Kamis, 8 Okt 2026

Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Apa sebenarnya makna menjadi manusia terdidik?

Pertanyaan ini mengemuka dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat, Selasa (25/08/2026), yang menghadirkan Hendar Riyadi, dosen Prodi PAI dan PIAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, sebagai narasumber.

Hendar menegaskan, pendidikan sejati tidak berhenti pada kecerdasan intelektual.

Pendidikan harus membentuk manusia yang beriman, berakhlak, bijaksana, dan memiliki kepedulian untuk memperbaiki kehidupan di sekitarnya.

“Manusia terdidik itu bukan sekadar manusia yang pintar. Ia harus menjadi problem solver, bukan problem amplifier yang justru memperkeruh keadaan,” ujar Hendar.

Ia menjelaskan konsep quranic well-educated person.

Apa itu? Yakni manusia yang ilmunya mencerahkan akal, imannya mendidik hati, akhlaknya mengendalikan diri, hikmahnya mengarahkan tindakan, dan amalnya menghadirkan ishlah atau perbaikan.

Menurut Hendar, setidaknya ada delapan karakter manusia terdidik dalam perspektif Al-Qur’an.

Karakter tersebut meliputi ishlah, menjaga komitmen (wafa bi al-uqud), sabar dan istiqamah, beradab, ta’awun atau kolaborasi, amanah, terus bertumbuh dalam ilmu (ziyadah al-ilm), serta memiliki kesadaran sebagai khalifah.

Ia menjelaskan, ishlah berarti memiliki orientasi solusi, sedangkan wafa bi al-uqud menekankan pentingnya menjaga komitmen dan aturan.

Adapun sabar-istiqamah diwujudkan melalui kedisiplinan yang lahir dari kesadaran menjaga integritas diri.

“Disiplin sejati bukan hanya karena takut terhadap hukuman. Namun, karena adanya komitmen untuk menjaga integritas dan menjalankan tanggung jawab,” jelasnya.

Karakter lainnya adalah adab dan ta’awun. Manusia terdidik harus mampu menghormati orang lain, menjaga komunikasi, menghindari sikap merendahkan, dan memiliki semangat bekerja sama untuk menghadirkan kebaikan bersama.

Hendar juga menekankan pentingnya amanah dan ziyadah al-ilm.

Menurutnya, manusia terdidik harus mampu menjaga kepercayaan sekaligus memiliki semangat belajar sepanjang hayat karena ilmu dan kompetensi perlu terus dikembangkan.

“Orang terdidik tidak pernah merasa selesai dalam belajar. Ia harus terus bertumbuh, memperbaiki pengetahuan, memperluas pemahaman, dan meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Hendar kemudian mengaitkan konsep manusia terdidik dengan pemikiran sejumlah tokoh.

Mulai dari Sokrates, Plato, Aristoteles, Al-Farabi, dan Al-Ghazali hingga Ki Hadjar Dewantara, Ahmad Dahlan, Hamka, John Dewey, Paulo Freire, Howard Gardner, dan Edgar Morin.

Menurutnya, berbagai pemikiran tersebut memiliki benang merah bahwa pendidikan harus mampu menjawab persoalan kehidupan dan memanusiakan manusia.

Di akhir paparannya, Hendar merangkum manusia terdidik melalui lima kata kunci: merdeka, berdaya, beradab, beramal, dan memanusiakan.

“Ukuran manusia terdidik bukan hanya seberapa banyak ilmu yang dimiliki. Namun, seberapa jauh ilmu itu membentuk dirinya, menyelesaikan persoalan, dan memberi manfaat bagi kehidupan,” pungkas Hendar.***

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    GRNHALAL.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung. Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Mas’an Hardana, M.M.Pd, resmi terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat pada kegiatan pembentukan kepengurusan forum yang diselenggarakan di Sabda Alam Cipanas, Kabupaten Garut pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan […]

  • Agama di Era AI, Tantangannya Bukan Bertahan Tapi Harus Tetap Relevan

    Agama di Era AI, Tantangannya Bukan Bertahan Tapi Harus Tetap Relevan

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID.COM, Bandung — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai agama tidak akan kehilangan relevansinya di tengah modernisasi dan sekularisasi. Sebaliknya, agama tetap memiliki masa depan jika mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan nilai yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan Haedar saat peluncuran buku yang berjudul “Muhammadiyah dan Masa Depan Agama” karya […]

  • Komitmen Muhammadiyah Dukung UMKM Warganya, Toko Oleh-Oleh 1915 Resmi Hadir!

    Komitmen Muhammadiyah Dukung UMKM Warganya, Toko Oleh-Oleh 1915 Resmi Hadir!

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Bhisma
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman mengapresiasi langkah Suara Muhammadiyah dalam menghadirkan inisiatif ekonomi dan produk unggulan yang memberdayakan masyarakat luas. Hal ini ia sampaikan saat melakukan Soft Opening Toko Oleh-Oleh 1915 pada Selasa (11/8/2026) bertempat di Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta.“Alhamdulillah hari ini Suara Muhammadiyah di Milad yang ke-111 nya menambah unit […]

  • Muktamar ke-35 NU, Husnul Qodim: Rawat Tradisi, Perkuat Keilmuan, Bangun Generasi Masa Depan

    Muktamar ke-35 NU, Husnul Qodim: Rawat Tradisi, Perkuat Keilmuan, Bangun Generasi Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A. menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Menurut Husnul Qodim, Muktamar NU bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan dan konsolidasi organisasi, […]

  • Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mengantarkan empat proposal riset kolaboratif antar perguruan tinggi keagamaan Islam ke kompetisi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026.

  • Seminar Himprofar UM Bandung Kupas Masa Depan Dunia Farmasi

    Seminar Himprofar UM Bandung Kupas Masa Depan Dunia Farmasi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Firman Katon
    • visibility 106
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Dunia Kefarmasian saat ini tidak lagi sekedar mencetak label dan menyerahkan obat kepada pasien. Saat ini perkembangannya sudah jauh maju. Perkembangan tersebut dipengaruhi karena teknologi, hukum, dan keahlian klinis manusia itu sendiri. “Profesi ini telah berevolusi menjadi sistem kompleks yang didorong oleh kecanggihan digital, dibatasi hukum yang ketat, dan dihidupkan oleh keahlian klinis […]

expand_less