Senin, 2 Nov 2026

Peluang Bisnis Ada di Sekitar Kita, Farmasis Perlu Jeli Membaca Kebutuhan Pasar

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Ilmu farmasi tidak hanya membuka jalan menuju profesi apoteker di apotek atau rumah sakit, tetapi menawarkan peluang untuk membangun bisnis. Salah satunya di industri kosmetik dan produk perawatan diri yang terus berkembang termasuk men’s grooming atau perawatan pria.

Peluang tersebut menjadi pembahasan utama dalam Seminar Wirausaha 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (Himprofar) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Sabtu (24/10/2026). Mengusung tema “From Pharmacist to Entrepreneur: Membuka Peluang di Dunia Farmasi”, seminar ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan.

Seminar menghadirkan Rizki Satrianto (praktisi farmasi dan entrepreneur) sebagai narasumber di hadapan ratusan mahasiswa. Dalam paparannya, Rizki mendorong mahasiswa agar tidak terpaku pada satu jalur karier setelah menyelesaikan pendidikan farmasi.

“Ilmu farmasi itu membuka banyak peluang. Jangan membatasi diri hanya pada satu bidang, karena kompetensi yang kita miliki bisa dikembangkan ke berbagai sektor, termasuk kewirausahaan,” ujar Rizki.

Menurut dia, lulusan farmasi memiliki bekal keilmuan yang relevan untuk memasuki dunia usaha. Penguasaan formulasi, mutu, keamanan, dan stabilitas produk menjadi kompetensi penting yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis, khususnya di bidang kosmetik, personal care, dan perawatan pria.

Rizki kemudian membagikan pengalamannya mengembangkan JhonnyBGoode, sebuah produk perawatan pria. Dari pengalamannya tersebut, ia melihat setidaknya ada dua faktor yang membuat pasar men’s grooming menarik untuk dikembangkan.

Apa sajakah? Pertama, meningkatnya kesadaran pria terhadap penampilan dan perawatan diri. Kedua, produk perawatan pria memiliki potensi pembelian berulang.

Namun, menurut Rizki, melihat peluang pasar saja tidak cukup untuk memulai bisnis. Calon pengusaha perlu memahami kebutuhan konsumen dan masalah yang ingin mereka selesaikan melalui produk yang ditawarkan. “Jangan hanya bertanya produk apa yang bisa saya jual. Namun, masalah apa yang bisa saya bantu selesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen perlu menjadi dasar dalam menentukan produk. Dengan begitu, bisnis tidak sekadar berorientasi pada penjualan, tetapi menawarkan solusi yang relevan bagi penggunanya.

Rizki mengingatkan mahasiswa, kebebasan memilih jalur karier dan mengembangkan usaha harus diimbangi dengan tanggung jawab. Kompetensi perlu terus ditingkatkan, sementara setiap kegiatan usaha harus dijalankan dengan memperhatikan regulasi yang berlaku.

Wakil Dekan Farmasi UM Bandung Titian Daru Asmara Tugon mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini. Ia menilai kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melihat peluang ekonomi, tetapi menyangkut kepemimpinan dan tanggung jawab.

Titian mengaitkan semangat berwirausaha dengan konsep manusia sebagai khalifah (pengelola) di muka bumi sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Menurut dia, amanah tersebut menuntut mahasiswa untuk memiliki jiwa kepemimpinan, termasuk ketika merintis dan mengembangkan usaha.

“Menjadi khalifah merupakan amanah yang besar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin, termasuk ketika memilih jalan kewirausahaan,” ungkap Titian. Ia juga menyampaikan tiga bekal penting yang perlu dimiliki mahasiswa dalam membangun usaha, yakni tujuan yang kuat, integritas, dan lingkungan yang positif.

Tujuan yang jelas menjadi pegangan meskipun dalam perjalanan membangun usaha menghadapi berbagai tantangan. Integritas sebagai landasan dalam menjalankan bisnis dan menjadi nilai penting yang membedakan tindakan yang baik dan buruk sekaligus menjaga kepercayaan konsumen. Lingkungan yang positif sebagai jalan menjalin kerja sama dan dukungan untuk mengembangkan usaha.

Ketua pelaksana kegiatan Mellycha Nur Sagita Ramadhani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini. Ia berharap, melalui acara ini, seluruh peserta mendapatkan wawasan, mengenali peluang bisnis di bidang farmasi, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif serta inovatif.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Lolos Sanksi Produk Tidak Bersertifikat Halal dan Solusinya

    Panduan Lolos Sanksi Produk Tidak Bersertifikat Halal dan Solusinya

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku usaha yang nekat menjual barang tanpa label halal resmi kini terancam sanksi administratif hingga penarikan produk dari peredaran. Aturan tegas dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ini bertujuan melindungi konsumen sekaligus menciptakan persaingan usaha yang jujur. Selain itu, pencabutan izin edar juga bisa diberlakukan jika pelanggaran tersebut terus diulangi. Aturan jaminan produk […]

  • Kolaborasi dan Komunikasi Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Organisasi

    Kolaborasi dan Komunikasi Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadikan perayaan milad ke-9 sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas, melanjutkan perjuangan para pendahulu, dan mengembangkan kontribusi organisasi. Perayaan bertajuk GLORY 9.0: Roll the Story Reveal The Glory ini berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Sabtu (17/10/2026). […]

  • Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mengantarkan empat proposal riset kolaboratif antar perguruan tinggi keagamaan Islam ke kompetisi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026.

  • Bukan Cuma Soal Gaji, Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga Agar Lebih Mandiri

    Bukan Cuma Soal Gaji, Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga Agar Lebih Mandiri

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 98
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Penghasilan besar setiap bulan, misalnya, belum tentu membuat keuangan keluarga aman. Jika uang yang masuk setiap bulan langsung habis untuk belanja dan membayar utang, pendapatan berapa pun bisa terasa kurang. Oleh karena itu, kemandirian ekonomi keluarga tidak selalu harus dimulai dengan mencari penghasilan tambahan. Dosen Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung […]

  • Bagaimana RI Memanfaatkan Kesepakatan Xi Jinping – al-Sisi?

    Bagaimana RI Memanfaatkan Kesepakatan Xi Jinping – al-Sisi?

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 49
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Awal September lalu, Xi Jinping bertandang ke Mesir. Selain sepakat soal penggunaan mata uang lokal (yuan-pound) dalam perdagangan, energi hijau, dan kecerdasan buatan, Xi dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menegaskan komitmen memperluas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China-Egypt TEDA Suez (TEDA SETZ) ke Fase 3.   Kenapa ini penting bagi Indonesia? Karena […]

  • Panduan Sertifikasi Halal Kosmetik dan Obat: Langkah Mudah Tembus Pasar

    Panduan Sertifikasi Halal Kosmetik dan Obat: Langkah Mudah Tembus Pasar

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID: Kewajiban sertifikasi halal untuk produk kosmetik dan obat di Indonesia diatur untuk memberikan kepastian keamanan serta kehalalan bahan yang digunakan bagi konsumen. Proses ini mengharuskan produsen melalui audit ketat terhadap bahan baku, fasilitas produksi, hingga sistem jaminan mutu. Langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan konsumen sekaligus komitmen industri dalam menyediakan produk yang sesuai dengan prinsip […]

expand_less