Senin, 2 Nov 2026

Kerap Disepelekan, Kesehatan Mental Ibu Butuh Dukungan Keluarga

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua, bahkan hingga menyebabkan kematian, menjadi perhatian serius.

Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tindakan kekerasan. Namun, kondisi psikologis dan tekanan kehidupan yang dialami orang tua.

Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Novy Yulianty menjelaskan bahwa tindakan seorang ibu yang melukai anaknya tidak dapat dipahami hanya dari satu faktor.

Kondisi psikologis, tekanan ekonomi, pengalaman hidup, dan lingkungan keluarga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Menurut Novy, persoalan psikologis yang muncul ke permukaan sering kali hanya sebagian kecil dari masalah yang sebenarnya terjadi.

Kondisi tersebut diibaratkan sebagai fenomena gunung es karena masih banyak persoalan yang tidak terlihat atau belum mendapatkan penanganan.

“Fenomena ini seperti gunung es. Apa yang terlihat di permukaan mungkin hanya sebagian kecil, sementara masih banyak persoalan psikologis yang tidak diketahui masyarakat,” ujar Novy, dikutip dari YouTube TVMU Channel Bandung, Kamis (29/10/2026).

Novy menerangkan bahwa gangguan psikologis dapat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni biologis, psikologis, dan sosial.

Faktor biologis berkaitan dengan kerentanan genetik, faktor psikologis mencakup kepribadian dan pengalaman traumatis, sedangkan faktor sosial meliputi kondisi ekonomi, pendidikan, dan hubungan keluarga.

Dalam kondisi tertentu, gangguan psikologis yang berat dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Misalnya, pada gangguan psikotik, seseorang dapat mengalami kesulitan memahami realitas hingga mengalami halusinasi.

Meski demikian, Novy mengingatkan bahwa gangguan mental tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab seseorang melakukan kekerasan tanpa melalui pemeriksaan profesional.

Pentingnya dukungan keluarga

Selain persoalan psikologis, Novy menyoroti tekanan fisik dan emosional yang kerap dialami ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Tanggung jawab mengurus rumah tangga, mendampingi anak, dan bekerja dapat menimbulkan kelelahan apabila tidak diimbangi dengan istirahat serta dukungan keluarga.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat semakin berat ketika seorang ibu tidak memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan atau mendapatkan bantuan dalam menjalankan tanggung jawab keluarga.

Oleh karena itu, dukungan suami dan anggota keluarga menjadi penting. Terutama melalui pembagian tugas rumah tangga, komunikasi terbuka, dan kesediaan mendengarkan persoalan yang dihadapi ibu.

“Terkadang seorang ibu tidak membutuhkan solusi secara langsung. Ia hanya ingin didengar, dipahami, dan diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya,” jelas Novy yang juga psikolog klinis.

Novy juga mengingatkan pentingnya kemampuan mengenali dan mengelola emosi. Perasaan marah, sedih, kecewa, dan lelah merupakan kondisi yang wajar, tetapi perlu dikelola agar tidak berdampak buruk terhadap diri sendiri ataupun anggota keluarga.

Beristirahat, melakukan relaksasi, mengatur pernapasan, dan berbagi cerita dengan orang yang dipercaya merupakan beberapa langkah yang dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.

Di sisi lain, masyarakat perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang terdekat. Perubahan suasana hati secara drastis, perilaku yang tidak biasa, serta munculnya keinginan menyakiti diri sendiri atau orang lain perlu mendapatkan perhatian serius.

Novy menegaskan bahwa seseorang yang mengalami persoalan psikologis tidak perlu merasa malu untuk mencari bantuan kepada psikolog atau psikiater. Penanganan sejak dini penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat.

“Jangan sampai seseorang merasa malu atau takut mencari bantuan ketika mengalami masalah psikologis. Justru dengan mendapatkan pertolongan lebih awal, kondisi yang lebih serius dapat dicegah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga kesehatan mental ibu bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Dukungan emosional, komunikasi yang sehat, serta akses terhadap bantuan profesional diperlukan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dibalik Sertifikasi Halal Produk Kosmetik dan Obat: Strategi Lolos Audit Tanpa Stres

    Dibalik Sertifikasi Halal Produk Kosmetik dan Obat: Strategi Lolos Audit Tanpa Stres

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Keberadaan label halal pada produk kosmetik dan obat memberikan kepastian hukum serta keamanan bagi konsumen Muslim di Indonesia. Regulasi pemerintah mewajibkan seluruh barang yang beredar, termasuk produk perawatan diri dan obat-obatan, untuk melalui uji kehalalan dari BPJPH demi menjamin bahan serta proses produksinya bebas dari unsur haram. Langkah ini sekaligus melindungi masyarakat luas […]

  • Akademi Sejarah Batch 2: Merajut Kebersamaan Muhammadiyah-NU dari Surabaya

    Akademi Sejarah Batch 2: Merajut Kebersamaan Muhammadiyah-NU dari Surabaya

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Akademi Sejarah Batch 2 resmi digelar di Surabaya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka Indonesia ini diikuti oleh perwakilan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia, mewakili beragam kalangan. Berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman, acara ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat penulisan sejarah […]

  • Hidup Sederhana Bukan Berarti Kekurangan, Begini Cara Menemukan Keberlimpahan

    Hidup Sederhana Bukan Berarti Kekurangan, Begini Cara Menemukan Keberlimpahan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Banyak orang mengira hidup berkelimpahan berarti memiliki banyak uang, rumah bagus, kendaraan mewah, atau mampu memenuhi hampir semua keinginan. Padahal, dalam kehidupan seorang Muslim, keberlimpahan memiliki makna yang jauh lebih luas: hati yang merasa cukup, rezeki yang berkah, hidup yang tenang, dan apa yang dimiliki mampu memberi manfaat bagi orang lain. Pesan […]

  • 5 Cara Hidup Halal untuk Generasi Z, Bukan Sekadar Soal Makanan

    5 Cara Hidup Halal untuk Generasi Z, Bukan Sekadar Soal Makanan

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 612
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Gaya hidup halal semakin dekat dengan keseharian Generasi Z. Di tengah derasnya tren media sosial, e-commerce, kuliner, fesyen, hingga berbagai layanan digital, konsep halal tidak lagi sekadar berbicara tentang boleh atau tidaknya sebuah makanan dikonsumsi. Bagi Gen Z, hidup halal dapat menjadi bagian dari cara memilih produk, menggunakan media digital, bertransaksi, hingga membangun […]

  • Jadi Kebutuhan Dasar, Rektor UM Bandung Minta Inovasi Pangan Terus Diperkuat

    Jadi Kebutuhan Dasar, Rektor UM Bandung Minta Inovasi Pangan Terus Diperkuat

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 46
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menekankan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian pangan. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri bukan hanya soal ekonomi, tetapi menyangkut kehormatan bangsa. Hal itu disampaikan Zulkifli saat menjadi pembicara dalam Rakornas Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) I Tahun 2026 di Auditorium […]

  • Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 2.047
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dua tahun berturut-turut bertemu lawan tangguh di semifinal dan harus puas dengan medali perunggu. Tahun ini, takdir kembali mempertemukan mereka dengan tim yang sama.   Bedanya, kali ini tiga mahasiswi Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama rekan-rekannya datang dengan tekad berbeda. Bukan lagi sekadar melaju ke semifinal, tetapi menuntaskan perjuangan dengan […]

expand_less