Kamis, 8 Okt 2026

Asal Usul Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda yang Menyimpan Cerita di Bungbulang

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Garut Selatan menyimpan banyak keajaiban alam yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Leuwi Jurig, sebuah lubuk sungai yang berada di wilayah Bungbulang. Keindahan tebing batu yang mengapit aliran sungai jernih membuat tempat ini kerap disebut sebagai Grand Canyon Sunda. Namun, di balik pesonanya, nama Leuwi Jurig memiliki kisah yang menarik untuk ditelusuri.

1. Berasal dari Bahasa Sunda

Dalam bahasa Sunda, leuwi berarti lubuk atau bagian sungai yang dalam, sedangkan jurig berarti hantu atau makhluk halus. Secara harfiah, Leuwi Jurig dapat diartikan sebagai “lubuk hantu”. Nama tersebut bukan karena tempat ini menyeramkan, melainkan telah lama dikenal masyarakat sebagai lokasi yang memiliki lubuk sangat dalam dan harus dihormati.

2. Berawal dari Cerita Warga Setempat

Masyarakat sekitar meyakini penamaan Leuwi Jurig berkaitan dengan berbagai cerita rakyat yang berkembang dari generasi ke generasi. Ada pula yang mengaitkannya dengan seringnya terjadi kecelakaan di sekitar jembatan yang berada di atas kawasan tersebut, sehingga muncul kesan angker di kalangan warga. Meski demikian, tidak ada bukti sejarah yang memastikan kisah tersebut sebagai fakta, sehingga lebih tepat dipandang sebagai bagian dari folklor lokal.

3. Nama Aslinya Diduga Leuwi Rupit

Sejumlah sumber dan cerita masyarakat menyebut bahwa lokasi ini sebenarnya dikenal sebagai Leuwi Rupit, merujuk pada kawasan Kampung Rupit. Seiring berkembangnya wisata dan cerita rakyat, nama Leuwi Jurig justru lebih populer hingga dikenal luas oleh wisatawan dari berbagai daerah.

4. Dijuluki Grand Canyon Sunda

Keindahan Leuwi Jurig berasal dari formasi batuan alami yang membentuk lorong sempit dengan air berwarna hijau toska. Pemandangan ini mengingatkan banyak orang pada Green Canyon atau Grand Canyon dalam versi yang lebih kecil. Saat musim kemarau, kejernihan air membuat dasar sungai terlihat jelas sehingga menjadi daya tarik utama bagi pecinta fotografi dan wisata alam.

5. Indah, tetapi Tetap Harus Waspada

Di balik keindahannya, Leuwi Jurig memiliki lubuk dengan kedalaman yang dapat mencapai sekitar 10 meter serta arus bawah yang cukup kuat. Karena itu, pengunjung disarankan tidak berenang sembarangan, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat. Menikmati panorama sambil menjaga keselamatan menjadi cara terbaik untuk merasakan pesona Grand Canyon Sunda ini.

Leuwi Jurig membuktikan bahwa nama yang terdengar angker tidak selalu identik dengan hal menyeramkan. Justru, destinasi ini menjadi salah satu permata wisata alam Garut Selatan yang memadukan keindahan bentang alam, cerita rakyat, dan kearifan lokal. Bagi pencinta wisata alam, Leuwi Jurig layak masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi saat menjelajahi pesona Bungbulang dan Garut Selatan.

  • Penulis: Redaksi Tigarut

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realita Biaya Pembuatan Sertifikat Halal dan Strategi Lolosnya

    Realita Biaya Pembuatan Sertifikat Halal dan Strategi Lolosnya

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pengurusan sertifikat halal kini jauh lebih transparan karena tarifnya disesuaikan langsung dengan skala usaha Anda. Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) bahkan bisa memanfaatkan program fasilitasi gratis yang rutin dibuka oleh pemerintah. Sementara itu, untuk skala usaha menengah hingga besar, biayanya berkisar dari jutaan hingga belasan juta rupiah, tergantung pada tingkat kerumitan produk dan […]

  • Saatnya Optimalisasi Data Sinta untuk Tingkatkan Kinerja Riset dan Pemeringkatan Institusi

    Saatnya Optimalisasi Data Sinta untuk Tingkatkan Kinerja Riset dan Pemeringkatan Institusi

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus melangkah mantap dalam memperkuat ekosistem riset, publikasi, dan reputasi kelembagaan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Meetinar bertajuk “Optimalisasi Data SINTA: Pengukuran Kinerja Riset & Publikasi Dosen dan Institusi” yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026 melalui Google Meet UIN Madura. Kegiatan […]

  • Aturan Logo Halal Indonesia Terbaru: Batas Wajib & Solusi Pelaku Usaha

    Aturan Logo Halal Indonesia Terbaru: Batas Wajib & Solusi Pelaku Usaha

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bentuk simbol halal yang berlaku di Indonesia saat ini mengusung motif wayang kulit dengan perpaduan warna ungu serta hijau turkois. Desain ini diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal untuk menggantikan lambang lama Majelis Ulama Indonesia. Standar visual baru tersebut wajib dicantumkan pada kemasan produk yang beredar secara sah di seluruh wilayah nusantara. […]

  • Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Jajan adalah hak asasi manusia. Sejak zaman purba hingga era kecerdasan buatan, manusia selalu butuh mengunyah sesuatu yang gurih, manis, dan kaya akan MSG. Tapi, kalau kita perhatikan, cara kita jajan—dan cara kita jatuh miskin karenanya—telah mengalami evolusi yang sangat kocak. Mari kita naik mesin waktu dan melihat bagaimana kebiasaan mulia ini berubah […]

  • Guru Besar UIN Jakarta: Saatnya Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

    Guru Besar UIN Jakarta: Saatnya Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID —  Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., mengatakan rekognisi negara terhadap pesantren perlu diikuti dengan afirmasi kebijakan dan anggaran. Menurutnya, pengakuan terhadap pesantren tidak cukup berhenti pada aspek regulasi, tetapi perlu diwujudkan dalam dukungan yang memungkinkan pesantren terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kontribusinya bagi masyarakat. Hal itu disampaikan […]

  • Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Perkembangan ruang digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, membangun diskursus publik, dan merespons berbagai persoalan sosial. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan ketika partisipasi publik lebih banyak dipengaruhi tren dan Fear of Missing Out (FOMO) daripada pemahaman yang mendalam. Direktur Democracy and Electoral Integrity Program (DEEP) Indonesia […]

expand_less