Kolaborasi dan Komunikasi Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Organisasi
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadikan perayaan milad ke-9 sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas, melanjutkan perjuangan para pendahulu, dan mengembangkan kontribusi organisasi.
Perayaan bertajuk GLORY 9.0: Roll the Story Reveal The Glory ini berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Sabtu (17/10/2026).
Ketua Pelaksana GLORY 9.0 Muhammad Dzulfikar Alim mengatakan, berbagai tantangan selama persiapan acara dapat diatasi berkat kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan solidaritas panitia.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, perayaan milad bukan sekadar memperingati pertambahan usia organisasi. Namun, menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan mengenang perjalanan KPM UM Bandung.
“Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mengenang perjalanan organisasi, serta memperkuat semangat kita untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi KPM UM Bandung,” ujar Dzulfikar.
Ketua KPM UM Bandung Tania Kirana Aprilia menuturkan, pencapaian organisasi hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dan doa para pendahulu serta senior yang telah membangun fondasi organisasi.
Tania mengaku terharu dapat memimpin KPM UM Bandung dalam perjalanan sembilan tahunnya.
Baginya, keberlanjutan organisasi bukan hanya tentang mempertahankan pencapaian, melainkan juga menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.
“Semoga rumah ini akan selalu menjadi tempat untuk pulang, selalu menjadi tempat yang bisa kita banggakan, dan menjadi tempat yang selalu kita ingat sepanjang masa,” tuturnya.
Sementara itu, Pembina KPM UM Bandung Rovi Husnaini mengapresiasi kiprah organisasi tersebut yang dinilainya telah mendapat perhatian dari Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.
Apresiasi itu, menurutnya, berkaitan dengan kepatuhan KPM terhadap aturan dan tata kelola organisasi di lingkungan persyarikatan.
Rovi berharap KPM UM Bandung tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih, tetapi terus memperluas peran strategisnya serta memperkuat pendampingan antargenerasi.
Keterlibatan para senior dinilai penting untuk membantu anggota yang lebih muda mengembangkan kemampuan dan melanjutkan keberlangsungan organisasi.
“Mudah-mudahan KPM UM Bandung bisa mengembangkan sayapnya melalui senior-seniornya untuk terus mendampingi adik-adik KPM UM Bandung,” ungkapnya.
Melalui milad ke-9 ini, KPM UM Bandung diharapkan terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh, membangun solidaritas, dan berkontribusi bagi kampus maupun persyarikatan Muhammadiyah.
Sembilan tahun perjalanan organisasi menjadi pengingat bahwa masa depan KPM tidak hanya ditentukan oleh capaian masa lalu. Namun, oleh kemampuan anggotanya menjaga kebersamaan dan menyiapkan generasi penerus.***(FK)
- Penulis: Feri Anugrah
