantu.
Gagasan tersebut terasa relevan dengan tantangan media hari ini.
Ketika persaingan mendapatkan perhatian publik semakin ketat, jurnalisme dituntut tidak hanya cepat dan menarik, tetapi memiliki empati, konteks, serta dampak yang nyata.
Secara keseluruhan, Jurnalisme Filantropi menawarkan perspektif menarik tentang masa depan pers.
Buku ini tidak hanya memperkenalkan konsep akademik. Namun, mengajak praktisi media mempertimbangkan kembali tujuan dan ukuran keberhasilan jurnalistik.
Pada akhirnya, Roni menempatkan jurnalisme pada ruang yang lebih luas: bukan sekadar menyampaikan apa yang terjadi, tetapi ikut menggerakkan apa yang perlu dilakukan.
Dari sinilah pers dapat kembali menemukan relevansinya sebagai kekuatan sosial dan instrumen pemberdayaan masyarakat.
Data Buku
- Judul: Jurnalisme Filantropi
- Penulis: Roni Tabroni
- Penerbit: Suara Muhammadiyah
- Tahun Terbit: Mei 2026
- Tebal: xvi + 329 halaman
- ISBN: 978-634-7054-98-2
Sumber: Suara Muhammadiyah, 16–31 Agustus 2026
- Penulis: Feri Anugrah
