Generasi Muda Bawa Batik ke Gaya Modern Tanpa Kehilangan Akar Budaya
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Batik dinilai tidak lagi sekadar busana formal atau warisan masa lalu, tetapi telah berkembang menjadi medium ekspresi yang dekat dengan kreativitas generasi muda.
Peserta semifinal Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 sekaligus mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung Regina Fathia Zikra mengatakan bahwa karakter batik yang adaptif memungkinkan kain tradisional tersebut dipadukan dengan streetwear, desain modern, hingga eksplorasi visual yang lebih berani.
“Lewat cara ini, generasi sekarang menjaga tradisi tetap relevan dan bernyawa di era modern, tanpa kehilangan akar budayanya,” ujar Regina.
Semangat menjaga eksistensi batik tersebut terlihat dalam pembekalan 28 semifinalis Duta Batik YBJB 2026 di Workshop Rumah Batik Komar, kawasan Cigadung, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).
Ketua Umum YBJB Sendy Ramania Wurandani mengatakan 28 semifinalis yang terdiri atas 14 laki-laki dan 14 perempuan tersebut terpilih dari 50 peserta babak penyisihan dan mendapatkan pembekalan teori serta praktik membatik.
“Melalui praktik membatik, peserta dapat merasakan langsung ketekunan, kesabaran, keteguhan, dan ketulusan hingga menghasilkan sebuah kain,” kata Sendy.
Ketua Harian YBJB yang juga dosen Prodi KTF UM Bandung Komarudin Kudiya mengatakan peserta mempraktikkan teknik batik tulis menggunakan canting dan malam panas, mulai dari membuat garis klowong hingga mengisi bidang motif.
“Duta batik tidak hanya dituntut mampu tampil dan berkomunikasi, tetapi juga memahami proses panjang yang dikerjakan para perajin di balik setiap lembar kain,” pungkas Komarudin.***(FK)
- Penulis: Feri Anugrah
