Expo CRM Jateng: LPCR PDM Banyumas Tunjukkan Ekonomi Warga Muhammadiyah
- account_circle Tarqum Aziz
- calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Jepara — Jika CRM adalah lomba tentang kekuatan organisasi, maka expo adalah panggung tentang kekuatan ekonomi. Dan di panggung itulah LPCR-PM PDM Banyumas memilih untuk bicara paling lantang.
Pada tanggal 8-9 Agustus 2026 di halaman SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara stand LPCR-PM PDM Banyumas menjadi salah satu titik paling ramai di Expo Produk Unggulan Muhammadiyah se-Jawa Tengah.
Bukan karena megah. Tapi karena isinya nyata. Isinya adalah ekonomi warga Muhammadiyah dan AUM yang hidup, bergerak, dan berkarya.
Banjir Produk, Penuh Cerita
Dalam satu stand, LPCR-PM PDM Banyumas menampilkan sederet produk unggulan. Semuanya hasil tangan warga dan lembaga di bawah naungan Muhammadiyah Banyumas. Mesin Pencacah Kedelai – SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang. Inovasi vokasi yang paling mencuri perhatian. Karya siswa dan guru ini membuktikan SMK Muhammadiyah mampu melahirkan teknologi tepat guna untuk UMKM.
Pelet Ikan, Jenang Banyumasan, Mendoan Tempe – MI Muhammadiyah Ajibarang (Mahadia). Tiga produk ini adalah wajah kewirausahaan madrasah. Dibuat oleh guru dan ibu-ibu, dikemas untuk pasar modern. Rasa Banyumas dibawa sampai ke Jepara.
Melon Golden Aroma – Masjid Sabilul Muttaqin PRM Pecikalan, PCM Wangon. Bukti bahwa masjid bisa jadi pusat pemberdayaan. Buah hasil budidaya jamaah ini manis, wangi, dan menjadi simbol ekonomi jamaah.
8 Produk UMKM – PRA Singasari Cabang Karanglewas
Kripik Jaher, Ampyang Ketan, Legendar, Kripik Busil Tales, Krupuk Bantal Manglengsari Pedas, Bumbu Pecel, Biang Jahe_. Keripik dan bumbu rumahan yang naik kelas dan siap bersaing di tingkat provinsi.
Ini Dakwah Melalui Ekonomi
Kehadiran stand Banyumas tidak lepas dari dukungan penuh PCM Ajibarang yang juga berlaga di final 10 Cabang Unggulan Jateng 2026 dengan 11 pejuang.
“Alhamdulillah, kami diberi amanah membawa produk-produk warga ke expo provinsi. Ini bukti: Muhammadiyah Ajibarang hidup. Hidup di sekolah, hidup di AUM, hidup di ranting,” kata H. Ichnathan Riva’i, Wakil Ketua PCM Ajibarang.
Ratwo Ahmad, M.Pd, Wakil Ketua PCM Ajibarang menegaskan, expo ini adalah ruang belajar dan ruang dakwah.
“Dari mesin sampai jenang, semua punya nilai. Nilainya adalah kemandirian. Semoga ini menginspirasi ranting lain untuk menggerakkan ekonomi warganya.” sergahnya.
Budi Krisnandi, S.Pd, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang menambahkan: “Kami ingin menunjukkan SMK Muda bukan hanya mencetak lulusan. Tapi juga mencetak produk. Produk yang bisa menggerakkan ekonomi umat.” tegasnya.
Sementara Welas Rarasati, M.Pd, Kepala MI Muhammadiyah Ajibarang*menyebut expo sebagai wajah baru dakwah berkemajuan.
“Ini luar biasa. Kami melihat Muhammadiyah se-Jateng saling menguatkan. Produk-produk ini adalah bukti nyata dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan,” ujarnya.
Expo: Dari Desa untuk Jawa Tengah
CRM Award Jateng 2026 mempertemukan 10 cabang unggulan, 9 ranting unggulan, 6 masjid unggulan, dan 50 stand expo dari *35 PDM se-Jawa Tengah. Dan di tengah 50 stand itu, LPCR-PM PDM Banyumas berdiri dengan identitas yang jelas:
Ekonomi warga. Ekonomi AUM. Ekonomi yang lahir dari bawah, untuk menguatkan ke atas.
Dengan semangat Dari Desa untuk Jawa Tengah: Terus Bergerak!, Banyumas pulang membawa pesan penting: Bahwa Muhammadiyah tidak hanya kuat di mimbar dan di kelas. Tapi juga kuat di pasar, di dapur, di bengkel, dan di ladang.(Tarqum Aziz, JurnaliszMu).
- Penulis: Tarqum Aziz
