Naskah SSKK Simpan Jejak Kehidupan dan Keberagaman Masyarakat Sunda
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (SSKK) yang ditulis pada 1518 Masehi merekam berbagai nilai kehidupan masyarakat Sunda pada masa Kerajaan Sunda, mulai dari keberagaman, etika sosial, hingga pembagian profesi.
Naskah kuno berkode Kropak 630 yang terdiri atas 30 lembar daun nipah dan tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tersebut dikaji tim peneliti Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui riset PISN BIMA Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2026.
Peneliti utama dari Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Saftiyaningsih Ken Atik mengatakan SSKK menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap budaya lain dan penghormatan terhadap perbedaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nusantara sejak lebih dari lima abad lalu.
“SSKK bukan hanya memuat ajaran moral, tetapi juga pandangan mengenai etika kehidupan, hubungan manusia dengan pemimpin, hingga sikap terhadap budaya luar,” ujar Ken.

Menurutnya, salah satu bagian SSKK menekankan pentingnya memahami bahasa dan adat setempat ketika seseorang berada di wilayah lain sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang berbeda.
“Pesan dalam naskah ini menunjukkan pentingnya memahami bahasa dan adat masyarakat di tempat yang kita kunjungi,” jelasnya.
Selain nilai sosial, SSKK juga mencatat pembagian kerja masyarakat Sunda kuno melalui berbagai spesialisasi keahlian.
“Naskah ini mengabadikan berbagai profesi, mulai dari hulu jurit sebagai panglima perang, juru basa sebagai ahli bahasa, pangeuyeuk sebagai ahli tekstil, hingga maranggi sebagai ahli ukir,” kata Ken.
Ken menilai keberadaan SSKK penting dijaga karena menjadi salah satu warisan intelektual Tatar Sunda yang masih dapat dikaji hingga kini.
“SSKK menjadi salah satu bukti warisan intelektual Nusantara yang berhasil diselamatkan dan masih menyimpan rekam jejak panjang untuk kita kaji,” tegasnya.
Ia menambahkan, kajian terhadap naskah klasik juga dapat dikembangkan menjadi sumber inspirasi bagi karya kreatif masa kini, termasuk desain permukaan untuk mode dan musik balada.
“Pelestarian naskah kuno dapat berjalan beriringan dengan penguatan industri kreatif berbasis budaya,” pungkas Ken Atik.***
- Penulis: Feri Anugrah
