Warga Cisaroni Rasakan Manfaat Layanan Mata Gratis dari Muhammadiyah
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Layanan pemeriksaan mata gratis membantu 252 warga Kampung Cisaroni, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mendapatkan akses kesehatan yang lebih dekat. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ad-Danu, Sabtu (19/9/2026).
Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis ini digelar melalui kolaborasi MPKU PWM Jawa Barat, KEBUMI, IROFIN, Puskesmas Jaya Giri, Lazismu, dan BTM Ad-Danu PWM Jawa Barat.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 56 warga telah mendapatkan kacamata gratis. Sementara itu, 78 kacamata lainnya masih dalam proses pembuatan dan dijadwalkan dibagikan sekitar dua minggu mendatang.
Wakil Ketua PWM Jawa Barat Dikdik Dahlan Lukman mengatakan, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pemeriksaan mata tetapi memiliki keterbatasan akses.
“Lebih dari 250 warga antusias mengikuti pemeriksaan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan mata di masyarakat cukup besar,” ujarnya.
Menurut Dikdik, kehadiran layanan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat menjadi penting karena tidak semua warga memiliki kemudahan untuk menjangkau fasilitas kesehatan.
Ia juga menyebut Masjid Ad-Danu merupakan wakaf dari keluarga almarhum Haryanto Danutirtho, mantan Menteri Perhubungan RI periode 1993–1995.
Ketua MPKU PWM Jawa Barat dr Suherman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan sosial Muhammadiyah kepada masyarakat tanpa melihat latar belakang.
Ia menjelaskan, MPKU PWM Jawa Barat tidak hanya hadir ketika masyarakat mengalami sakit.
Pelayanan kesehatan juga diarahkan pada upaya promotif dan preventif agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sebelum muncul gangguan yang lebih serius.
“Kegiatan seperti ini sudah kami laksanakan di Bandung, Sukabumi, Jepara, Cirebon, dan Subang bersama KEBUMI dan IROFIN,” katanya.
Suherman menilai kegiatan di Masjid Ad-Danu memiliki manfaat karena dapat menjangkau warga yang tinggal relatif jauh dari pusat keramaian.
Ia berharap kegiatan sosial dan keagamaan di masjid tersebut terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Tutus Siti Halimatu Sa’diah dari Departemen Kesejahteraan, Mutu, dan Pelayanan Pengurus Pusat IROFIN menjelaskan bahwa pemeriksaan mata tidak hanya bertujuan menentukan kebutuhan kacamata, tetapi juga membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
Menurutnya, gangguan seperti miopi atau rabun jauh, astigmatisme atau mata silinder, hingga presbiopi atau mata tua banyak ditemukan di masyarakat. Penggunaan gadget secara berlebihan, terutama pada anak-anak, juga perlu menjadi perhatian.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi bagian dari saling membantu dalam kebaikan, sekaligus mempererat silaturahmi dan membangun hubungan dengan Allah serta sesama manusia,” tuturnya.
Tutus berharap Masjid Ad-Danu dapat mengembangkan unit atau layanan kesehatan sederhana yang memungkinkan masyarakat melakukan pemeriksaan secara berkala, khususnya untuk kesehatan mata.
Manfaat kegiatan tersebut turut dirasakan warga. Zakaria, salah seorang peserta, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis.
Ia berharap layanan serupa dapat digelar di berbagai daerah. Menurutnya, edukasi tentang kesehatan mata juga semakin penting di tengah tingginya penggunaan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari.
Zakaria juga berharap Masjid Ad-Danu konsisten mengembangkan kegiatan sosial dan keagamaan agar keberadaannya semakin dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan dapat menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan.
Pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bukan hanya membantu warga mendapatkan penglihatan yang lebih baik. Namun, membuka akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
Bagi Muhammadiyah, pelayanan tersebut menjadi bentuk nyata dari semangat berkhidmat kepada masyarakat.
Manfaatnya tidak berhenti pada pemeriksaan dan pemberian kacamata. Namun, mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, melakukan deteksi dini, serta membangun kebiasaan hidup sehat.***(FA)
- Penulis: Feri Anugrah
