Edukasi Diabetes Bantu Warga Lebih Sadar Pentingnya Menjaga Kesehatan
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENGHALAL.ID, Bandung — Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diabetes melitus tidak cukup hanya dengan mengenali gejalanya.
Namun, juga perlu disertai pemahaman tentang pencegahan, pengendalian faktor risiko, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berinisiatif menghadirkan edukasi kesehatan dan pemeriksaan gratis bagi warga RW 07, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini mengangkat tema “Edukasi Holistik untuk Meningkatkan Self-Awareness terhadap Diabetes Melitus”.
Melalui kegiatan tersebut, tim Farmasi UM Bandung berupaya membantu masyarakat mengenali risiko diabetes sejak dini sekaligus memahami langkah-langkah untuk menjaga kesehatan.
Ketua PKM Alfi Fitriyani mengatakan edukasi ini diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk mencegah diabetes sekaligus membantu penderita mempertahankan kualitas hidupnya.
“Semoga apa yang kami sampaikan hari ini terkait edukasi diabetes melitus bisa menjadi bekal untuk kita semua,” ujar Alfi.
Ia menjelaskan, penyuluhan tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang belum mengalami diabetes, tetapi kepada mereka yang telah terdiagnosis.
Bagi masyarakat yang belum menderita diabetes, pengetahuan tentang penyakit ini diharapkan mendorong upaya pencegahan sejak dini.
Sementara itu, bagi penderita, pemahaman yang tepat dapat membantu mereka mengelola kondisi kesehatan dan menjaga kualitas hidup.
“Untuk yang mungkin belum mengenal diabetes, semoga jadi tahu apa itu diabetes dan bisa melakukan pencegahan. Untuk yang sudah mengalaminya, semoga bisa meningkatkan kualitas hidup meskipun hidup dengan diabetes,” tambahnya.
Kenali Gejala untuk Mencegah Komplikasi
Dalam penyuluhan tersebut, dosen Farmasi UM Bandung sekaligus pemateri, Andinny Nur Permatasari, menekankan pentingnya kesadaran terhadap kondisi tubuh.
Diabetes dapat terlambat diketahui ketika seseorang tidak mengenali gejala atau mengabaikan perubahan yang dialaminya.
“Rendahnya kesadaran diri atau self-awareness membuat diabetes terlambat dikenali, sehingga komplikasi sering muncul lebih dulu daripada pengobatan,” ungkap Andinny.
Ia mengajak masyarakat mewaspadai sejumlah gejala yang dapat berkaitan dengan diabetes, seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, cepat lapar, dan luka yang sulit sembuh.
Meski demikian, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang menderita diabetes. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan membantu menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Andinny juga menjelaskan bahwa risiko komplikasi dapat dikurangi melalui pengendalian gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Komplikasi dapat dicegah atau diperlambat dengan mengendalikan gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan pemeriksaan rutin,” tegasnya.
Materi tersebut memberikan pemahaman praktis kepada warga bahwa menjaga kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika keluhan mulai muncul.
Kesadaran mengenali gejala, memeriksakan diri, dan mengendalikan faktor risiko menjadi bagian penting dalam upaya mencegah komplikasi diabetes.
Disambut Baik Masyarakat
Inisiatif Farmasi UM Bandung tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus lingkungan setempat.
Ketua RT 01 RW 07 Kelurahan Kujangsari, Afrina Kristiani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim akademisi yang membagikan pengetahuan kesehatan kepada warga.
Menurutnya, penyuluhan tersebut menambah wawasan masyarakat mengenai diabetes dan pentingnya menjaga kesehatan.
“Semoga pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi UM Bandung bisa memberikan manfaat bagi warga RW 07, sekaligus menambah pengetahuan,” kata Afrina.
Ketua RW 07 Kelurahan Kujangsari Hendra Rustandi juga menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap warga dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan mengurangi risiko diabetes dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga bermanfaat bagi masyarakat RW 07 Kelurahan Kujangsari,” tuturnya.
Melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, Farmasi UM Bandung berupaya menghadirkan manfaat akademik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus mendorong warga agar lebih mengenali kondisi tubuh, meningkatkan kesadaran terhadap risiko penyakit, dan mengambil langkah pencegahan secara lebih dini.
Dengan demikian, pengabdian perguruan tinggi tidak berhenti pada penyampaian informasi. Namun, turut membangun pemahaman dan kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.***(FK)
- Penulis: Feri Anugrah
