Kamis, 8 Okt 2026

Suwendi, Digital Scholarchy Kunci Penguatan Kompetensi Dosen PTKI

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 55 menit yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suwendi, menegaskan pentingnya Digital Scholarchy dalam penguatan kompetensi digital dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, kompetensi digital dosen tidak cukup diukur dari kemampuan menggunakan aplikasi dan teknologi, tetapi juga dari kemampuan mengintegrasikannya secara kritis, reflektif, pedagogis, dan bertanggung jawab dalam praktik akademik.

Hal tersebut disampaikan Suwendi saat mempresentasikan hasil penelitiannya dalam The 72nd TEFLIN International Conference, yang diselenggarakan bersamaan dengan The 10th ICEMS (International Conference on Education in Muslim Societies) dan The 2nd TESOL Research Colloquium, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 7 Oktober 2026. Konferensi mengangkat tema “Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future.”

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Agama RI dan dihadiri Rektor beserta para Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dekan FITK, komunitas pengajar Bahasa Inggris se-Indonesia, serta ratusan panelis dan pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam penelitian bertajuk Technology Acceptance Model: Perceptions, Usefulness, and Digital Skills of Lecturers in Islamic Higher Education Institutions, Suwendi mengkaji dinamika penerimaan teknologi digital di lingkungan PTKI, khususnya hubungan antara persepsi dosen, kemanfaatan teknologi, dan keterampilan digital dalam proses akademik. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui survei daring dan wawancara mendalam terhadap dosen PTKI dari berbagai latar belakang keilmuan dan perguruan tinggi.

Suwendi menjelaskan, penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap kemudahan dan kemanfaatan teknologi berkorelasi signifikan dengan penerimaan teknologi. Namun demikian, keterampilan digital faktual dosen tidak selalu sejalan dengan keinginan untuk mengadopsi teknologi. Faktor afektif dan normatif turut berperan dalam proses tersebut.

“Kesadaran dosen terhadap pentingnya teknologi sudah semakin tinggi. Namun, kesadaran tersebut belum selalu berujung pada pemanfaatan teknologi secara optimal dalam Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Suwendi.

Menurutnya, salah satu persoalan penting yang ditemukan adalah keberagaman kemampuan digital di kalangan dosen. Sebagian dosen telah mengenal dan menggunakan perangkat kecerdasan artifisial (AI), tetapi pemanfaatannya belum sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan digitalisasi PTKI bukan sekadar persoalan technology acceptance, tetapi juga menyangkut kualitas kompetensi akademik dalam menggunakan teknologi.

Pada titik inilah, kata Suwendi, konsep Digital Scholarchy menjadi penting. Digital Scholarchy menempatkan kemampuan digital dosen dalam kerangka tradisi keilmuan: teknologi digunakan bukan sekadar karena tersedia atau mudah digunakan, melainkan karena mampu memperkuat proses berpikir, pembelajaran, produksi pengetahuan, dan praktik akademik secara bertanggung jawab.

“Digital Scholarchy memberi perspektif bahwa dosen tidak cukup menjadi pengguna teknologi. Dosen perlu menjadi akademisi yang mampu menilai, mengkritisi, mengintegrasikan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan pedagogis dan nilai-nilai keilmuan,” jelasnya.

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penerimaan teknologi di PTKI dipengaruhi oleh konstruksi nilai-nilai keilmuan Islam dan dukungan kolegial digital. Karena itu, pengembangan profesional dosen perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan perangkat, tetapi juga pada penguatan berpikir kritis, etika penggunaan AI, integritas akademik, serta kemampuan menghubungkan teknologi, pedagogi, dan substansi keilmuan.

Suwendi merekomendasikan pengembangan pelatihan digital dosen PTKI yang lebih terstruktur dan berbasis kebutuhan. Pelatihan perlu bergerak dari sekadar tool-based training menuju penguatan Digital Scholarchy, termasuk pengembangan komunitas praktik antar-dosen, berbagi praktik baik, serta pemberian ruang dan insentif bagi inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, transformasi digital PTKI dapat berkembang menjadi ekosistem akademik yang responsible, adaptive, and scholarly.

Penelitian tersebut mengintegrasikan tiga kerangka, yakni Technology Acceptance Model (TAM) 3, Digital Competence Framework for Educators (DigCompEdu), dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Kontribusi penelitian terletak pada integrasi lintas kerangka tersebut dan upaya membaca penerimaan teknologi dalam konteks nilai-nilai keilmuan Islam serta dukungan kolegial di lingkungan PTKI.

Suwendi menyebut penelitian ini masih memiliki keterbatasan pada cakupan geografis dan jumlah responden serta belum memasukkan variabel AI literacy. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan pendekatan longitudinal dan digital ethnography, melibatkan perspektif mahasiswa, serta mengembangkan pedoman etika penggunaan AI yang lebih kontekstual bagi pendidikan tinggi keagamaan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asal Usul Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda yang Menyimpan Cerita di Bungbulang

    Asal Usul Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda yang Menyimpan Cerita di Bungbulang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 57
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Garut Selatan menyimpan banyak keajaiban alam yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Leuwi Jurig, sebuah lubuk sungai yang berada di wilayah Bungbulang. Keindahan tebing batu yang mengapit aliran sungai jernih membuat tempat ini kerap disebut sebagai Grand Canyon Sunda. Namun, di balik pesonanya, nama Leuwi Jurig memiliki kisah yang menarik untuk […]

  • Landasan Filosofi dan Hakikat Belajar Matematika

    Landasan Filosofi dan Hakikat Belajar Matematika

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Hamdan Sugilar, Dosen Pendidikan Matematika UIN Bandung
    • visibility 90
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Landasan Filosofi Belajar Matematika Mengetahui filsafat pendidikan matematika, merupakan bagian penting karena memberi orang ‘kacamata’ baru untuk melihat dunia, hal ini memungkinkan orang melihat lebih jauh dari sekadar cerita resmi tentang masyarakat, matematika, dan pendidikan (Ernest et al., 2016).   Menurut Plato, pengetahuan sejati hanya dapat ditemukan dalam dunia ide atau rasionalisme, sedangkan menurut […]

  • Ini Cara Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Dampingi Santri Ponpes Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur Kembangkan Kemandirian Ekonomi

    Ini Cara Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Dampingi Santri Ponpes Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur Kembangkan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Tahfidz Tunanetra Sam’an Darushudur, Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berfokus pada penyiapan generasi entrepreneur bagi santri tunanetra penghafal Al-Qur’an dan pendampingan pelaporan akuntansi sederhana berbasis teknologi yang ramah disabilitas. Program […]

  • Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya

    Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Batik dinilai tidak lagi sekadar busana formal atau warisan masa lalu, tetapi telah berkembang menjadi medium ekspresi yang dekat dengan kreativitas generasi muda. Peserta semifinal Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 sekaligus mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung Regina Fathia Zikra mengatakan bahwa karakter batik yang adaptif […]

  • 5 Bank Syariah Terbaik Pilihan Gen Z: Fitur Canggih, Bebas Riba, dan Estetik!

    5 Bank Syariah Terbaik Pilihan Gen Z: Fitur Canggih, Bebas Riba, dan Estetik!

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Generasi Z dikenal sebagai digital native yang makin sadar akan finansial (financial literacy). Menariknya, Gen Z tidak cuma mencari aplikasi keuangan yang praktis dan estetik, tapi juga berprinsip etis serta bebas dari elemen riba. Inilah mengapa bank syariah kini makin populer di kalangan anak muda. Mulai dari pendaftaran via smartphone dalam hitungan menit, […]

  • BPJPH Apresiasi Dedikasi dan Dorong Peningkatan Kinerja untuk Perkuat Layanan Halal

    BPJPH Apresiasi Dedikasi dan Dorong Peningkatan Kinerja untuk Perkuat Layanan Halal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal, melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Provinsi Lampung. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BPJPH memastikan penyelenggaraan layanan Jaminan Produk Halal (JPH) di daerah berjalan optimal sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Balai […]

expand_less