UIN Bandung Dorong Moderasi Beragama Jadi Karakter dan Budaya Kelembagaan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mendorong penguatan moderasi beragama agar tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi terinternalisasi menjadi budaya kelembagaan. Hal tersebut mengemuka dalam penutupan Pelatihan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Hotel Tjokro Bandung, Minggu (1/11/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari tersebut diikuti 60 peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan pendidikan, instansi, dan masyarakat.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran dan pendampingan dari narasumber serta fasilitator mengenai prinsip, perspektif, dan strategi implementasi moderasi beragama. Penguasaan materi dan kesiapan peserta dalam menerapkan hasil pembelajaran dievaluasi melalui praktik micro training pada akhir kegiatan.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., dalam sambutan penutupan menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan ataupun diperolehnya sertifikat oleh peserta. Indikator yang lebih substantif adalah sejauh mana nilai-nilai moderasi beragama dapat diinternalisasi dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Penguatan moderasi beragama perlu mengalami pergeseran paradigma, dari pendekatan berbasis program menuju pembentukan ekosistem. Dengan pendekatan tersebut, moderasi beragama tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, seminar, atau pelatihan, tetapi menjadi bagian dari budaya dan tata kelola kelembagaan.
Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam proses pendidikan, termasuk kurikulum dan capaian pembelajaran. Upaya ini memerlukan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi agar penguatan moderasi beragama menjadi tanggung jawab bersama.
Perubahan perilaku dan budaya kelembagaan, lanjutnya, menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan implementasi moderasi beragama. Untuk mengetahui dampak pelatihan, evaluasi pascapelaksanaan melalui survei terhadap peserta juga akan dilakukan guna mengukur perkembangan pemahaman dan praktik moderasi beragama di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag., yang hadir secara daring, mengapresiasi pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ruchman menegaskan bahwa pelatihan moderasi beragama harus menghasilkan perubahan yang lebih mendasar daripada sekadar peningkatan pengetahuan. Menurutnya, proses pembelajaran perlu dilanjutkan dengan internalisasi nilai sehingga peserta mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan lingkungan kerja.
“Pelatihan ini tidak boleh berhenti pada proses transfer pengetahuan. Lebih dari itu, harus ada transfer nilai yang kemudian diimplementasikan oleh setiap peserta di lingkungan masing-masing. Inilah bagian penting dari upaya kita membangun kehidupan beragama yang moderat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan moderasi beragama harus diarahkan pada terwujudnya kehidupan keagamaan yang mencerminkan Islam rahmatan lil ‘alamin dan prinsip wasathiyah. Hal tersebut dapat dibangun melalui penguatan silaturahmi, solidaritas, serta kerja sama lintas kelompok dan profesi.
Ruchman mengingatkan bahwa pelatihan selama tujuh hari bukan merupakan akhir dari proses pembelajaran. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan praktik moderasi beragama secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia sekaligus Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama RI melalui PUSPENMA dan PUSBANGKOM atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi penyelenggara.
Usep menyampaikan permohonan maaf kepada peserta, narasumber, fasilitator, dan tamu undangan apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam aspek pelayanan maupun teknis penyelenggaraan. Berbagai masukan dan evaluasi, menurutnya, akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas kegiatan serupa pada masa mendatang.
Penutupan pelatihan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE, serta Kepala Tim Kerja Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama serta Pengembangan Sumber Daya Manusia (PUSBANGKOM) Kementerian Agama RI, Hj. Djubaidah, S.Ag., M.Pd.
Melalui pelatihan ini, 60 peserta diharapkan mampu menjadi agen penggerak moderasi beragama di lingkungan kerja dan masyarakat. Implementasi nilai-nilai moderasi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi tercermin dalam sikap toleran, penghargaan terhadap perbedaan, komitmen kebangsaan, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atas nama agama.
Dengan demikian, penguatan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi diharapkan berkembang dari sekadar agenda kegiatan menjadi budaya kelembagaan yang berkelanjutan dan berkontribusi bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung
