Kamis, 8 Okt 2026

Hidup Sederhana Bukan Berarti Kekurangan, Begini Cara Menemukan Keberlimpahan

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Banyak orang mengira hidup berkelimpahan berarti memiliki banyak uang, rumah bagus, kendaraan mewah, atau mampu memenuhi hampir semua keinginan.

Padahal, dalam kehidupan seorang Muslim, keberlimpahan memiliki makna yang jauh lebih luas: hati yang merasa cukup, rezeki yang berkah, hidup yang tenang, dan apa yang dimiliki mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Pesan itulah yang disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Yudi Haryadi SE MM dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa Barat pada Selasa (01/09/2026).

Mengusung tema “Hidup Sederhana tapi Berkelimpahan”, Yudi mengajak umat Islam untuk melihat kembali makna kekayaan.

Menurutnya, ukuran keberlimpahan tidak semestinya berhenti pada jumlah harta yang dimiliki.

Namun, perlu dilihat dari kekayaan hati, keberkahan rezeki, ketenteraman hidup, dan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.

“Cara pandang ini menjadi penting di tengah kehidupan modern yang sering membuat seseorang mudah membandingkan dirinya dengan orang lain. Ukuran keberhasilan akhirnya tidak jarang bergeser menjadi soal seberapa banyak yang dimiliki, apa yang bisa dibeli, atau seperti apa gaya hidup yang ditampilkan,” ujar Yudi.

Menurutnya, memiliki banyak harta tidak otomatis membuat seseorang hidup lebih tenang.

Sebaliknya, seseorang bisa memiliki penghasilan besar dan berbagai fasilitas. Namun, tetap merasa kekurangan apabila keinginannya terus bertambah tanpa batas.

Oleh karena itu, kesederhanaan bukan sekadar soal mengurangi pengeluaran.

Kesederhanaan merupakan kemampuan untuk mengenali kebutuhan, mengendalikan keinginan, dan menggunakan harta secara proporsional.

Dengan begitu, seseorang tidak mudah terjebak dalam gaya hidup konsumtif hanya demi mengikuti standar kehidupan orang lain.

Di sinilah kesederhanaan justru dapat menjadi sumber keberlimpahan.

Ketika seseorang mampu mengendalikan keinginannya, rezeki yang dimiliki dapat diarahkan untuk hal-hal yang lebih penting.

Misalnya memenuhi kebutuhan keluarga, menyiapkan masa depan, beribadah, membantu sesama, hingga menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

Dalam perspektif ekonomi syariah, kata Yudi, rezeki juga tidak berhenti pada persoalan bagaimana seseorang memperoleh penghasilan.

Ada amanah yang melekat di dalamnya, yakni bagaimana harta tersebut digunakan secara baik, tidak berlebihan, serta mampu memberi kemanfaatan.

Dengan demikian, mengelola keuangan bukan hanya persoalan menghitung pemasukan dan pengeluaran.

Mengelola rezeki juga merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keberkahan hidup.

Penghasilan yang dikelola secara bijak dapat membuat kebutuhan lebih terencana sekaligus membuka ruang untuk berbagi.

“Kesederhanaan bukan berarti menolak kemajuan atau harus hidup serba kekurangan. Justru, kesederhanaan dapat menjadi cara untuk membangun kehidupan yang lebih terarah karena seseorang mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan dan untuk apa rezekinya digunakan,” imbuh Yudi.

Bagi keluarga, pesan tersebut bisa diterapkan melalui kebiasaan yang sederhana tetapi berdampak besar.

Mulai dari membuat prioritas kebutuhan, tidak mudah tergoda membeli sesuatu yang tidak diperlukan, mengendalikan gaya hidup, menggunakan penghasilan secara bertanggung jawab, hingga membiasakan diri menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi.

Lebih jauh, kesederhanaan juga mengajarkan qanaah, yakni kemampuan untuk merasa cukup atas karunia Allah tanpa berhenti berikhtiar.

Rasa cukup bukan berarti pasrah atau kehilangan semangat untuk maju, melainkan menjaga hati agar tidak selalu merasa kurang hanya karena mengejar sesuatu yang belum dimiliki.

Yudi menegaskan, kaya secara materi dan kaya secara hati merupakan dua hal yang berbeda. Harta adalah nikmat sekaligus amanah.

Nilainya akan menjadi semakin berarti ketika harta tersebut tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi menghadirkan kebaikan bagi keluarga dan masyarakat.

“Rezeki yang berkah bukan sekadar membuat hidup terasa cukup, melainkan mampu menjadi jalan menghadirkan manfaat bagi keluarga, sesama, dan lingkungan,” tandasnya.

Pada akhirnya, hidup sederhana bukan berarti membatasi diri untuk menikmati kehidupan.

Justru, kesederhanaan membantu seseorang menempatkan segala sesuatu secara proporsional: bekerja dengan sungguh-sungguh, menikmati rezeki tanpa berlebihan, memenuhi kebutuhan dengan bijak, dan berbagi ketika memiliki kelebihan.

Sebab, ukuran keberlimpahan bukan hanya tentang berapa banyak yang masuk ke rekening, tetapi seberapa banyak kebaikan yang dapat keluar darinya.

Rezeki yang dikelola dengan baik tidak berhenti sebagai angka atau kepemilikan.

Namun, berubah menjadi pendidikan bagi anak, kebutuhan keluarga yang terpenuhi, sedekah bagi yang membutuhkan, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Dengan cara pandang itu, hidup sederhana justru menghadirkan kekayaan yang sering kali tidak bisa dibeli dengan uang: hati yang tenang, kebutuhan yang terkendali, rezeki yang berkah, dan kehidupan yang dipenuhi manfaat.

Sebab, bagi seorang muslim, keberlimpahan bukan sekadar tentang seberapa banyak Allah menitipkan rezeki.

Namun, seberapa baik amanah itu dikelola dan seberapa luas kebaikan yang lahir darinya.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aturan Logo Halal Indonesia Terbaru: Batas Wajib & Solusi Pelaku Usaha

    Aturan Logo Halal Indonesia Terbaru: Batas Wajib & Solusi Pelaku Usaha

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bentuk simbol halal yang berlaku di Indonesia saat ini mengusung motif wayang kulit dengan perpaduan warna ungu serta hijau turkois. Desain ini diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal untuk menggantikan lambang lama Majelis Ulama Indonesia. Standar visual baru tersebut wajib dicantumkan pada kemasan produk yang beredar secara sah di seluruh wilayah nusantara. […]

  • UM Bandung Perkuat Literasi Finansial Mahasiswa Lewat Edukasi Pasar Modal

    UM Bandung Perkuat Literasi Finansial Mahasiswa Lewat Edukasi Pasar Modal

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mendapat bekal penting untuk mengenal dunia investasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkenalkan dasar-dasar pasar modal sekaligus cara menjadi investor muda yang lebih cerdas dalam rangkaian Pesonamu UM Bandung 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Selasa (22/09/2026). Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat […]

  • Saat AI Masuk Ruang Kuliah, FAI UM Bandung Ingatkan Soal Etika

    Saat AI Masuk Ruang Kuliah, FAI UM Bandung Ingatkan Soal Etika

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mendorong dosen dan mahasiswa memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Dekan FAI UM Bandung Cecep Taufikurrohman MA PhD mengatakan, perkembangan teknologi harus tetap diiringi adab dan etika dalam proses menuntut ilmu. “Sejatinya sebelum ilmu itu intinya adab […]

  • Agribisnis Bukan Cuma Soal Kebun, Ada Bisnis dan Banyak Peluang di Baliknya

    Agribisnis Bukan Cuma Soal Kebun, Ada Bisnis dan Banyak Peluang di Baliknya

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Kuliah Agribisnis ternyata bukan cuma soal belajar pertanian di ruang kelas. Bagi Albar Yuwar Dhanuwinata, justru bagian paling menarik adalah ketika teori yang dipelajari bisa langsung dicoba di dunia nyata. Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung itu merasakan sendiri bagaimana mahasiswa diberi ruang untuk belajar bisnis sejak masih kuliah. […]

  • Inspiratif! Mahasiswi UIN Bandung Ukir Nama di 42 Besar MPR Rabbani 2026

    Inspiratif! Mahasiswi UIN Bandung Ukir Nama di 42 Besar MPR Rabbani 2026

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Mahasiswi Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Riski Rodiah, angkatan 2025 berhasil masuk 42 besar Mahasiswi Pilihan Rabbani (MPR) 2026/2027. Atas capaian yang membanggakan itu, Program Studi Akuntansi Syariah memberikan apresiasi kepada Riski dalam kegiatan serahan apresiasi yang berlangsung di Aula FEBI UIN Bandung, […]

  • Seminar Himprofar UM Bandung Kupas Masa Depan Dunia Farmasi

    Seminar Himprofar UM Bandung Kupas Masa Depan Dunia Farmasi

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Firman Katon
    • visibility 106
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Dunia Kefarmasian saat ini tidak lagi sekedar mencetak label dan menyerahkan obat kepada pasien. Saat ini perkembangannya sudah jauh maju. Perkembangan tersebut dipengaruhi karena teknologi, hukum, dan keahlian klinis manusia itu sendiri. “Profesi ini telah berevolusi menjadi sistem kompleks yang didorong oleh kecanggihan digital, dibatasi hukum yang ketat, dan dihidupkan oleh keahlian klinis […]

expand_less