Kamis, 8 Okt 2026

MERP IV, Model Jembatan Menuju Inovasi Pendidikan Matematika Abad ke-21

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


GENHALAL.ID — Ruang Aksara Akademika Rumah Jurnal kembali menggelar kegiatan seminar akademik yang bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Seminar yang digelar secara daring ini menghadirkan narasumber utama, Ketua Prodi Pendidikan Matematika Prof. Dr. Jarnawi Afgani Dahlan, M.Kes., serta mahasiswa S3 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia Hamdan Sugilar, M.Pd., dan Hj. Ida Nuraida, M.P.Mat, sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa.

Acara ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 21 Mei 2026.  Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Iyon Maryono, M.P.Mat, Kaprodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam paparannya beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah berkenan menyampaikan pemikiran dan hasil penelitiannya kepada mahasiswa kami dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Mathematics Education on Research Publication (MERP) IV.

Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Ruang Aksara Akademika Rumah Jurnal. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi bagi mahasiswa dan pendidik untuk menciptakan inovasi dalam pembelajaran matematika.

Pembina Rumah Jurnal Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., menyampaikan sambutannya. Tema yang diangkat pada MERP (Mathematics Education on Research Publication) IV tahun ini, “High Order Thinking Skill (HOTs): Jembatan menuju Inovasi Pendidikan Matematika Abad ke-21”, adalah tema yang sangat strategis.

Ini sejalan dengan visi Rumah Jurnal untuk tidak hanya menjadi pusat publikasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan pemikiran kritis dan inovatif, khususnya di bidang pendidikan matematika. Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta, terutama mahasiswa S1 Pendidikan Matematika, tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk terus berkarya dan menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan ilmiah. Kami ucapkan terima kasih kepada Prodi S3 Pendidikan Matematika UPI yang telah berkenan berbagi ilmu kepada mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kegiatan MERP IV ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mendorong dan membudayakan publikasi ilmiah di lingkungan akademik, khususnya di program studi pendidikan matematika.

Setelah kegiatan seminar, dilanjutkan dengan pemaparan artikel hasil penelitian oleh mahasiswa S1 Pendidikan Matematika sebagai bagian dari kegiatan Mathematics Education on Research Publication (MERP) ke-4.

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa S3 prodi Pendidikan Matematika UPI. Artikel hasil presentasi dipublikasikan pada prosiding, book chapter, dan jurnal. Artikel telah melalui tahapan review oleh tim konferensi dan dipublikasikan pada bulan Juni 2026.

Narasumber pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Jarnawi Afgani Dahlan, M.Kes., yang juga merupakan Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Indonesia. Memberikan pemaparan sekaligus membuka kegiatan PKM mahasiswa S3 ini.

Dalam pemaparannya, di era global saat ini, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan kompleks yang perlu kita cermati bersama. Persaingan antarmahasiswa semakin tinggi, hal ini bisa saja menimbulkan kecemasan dan perasaan isolasi yang mengancam kesehatan mental.

Di sisi lain, keterampilan teknologi seperti analisis data dan penguasaan perangkat lunak masih menjadi kelemahan banyak mahasiswa. Semua tantangan ini harus kita hadapi dengan bijak, bukan dengan rasa takut, melainkan dengan kesadaran untuk terus belajar, mengasah keterampilan teknologi, mengelola informasi secara selektif, dan menjaga keseimbangan hidup agar mahasiswa mampu menjadi generasi yang tangguh dan inovatif di tengah dinamika abad ke-21.

Untuk itu, diperlukan keterampilan belajar dan inovasi abad ke-21, yakni kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan kolaborasi yang bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama agar mahasiswa tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di tengah kompleksitas dunia kerja masa depan.

Di tengah tantangan era global, mahasiswa juga memiliki lima peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal, yaitu akses tak terbatas ke berbagai sumber daya pendidikan digital, fleksibilitas pembelajaran yang memungkinkan belajar kapan pun dan di mana pun, koneksi global untuk membangun jejaring internasional, munculnya peluang karier dan profesi baru di bidang teknologi dan pendidikan, serta ruang luas untuk berinovasi dan berkreativitas tanpa batas.

Kelima peluang ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk tidak sekadar bertahan, tetapi juga unggul dan berkontribusi nyata dalam menghadapi dinamika abad ke-21, asalkan diiringi dengan kesadaran, kemauan belajar, dan kemampuan mengelola diri secara bijak.

Narasumber kedua adalah Hamdan Sugilar, M.Pd., yang juga mahasiswa S3 Pendidikan Matematika UPI. Memaparkan hasil penelitian tentang kemampuan pemecahan masalah matematis melalui model pembelajaran IBL CRIG dan DI sebagai berikut: masalah adalah jiwa matematika dan pemecahannya merupakan kegiatan kreatif yang dapat dipelajari (Grieser, 2018; Schoenfeld, 1985).

Namun, mahasiswa masih kesulitan dalam pembuktian formal pada analisis real (Roh & Lee, 2017; Fitriani & Siahaan, 2022), sementara calon guru kurang percaya diri dalam menyampaikan materi meskipun menguasai konten (Sumartini, 2020), dan pemahaman guru terhadap struktur matematika masih belum optimal (Gronow et al., 2020).

Untuk mengatasi hal ini, pemecahan masalah dapat didekati melalui empat langkah Watanabe (2007) dan struktur berpikir CRIG dari Gronow et al. (2020), serta penguatan efikasi diri melalui TASES (Sagone & De Caroli, 2014). Walker (2021) menegaskan bahwa pemecahan masalah adalah keterampilan yang dapat dipelajari, dan Wynants & Dennis (2018) menekankan pentingnya pendekatan pengajaran fleksibel untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis dan adaptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model IBL CRIG dan DI sama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) mahasiswa, namun IBL CRIG lebih unggul secara konsisten dibandingkan dengan pembelajaran langsung (DI) pada setiap langkah pemecahan masalah: memahami situasi (76% vs 71%), mengidentifikasi akar masalah (66% vs 57%), mengembangkan rencana aksi (34% vs 27%), mengeksekusi rencana (18% vs 11%), dan memeriksa kembali jawaban (18% vs 7%).

Perbedaan paling signifikan pada tahap akhir menunjukkan IBL CRIG lebih efektif membimbing mahasiswa melalui seluruh siklus pemecahan masalah secara utuh, terutama dalam evaluasi dan verifikasi solusi.

Penelitian juga menemukan bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan self-efficacy; keduanya memengaruhi KPMM secara terpisah, dengan self-efficacy memberikan pengaruh positif, namun efek model pembelajaran bersifat universal sehingga pendidik tidak perlu menyesuaikan pendekatan dengan tingkat keyakinan diri mahasiswa.

Narasumber ketiga Hj. Ida Nuraida, M.P.Mat., yang juga mahasiswa S3 Pendidikan Matematika UPI, menyampaikan paparan akademik bertema “Generative AI in University Mathematics Education”. Materi ini disampaikan oleh Ida Nuraida dalam rangkaian Seminar Nasional Ruang Aksara Akademika pada 21 Mei 2026.
Tema yang diangkat berfokus pada kajian Systematic Literature Review mengenai penggunaan Generative Artificial Intelligence dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa Systematic Literature Review (SLR) merupakan metode penelitian yang dilakukan melalui proses mengidentifikasi, menyeleksi, mengevaluasi, dan menyintesis hasil-hasil penelitian terdahulu secara sistematis, transparan, serta dapat direplikasi.

SLR dinilai penting karena mampu memetakan tren penelitian, mengidentifikasi research gap, serta menghasilkan sintesis yang dapat menjadi dasar pengembangan penelitian berikutnya. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kajian Generative AI dalam pendidikan matematika universitas.

Salah satu alasan utamanya adalah adanya kesenjangan antara kompleksitas pembelajaran matematika di perguruan tinggi dan perkembangan pemanfaatan GenAI yang semakin cepat. Mahasiswa masih menghadapi berbagai tantangan, seperti memahami konsep abstrak, mengintegrasikan berbagai representasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam matematika universitas.

Materi juga membahas bahwa Generative AI tidak hanya dipandang sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai sumber pedagogis dan kognitif dalam pembelajaran matematika. Melalui kerangka Theory–Context–Methodology (TCM), kajian ini diarahkan untuk melihat teori yang mendasari penggunaan GenAI, konteks penerapannya dalam pembelajaran matematika, serta metode penelitian yang digunakan dalam studi-studi terkait.

Dalam bagian metodologi, narasumber memaparkan penggunaan kata kunci berbasis PICO. Populasi kajian mencakup pendidikan tinggi, universitas, mahasiswa sarjana, dan calon guru. Intervensi yang dikaji meliputi generative AI, artificial intelligence, large language model, ChatGPT, AI chatbot, AI tutor, serta AI-assisted learning. Adapun kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2021–2026, pembelajaran matematika berbasis Generative AI, subjek mahasiswa perguruan tinggi, penelitian empiris, full text, peer-reviewed, dan berbahasa Inggris.

Paparan ini juga menekankan pentingnya literasi AI dan etika penggunaan AI dalam pendidikan. Salah satu kerangka yang diperkenalkan adalah IDEE Framework, yang mencakup empat aspek, yaitu mengidentifikasi tujuan penggunaan AI, menentukan tingkat otomasi, memastikan pertimbangan etis seperti plagiarisme dan kejujuran akademik, serta mengevaluasi efektivitas penggunaan AI dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Selain itu, Generative AI diposisikan sebagai bagian dari scaffolding digital. Mengacu pada gagasan Vygotsky tentang Zone of Proximal Development (ZPD), pembelajaran dinilai berlangsung optimal ketika mahasiswa memperoleh bantuan yang sesuai untuk mencapai kemampuan potensialnya. Dalam konteks ini, AI dapat berperan sebagai pendamping belajar yang membantu mahasiswa memahami konsep, menyusun prompt, mengevaluasi respons, dan mengembangkan hasil belajar secara bertahap.

Melalui kegiatan MERP ini, Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendorong penguatan budaya akademik berbasis kajian literatur sistematis, khususnya dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan di pendidikan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam memanfaatkan Generative AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab, terutama untuk mendukung inovasi pembelajaran matematika di perguruan tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Halal dan Thayyib! Ini Makna dan Implementasinya

    Panduan Halal dan Thayyib! Ini Makna dan Implementasinya

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pernahkah kita merasa sudah cukup berhati-hati hanya dengan memastikan makanan yang kita beli berlabel halal? Pertanyaan itu penting. Tetapi dalam Islam, ternyata ada satu pertanyaan lagi yang tidak kalah penting: Apakah yang kita konsumsi itu juga thayyib? Sebab, Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk memilih sesuatu yang halal, tetapi juga thayyib. Keduanya sering disebut […]

  • Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

    Tidak Sama dengan yang Lain, Inilah Indikator Manusia Terdidik

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 41
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Apa sebenarnya makna menjadi manusia terdidik? Pertanyaan ini mengemuka dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat, Selasa (25/08/2026), yang menghadirkan Hendar Riyadi, dosen Prodi PAI dan PIAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, sebagai narasumber. Hendar menegaskan, pendidikan sejati tidak berhenti pada kecerdasan intelektual. Pendidikan harus membentuk manusia yang beriman, berakhlak, bijaksana, […]

  • Muktamar NU dan Kegelisahan Anak Muda

    Muktamar NU dan Kegelisahan Anak Muda

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Dziki Fajar Alfian R, Warga sipil NU
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Selain Kursi Ketua Umum, Apa yang Sebenarnya Dipertaruhkan?   GENHALAL.ID — Saya warga NU biasa. Bukan pengurus PCNU, bukan PWNU, bukan muktamirin, apalagi orang yang punya pengaruh untuk menentukan siapa yang akan menjadi Ketua Umum PBNU lima tahun ke depan. Saya hanya bagian dari warga Nahdliyin yang belakangan cukup sering mengikuti pemberitaan tentang Muktamar ke-35 NU, […]

  • Healing Sambil Tombo Ati: Panduan Wisata Halal bagi Warga Jakarta

    Healing Sambil Tombo Ati: Panduan Wisata Halal bagi Warga Jakarta

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 167
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Penatnya rutinitas dan kemacetan ibukota seringkali menuntut jeda. Bagi warga Jakarta, mencari tempat untuk healing atau sekadar melepas penat saat akhir pekan sudah menjadi kebutuhan pokok. Namun, healing yang sesungguhnya bukan sekadar rekreasi fisik, melainkan juga ketenangan batin atau tombo ati. Wisata halal hadir sebagai solusi komprehensif bagi mereka yang ingin menyegarkan pikiran, […]

  • Inilah 5 Kriteria Utama Destinasi Wisata Terkategori Halal

    Inilah 5 Kriteria Utama Destinasi Wisata Terkategori Halal

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pariwisata halal atau halal tourism bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah berevolusi menjadi segmen pasar yang sangat besar dan potensial di industri pariwisata global. Indonesia sendiri kerap menduduki peringkat atas dalam daftar destinasi wisata ramah muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI). Namun, apa sebenarnya yang membuat sebuah destinasi wisata bisa mendapatkan […]

  • Usung Semangat Berintegritas dan Berdampak, UM Bandung Siap Gelar Wisuda Ke-9

    Usung Semangat Berintegritas dan Berdampak, UM Bandung Siap Gelar Wisuda Ke-9

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 107
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Suasana Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) mulai terasa berbeda menjelang pelaksanaan Wisuda ke-9 yang akan digelar pada Sabtu, 12 September 2026, di Auditorium KH Ahmad Dahlan. Bagi para wisudawan dan wisudawati, wisuda bukan sekadar seremoni untuk menandai berakhirnya perjalanan akademik. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi sebuah prosesi sakral yang telah dinantikan […]

expand_less