Kamis, 8 Okt 2026

Menjelajah Malaysia-Singapura, Mahasiswa UM Bandung Temukan Makna Adaptasi dan Keterbukaan

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, COM, Bandung — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tidak selalu tentang datang ke suatu tempat, menjalankan program, lalu pulang membawa laporan.

Bagi Sela Lazma, mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, KKN Internasional menjadi ruang belajar yang jauh lebih luas.

Dia bisa bertemu masyarakat dengan latar belakang berbeda, mengenal budaya baru, sekaligus mencoba membawa ilmu yang dipelajari di ruang kelas ke tengah kehidupan masyarakat.

Dalam program International Community Services yang dilaksanakan Agustus lalu tersebut, Sela bersama tim menjalani berbagai kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus aktivitas intercultural di Malaysia dan Singapura.

Dua negara tersebut menjadi ruang belajar terbuka bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat, budaya, pendidikan, lingkungan, hingga perkembangan sebuah negara berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan utama mereka berlangsung di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kepong.

Karena berasal dari bidang Psikologi, Sela dan tim memberikan psikoedukasi kepada anak-anak sekolah dasar. Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan dan pengelolaan emosi.

Bagi Sela, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan.

Ia menyadari bahwa berbicara tentang psikologi kepada anak-anak tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menjelaskan teori di dalam kelas.

“Menyampaikan ilmu psikologi kepada anak tidak bisa hanya dengan menjelaskan teori. Namun, perlu menyesuaikan dengan usia dan karakter mereka,” ujar Sela di kampus UM Bandung pada Kamis (03/09/2026).

Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa ilmu pengetahuan baru benar-benar terasa manfaatnya ketika mampu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang yang menerimanya.

Di situlah, menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi akademisi, tetapi belajar menjadi bagian dari masyarakat.

Perjalanan KKN kemudian berlanjut dengan kunjungan ke KRT Desa Jati di Negeri Sembilan.

Di tempat tersebut, Sela dan tim berkesempatan melihat sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat.

Pertemuan itu memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenal kebiasaan dan kehidupan masyarakat dari jarak yang lebih dekat.

Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi dengan kunjungan ke sejumlah tempat ikonik dan bersejarah di Malaysia.

Mulai dari Petronas Twin Towers, Masjid Negara, Batu Caves, Istana Bukit Serene, hingga sejumlah kawasan bersejarah lainnya.

Bagi Sela, setiap tempat yang dikunjungi seperti menghadirkan potongan cerita yang berbeda. Ia tidak hanya melihat Malaysia sebagai sebuah negara yang memiliki destinasi wisata.

Namun, mencoba memahami keberagaman masyarakat, budaya dan agama, serta perkembangan wilayah dan perkotaannya.

Perjalanan lintas negara itu kemudian berlanjut ke Singapura. Di sana, Sela dan tim mengunjungi sejumlah tempat ikonik.

Misalnya seperti Gardens by the Bay, Merlion Park, dan Marina Bay Sands, sekaligus mengenal kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Namun, yang paling membekas bagi Sela bukan sekadar kemegahan bangunan atau modernitas Singapura.

Ia justru tertarik pada perjalanan negara tersebut dalam menghadapi keterbatasan hingga mampu berkembang menjadi salah satu negara maju.

“Saya belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dan mengelola apa yang kita miliki sebaik mungkin,” katanya.

Pengalaman KKN Internasional itu juga membuat Sela semakin memahami arti adaptasi.

Berada di lingkungan dengan kebiasaan dan cara pandang yang berbeda membuatnya belajar bahwa tidak semua hal dapat dilihat menggunakan kacamata yang sama.

Ia belajar berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, memahami perbedaan kebiasaan, sekaligus menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Pengalaman tersebut perlahan membuat cara pandangnya menjadi lebih terbuka.

Menurut Sela, inilah salah satu keistimewaan KKN Internasional. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori yang diperoleh selama perkuliahan. Namun, berhadapan langsung dengan realitas masyarakat yang berbeda dari lingkungan sehari-hari.

“Kita belajar beradaptasi, berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, dan lebih terbuka terhadap perbedaan. Ilmu yang didapat di perkuliahan juga bisa dilihat bagaimana penerapannya secara langsung di lapangan,” tuturnya.

Lebih dari itu, KKN Internasional menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bercermin.

Ketika melihat sistem pendidikan, kehidupan masyarakat, budaya, hingga perkembangan Malaysia dan Singapura, mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertanya kembali tentang kondisi di lingkungan sendiri.

Misalnya, apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan apa yang bisa dipelajari dari pengalaman negara lain.

Menurut gadis yang mengidolakan Jeon Jungkook (BTS) ini, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk perjalanan masa depannya.

Ia memiliki cita-cita menjadi psikolog sekaligus penyanyi. Dua bidang yang sama-sama membutuhkan kemampuan memahami manusia dan menyampaikan pesan.

Di sela aktivitasnya sebagai mahasiswa, Sela juga gemar menyanyi dan membaca buku. Saat ini, ia tengah membaca buku “Start With Why” karya Simon Sinek dan “Makanya, Mikir!” karya Abigail Limuria dan Cania Citta.

Dua buku tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam memperluas wawasan dan menemukan alasan di balik setiap langkah yang ia jalani.

Pada akhirnya, KKN Internasional bagi Sela bukan hanya tentang Malaysia dan Singapura.

Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi proses untuk mengenal masyarakat, memahami perbedaan, membagikan ilmu, sekaligus mengenal dirinya sendiri.

Dari ruang kelas ke tengah masyarakat, dari Indonesia ke negara tetangga, Sela menemukan satu pelajaran sederhana: dunia akan terasa lebih luas ketika kita mau belajar dari orang lain dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Tunggu Tua, Mahasiswa Perlu Mulai Menyiapkan Masa Depan Finansial

    Jangan Tunggu Tua, Mahasiswa Perlu Mulai Menyiapkan Masa Depan Finansial

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 41
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Masa kuliah sering kali identik dengan tugas, organisasi, nongkrong, dan mulai mencari pengalaman kerja. Namun, ada satu hal yang tak kalah penting untuk dipikirkan sejak sekarang: bagaimana kondisi finansial di masa depan? Bagi Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ayi Yunus Rusyana, menyiapkan masa depan tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi […]

  • Langkah Strategis MKS UIN Bandung-BWI Dorong Riset Wakaf Internasional

    Langkah Strategis MKS UIN Bandung-BWI Dorong Riset Wakaf Internasional

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkuat kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam 1st AWARE 2026 (Al-Awqaf Workshop for Research, Advancement and Excellence). Acara yang diselenggarakan pada Kamis (10/9/2026), Prodi MKS FEBI UIN Sunan Gunung […]

  • Berapa Biaya Sertifikasi Halal Gratis (SEHALAL) 2026? Ini Syarat Lengkap & Cara Daftarnya!

    Berapa Biaya Sertifikasi Halal Gratis (SEHALAL) 2026? Ini Syarat Lengkap & Cara Daftarnya!

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHALAL) 2026 yang diselenggarakan oleh BPJPH Kementerian Agama 100% GRATIS (Rp 0) bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) yang memenuhi kriteria Self-Declare. Seluruh pembiayaan pendaftaran, pendampingan, hingga penerbitan sertifikat ditanggung sepenuhnya oleh anggaran negara/sponsor resmi. Syarat utamanya antara lain memiliki NIB, produk berisiko rendah, serta tidak menggunakan bahan […]

  • Mendayung antara Dua Standar: Ikut Standar Barat atau China?

    Mendayung antara Dua Standar: Ikut Standar Barat atau China?

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 26
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pekan lalu, Politeknik Mekanik (Polman Bandung) mengundang saya dalam kapaistas sebagai wakil dari Badan Pengelola Kawasan Rebana, untuk membedah rencana strategis (Renstra) Polman 2025-2029. Sebagai informasi, Polman juga membangun kampus 2 di Kawasan Rebana, tepatnya di Majalengka.   salah satu tekad dari Polman adalah menjadi kampus politeknik kelas dunia, kurikulumnya terdepan, dan mendorong riset-riset […]

  • Bangun Generasi Cerdas Finansial, UIN Bandung Edukasi Pelajar MA YPP Sukamiskin tentang Pasar Modal Syariah

    Bangun Generasi Cerdas Finansial, UIN Bandung Edukasi Pelajar MA YPP Sukamiskin tentang Pasar Modal Syariah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID  — Membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi semakin penting di tengah maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong. Galeri Investasi Syariah (GIS) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Sukamiskin menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) bertema “Cerdas Finansial Generasi Muda: Mencegah Jerat […]

  • Benarkah Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM Dongkrak Penjualan? Ini Analisis…

    Benarkah Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM Dongkrak Penjualan? Ini Analisis…

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Memiliki sertifikat halal terbukti ampuh mendongkrak omzet UMKM karena memberikan rasa aman dan kepercayaan instan kepada konsumen muslim di Indonesia. Label resmi ini juga membuka peluang emas bagi produk Anda untuk menembus pasar ritel modern, pasar ekspor, dan memenangkan tender pengadaan pemerintah yang mensyaratkan jaminan kehalalan produk. Sertifikat halal sebenarnya berfungsi sebagai alat […]

expand_less