Dunia Kerja Terus Berubah Wamendikdasmen Minta Maba UM Bandung Adaptif
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDUNGMU.COM, Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan kuliah.
Menurut Fajar, mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi, karakter, keterampilan hidup, dan budaya belajar agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Hal tersebut disampaikan Fajar saat memberikan sambutan dan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Senin (21/9/2026).
Fajar mengapresiasi kinerja UM Bandung dalam memberikan layanan pendidikan di Jawa Barat.
Ia juga menyambut mahasiswa baru dari program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang menjadi salah satu jalur bagi masyarakat untuk mempercepat penyelesaian pendidikan sarjana.
Menurutnya, RPL juga penting untuk mendukung peningkatan kualifikasi guru.
Sebab, masih terdapat guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1, sedangkan kualifikasi akademik dan sertifikasi menjadi bagian penting dalam profesi keguruan.
Fajar kemudian mengingatkan mahasiswa bahwa mereka kini menjadi bagian dari jaringan 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).
Jaringan tersebut, kata dia, merupakan modal sosial yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperluas pengalaman, relasi, dan ruang belajar. “Jangan hanya mencari ijazah. Hal yang lebih penting adalah kompetensi,” ujarnya.
Menurut Fajar, mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja, termasuk akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Oleh karena itu, mahasiswa didorong aktif berorganisasi, mengasah kemampuan komunikasi, mampu beradaptasi, dan membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Kesungguhan belajar, menurutnya, menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap perjuangan orang tua dalam membiayai pendidikan.
Fajar menambahkan bahwa pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memperoleh gelar.
Proses mencari ilmu perlu terus berlangsung agar pengetahuan yang dimiliki dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendikdasmen yang memberikan arahan langsung kepada mahasiswa baru.
Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan akademik di UM Bandung.
Herry juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas dukungan terhadap perkembangan UM Bandung.
Kampus yang berada di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752 tersebut kini terus berkembang dan telah meraih akreditasi Baik Sekali.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru yang hari ini mengikuti Pesonamu. Kami juga berharap semoga dukungan semua pihak bisa mempercepat terwujudnya visi Islamic Technopreneurial University,” tuturnya.
Ketua BPH UM Bandung Dadang Kahmad mengingatkan mahasiswa baru bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar pendidikan Muhammadiyah.
Menurutnya, mahasiswa UM Bandung juga menjadi bagian dari sekitar 800 ribu mahasiswa yang menempuh pendidikan di 164 PTMA.
Dadang menitipkan lima hal penting kepada mahasiswa, yakni membangun budaya belajar sepanjang hayat, menjaga integritas dan karakter, memiliki kepedulian sosial, memperluas wawasan global, serta membangun cita-cita melalui kebiasaan kecil dan disiplin.
Ia meminta mahasiswa menghindari plagiarisme, menyontek, dan berbagai bentuk ketidakjujuran akademik.
Menurutnya, masa depan tidak dapat dibangun dengan cara-cara yang tidak jujur.
“Ilmu melahirkan amal dan amal melahirkan kebaikan,” katanya.
Selain itu, Dadang mendorong mahasiswa menguasai bahasa asing dan teknologi tanpa kehilangan jati diri.
Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, disiplin mengikuti perkuliahan, dan serius belajar dinilai dapat menjadi fondasi untuk membangun masa depan.
“Jadikan kampus ini sebagai pijakan untuk mewujudkan mimpi dan menjadi generasi yang membawa kemajuan bangsa,” pungkasnya.***(FA/FK)
- Penulis: Feri Anugrah
