Kamis, 8 Okt 2026

Adian Husaini di UM Bandung Bahas tentang Modal Kuat Kebangkitan Umat Islam

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GEMHALAL.ID, Bandung – Kebangkitan umat Islam tidak cukup dibicarakan sebagai romantisme kejayaan masa lalu. Hal yang lebih penting adalah bagaimana umat membaca kondisi hari ini, mengenali persoalan yang dihadapi, lalu menerjemahkan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan modern secara nyata.

Pandangan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini dalam Dialog Nasional Keagamaan “Awaken Chapter 2” bertajuk “Persatuan Umat Islam: Spirit Kemerdekaan Menuju Kebangkitan Umat” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Bandung bersama Rumah Pemuda Madani pada Sabtu (22/8/2026).

Menurut Adian, umat Islam sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat untuk bangkit.

Modal itu bukan hanya Al-Qur’an sebagai sumber ajaran, tetapi juga Rasulullah SAW sebagai teladan konkret dalam menjalankan kehidupan.

“Islam itu bukan hanya agama dan Al-Qur’an yang memuat berbagai konsep kebangkitan umat. Islam juga punya contoh yang tidak dimiliki agama dan peradaban lain,” ujar Adian.

Ia menjelaskan, keteladanan Rasulullah SAW membuat umat Islam memiliki rujukan yang relatif lengkap untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan.

Oleh karena itu, tantangan umat bukan mencari pedoman baru, melainkan bagaimana mengaktualisasikan pedoman tersebut dalam konteks kehidupan sekarang.

“Manusia dan panduannya sama. Sekarang kita tinggal mengaktualisasikannya dengan disesuaikan dengan kondisi saat ini,” katanya.

Adian mengingatkan bahwa istilah kebangkitan umat tidak boleh dipersempit hanya menjadi kemenangan politik.

Kebangkitan harus terlihat dalam banyak bidang, termasuk pendidikan, pemikiran, ekonomi, kehidupan sosial, sains, teknologi, dan kebudayaan.

Pertanyaan itu, menurutnya, penting terutama ketika berbicara tentang pendidikan dan perguruan tinggi.

Umat perlu bertanya apakah sistem pendidikan yang dibangun saat ini benar-benar menghasilkan manusia yang memiliki karakter, ilmu, dan orientasi kehidupan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Bagi Adian, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan posisi Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan umat Islam.

Rasulullah bukan hanya menyampaikan ajaran. Namun, memberikan contoh melalui ucapan, tindakan, bahkan perilaku sehari-hari yang kemudian menjadi pedoman umat.

“Beliau adalah contoh terbaik karena seluruh ucapan, tindakan, dan bahkan diamnya beliau jadi contoh umatnya,” ungkapnya.

Adian kemudian membawa pembicaraan pada pengalaman pribadinya dalam menempuh perjalanan intelektual.

Ia pernah belajar di pesantren dan mendalami sejumlah kitab klasik seperti Safinatun Najah, Sullam at-Taufiq, dan Bidayatul Hidayah.

Ia juga pernah mondok di pesantren Nahdlatul Ulama sebelum kemudian terlibat dalam Majelis Tablig Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2005.

Dari perjalanan tersebut, ia melihat bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak semestinya menjadi penghalang untuk menemukan titik temu umat.

Justru, menurutnya, persatuan perlu dibangun di atas kesadaran terhadap sumber utama ajaran Islam dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Adian juga menyoroti perjalanan sejarah peradaban Islam sebagai bukti bahwa kebangkitan umat bukan sesuatu yang mustahil.

Ia merujuk sejumlah catatan sejarah dan pemikiran Samuel P Huntington dalam “The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order” mengenai posisi Islam dalam dinamika peradaban dunia.

Setelah hijrah Rasulullah SAW pada 622 Masehi, perkembangan umat Islam berlangsung sangat cepat.

Dalam beberapa dekade, umat Islam berkembang menjadi kekuatan besar yang memiliki pengaruh dalam politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan kehidupan sosial.

Adian mencontohkan keberhasilan umat Islam menguasai Yerusalem pada 636 Masehi hingga berkembangnya peradaban Islam di Eropa melalui Andalusia.

Bagi dia, rangkaian sejarah tersebut menunjukkan bahwa perubahan besar dapat terjadi ketika umat memiliki visi, kepemimpinan, ilmu, dan kemampuan mengorganisasi kekuatan.

Namun, sejarah tersebut tidak boleh hanya dijadikan bahan kebanggaan. Justru, kata Adian, sejarah seharusnya digunakan sebagai cermin untuk melihat posisi umat Islam sekarang.

“Perjuangan kita ini gagal atau menang? Kalau gagal, itu gagalnya di mana dan bagaimana memperbaikinya,” ujarnya.

Ia mengingatkan pesan Mohammad Natsir bahwa setiap perjuangan harus mengetahui “sekarang pukul berapa”.

Ungkapan itu berarti umat harus mampu membaca posisi dirinya dalam perjalanan menuju tujuan.

Termasuk mengetahui persoalan yang sedang dihadapi dan langkah apa yang harus dilakukan.

Tanpa kemampuan membaca keadaan, perjuangan berisiko berjalan tanpa arah.

Oleh karena itu, kebangkitan umat membutuhkan evaluasi yang jujur sekaligus keberanian untuk memperbaiki kelemahan di berbagai bidang.

Dalam konteks Indonesia, Adian juga mengajak umat membedakan antara kemerdekaan dan keberhasilan mengisi kemerdekaan.

Indonesia, menurutnya, sudah merdeka dari penjajahan dan kemerdekaan itu harus disyukuri.

Persoalannya sekarang adalah bagaimana kemerdekaan tersebut menghasilkan kehidupan yang lebih baik.

Di sinilah pendidikan, pengembangan ilmu, penguatan ekonomi, pembentukan karakter, serta pembangunan kehidupan sosial menjadi bagian penting dari agenda kebangkitan.

Dengan demikian, spirit kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan sejarah. Namun, diteruskan menjadi energi untuk membangun masa depan.

Bagi Adian, umat Islam memiliki teladan dan sumber ajaran yang kuat. Tantangannya adalah mengubahnya menjadi kekuatan nyata yang mampu menjawab persoalan zaman.

Selain Adian Husaini, dialog tersebut menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Usep Sudrajat dan dosen Universitas Brawijaya sekaligus penulis buku “Langit Cakrawala” A Dedi Mulawarman.*(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Besar UIN Jakarta Beberkan SPM Muallimin itu Bukan Entitas Sekolah atau Madrasah

    Guru Besar UIN Jakarta Beberkan SPM Muallimin itu Bukan Entitas Sekolah atau Madrasah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) Muallimin bukanlah entitas sekolah atau madrasah karena memiliki karakteristik, tradisi akademik, dan tujuan pendidikan yang berbeda. Karena itu, berbagai kebijakan penjaminan mutu harus tetap menjaga substansi dan kekhasan pendidikan pesantren. Hal tersebut disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suwendi, dalam Diskusi Bedah Undang-Undang Pesantren yang diselenggarakan Jaringan Masyarakat Pesantren […]

  • Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    GRNHALAL.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung. Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Mas’an Hardana, M.M.Pd, resmi terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat pada kegiatan pembentukan kepengurusan forum yang diselenggarakan di Sabda Alam Cipanas, Kabupaten Garut pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan […]

  • Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi, Roni Tabroni: Praktisnya, Bisa Dibilang Jurnalisme Berdampak Lho!

    Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi, Roni Tabroni: Praktisnya, Bisa Dibilang Jurnalisme Berdampak Lho!

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Jakarta – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Roni Tabroni MSi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan” yang diterbitkan “Suara Muhammadiyah”. Peluncuran dan bedah buku ini berlangsung di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 4, Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/07/2026). Kegiatan ini juga terlaksana atas dukungan […]

  • Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses

    Jangan Takut Hadapi Kesulitan, Justru Itu Jalan Mahasiswa Menuju Sukses

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 50
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Memulai perjalanan sebagai mahasiswa berarti membuka lembaran baru. Di balik semangat mengenakan almamater dan memasuki ruang-ruang perkuliahan, ada tantangan yang harus dihadapi, keputusan yang harus diambil, dan keberanian yang perlu terus diasah. Oleh karena itu, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak sekadar menjadi […]

  • Setiap Pemimpin Memikul Pertanggungjawaban: Pengingat INTERAKSI untuk Mahasiswa Akuntansi Syariah

    Setiap Pemimpin Memikul Pertanggungjawaban: Pengingat INTERAKSI untuk Mahasiswa Akuntansi Syariah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pesan INTERAKSI untuk Mahasiswa Akuntansi Syariah   GENHALAL.ID — Menjadi pemimpin bukan sekadar mampu mengatur dan menggerakkan orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan amanah yang setiap keputusan dan tanggung jawabnya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.   Pesan itu menjadi salah satu nilai yang ditekankan dalam Latihan Kepemimpinan Program Studi Akuntansi Syariah, INTERAKSI 2026/2027, di Aula […]

  • Pilih Jalur Mandiri atau Reguler? Panduan Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM Ini Bantu…

    Pilih Jalur Mandiri atau Reguler? Panduan Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM Ini Bantu…

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku UMKM kini bisa mendaftarkan produknya secara mandiri melalui platform online resmi milik Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Proses ini terbagi menjadi dua jalur utama, yaitu jalur mandiri gratis bagi usaha mikro dan kecil dengan kriteria tertentu, serta jalur reguler berbayar. Pastikan Anda telah menyiapkan data usaha, NIB, serta daftar bahan baku […]

expand_less