Senin, 2 Nov 2026

Inovasi Bukan Sekadar Teknologi, Melainkan Kemampuan Menciptakan Nilai

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Perubahan di berbagai sektor, termasuk bisnis dan perbankan, menjadi keniscayaan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Namun, perubahan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia agar mampu memberikan manfaat dan menciptakan nilai yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Compliance & Human Capital PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Adhi Sanjaya saat menjadi narasumber dalam Stadium Generale ”Executive Insight Series (EIS)” Volume 1 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan bertema “Strategi Inovasi dan Resiliensi Menuju Masa Depan Bisnis Berkelanjutan” tersebut, Arief menegaskan bahwa inovasi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci penting bagi organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan dunia bisnis.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku pelanggan, ketidakpastian ekonomi, hingga dinamika dunia kerja menuntut organisasi untuk bergerak lebih cepat.

Kondisi tersebut harus direspons melalui inovasi, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai perubahan.

Arief mengungkapkan bahwa kesadaran akan pentingnya perubahan belum sepenuhnya diikuti kesiapan organisasi dalam menghadapinya.

Mengutip laporan Deloitte 2026, ia menyebutkan bahwa 85 persen pemimpin menilai kemampuan beradaptasi sebagai kompetensi yang sangat penting.

Namun, hanya 7 persen yang merasa organisasinya mampu membantu pegawai untuk terus beradaptasi dan berkembang.

Menurut Arief, temuan tersebut menunjukkan bahwa memahami pentingnya perubahan saja tidak cukup.

Organisasi juga harus mampu mengambil langkah konkret melalui peningkatan kompetensi, pembaruan sistem kerja, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan bahwa inovasi bukan sekadar menciptakan ide atau menghadirkan teknologi baru.

Lebih dari itu, inovasi merupakan kemampuan mengubah persoalan menjadi solusi yang bernilai serta memberikan manfaat nyata bagi pelanggan, perusahaan, dan masyarakat.

Selain inovasi, Arief menyoroti pentingnya resiliensi atau ketangguhan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Resiliensi mencakup kemampuan mengantisipasi risiko, menjaga keberlangsungan operasional, memulihkan kondisi, dan terus berkembang.

Ia mencontohkan transformasi BSI yang membutuhkan kesamaan tujuan, budaya kerja yang kuat, dan kolaborasi seluruh elemen organisasi.

Arief juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi.

Kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, integritas, budaya organisasi, dan kemampuan bekerja sama justru menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan teknologi digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus belajar.

“Dengan bekal tersebut, saya berharap generasi muda mampu melihat perubahan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk berinovasi, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Arief.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengapresiasi Program Studi Magister Manajemen yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, forum ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa, khususnya bidang manajemen, untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan bisnis, ekonomi, keuangan syariah, dan tantangan dunia kerja pada masa depan.

Herry menilai kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena menghadirkan praktisi yang memiliki pengalaman langsung di bidangnya.

Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi dapat berdiskusi dan mendapatkan perspektif praktis yang belum tentu diperoleh selama perkuliahan.

Ia menegaskan bahwa pemikiran inovatif diperlukan dalam setiap bidang usaha, baik skala kecil maupun besar.

Terlebih, di tengah ketidakpastian dan perkembangan teknologi yang sulit diprediksi, kemampuan berinovasi menjadi modal penting untuk menjaga ketangguhan dan keberlanjutan bisnis.

Lebih jauh, Herry mengingatkan bahwa industri perbankan memiliki standar yang ketat dalam pengelolaan dan perekrutan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, mahasiswa UM Bandung perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi, keterampilan, dan kualitas terbaik agar mampu bersaing dan memenuhi tuntutan profesional apabila kelak berkarier di sektor perbankan.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Era AI Menuntut Sarjana Terus Belajar, Dadang Kahmad Ingatkan Lulusan UM Bandung

    Era AI Menuntut Sarjana Terus Belajar, Dadang Kahmad Ingatkan Lulusan UM Bandung

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 54
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Gelar sarjana tidak lagi cukup menjadi modal untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, lulusan perguruan tinggi dituntut terus belajar, beradaptasi, dan mampu membuktikan kompetensinya melalui karya nyata. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas […]

  • Dari Skincare hingga Kosmetik, Ini Peluang Wirausaha bagi Mahasiswa Farmasi

    Dari Skincare hingga Kosmetik, Ini Peluang Wirausaha bagi Mahasiswa Farmasi

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 22
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Mahasiswa farmasi memiliki peluang berwirausaha yang lebih luas daripada sekadar membuka apotek atau bekerja di rumah sakit. Peluang tersebut mencakup pengembangan produk perawatan kulit, kosmetik, hingga berbagai produk kesehatan yang dapat dikembangkan menjadi bisnis. Wawasan itu dirasakan Aurelia, salah satu peserta Seminar Wirausaha 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi (Himprofar) Universitas […]

  • Sampah Dapur Jangan Langsung Dibuang, Mahasiswa KKN UM Bandung Kenalkan Cara Mengolahnya

    Sampah Dapur Jangan Langsung Dibuang, Mahasiswa KKN UM Bandung Kenalkan Cara Mengolahnya

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Sampah dapur sering kali berakhir begitu saja di tempat pembuangan. Padahal, jika dikelola dengan cara yang tepat, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga bisa diolah sejak dari rumah. Hal inilah yang coba dikenalkan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kelompok KKN Dukuh 1 kepada masyarakat Desa Dukuh, Kecamatan […]

  • Calon Ulama Muhammadiyah Perlu Kedalaman Ilmu di Tengah Banjir Informasi Digital

    Calon Ulama Muhammadiyah Perlu Kedalaman Ilmu di Tengah Banjir Informasi Digital

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 49
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Yogyakarta — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan agama. Di tengah kemudahan akses informasi tersebut, kader ulama Muhammadiyah dan Aisyiyah dituntut memiliki otoritas keilmuan yang kuat serta integritas moral agar dapat menjadi rujukan tepercaya bagi umat. Pesan tersebut disampaikan Guru Besar UHAMKA Ai Fatimah Nur Fuad dalam Studium […]

  • Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM, Benarkah Bisa Meningkatkan Penjualan?

    Manfaat Sertifikat Halal untuk Omzet UMKM, Benarkah Bisa Meningkatkan Penjualan?

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, sertifikat ini dapat menjadi salah satu strategi bisnis untuk membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan membuka peluang peningkatan omzet. Bagi pelaku usaha makanan, minuman, kosmetik, hingga produk olahan, memiliki sertifikat halal […]

  • Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

    Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Penguatan tersebut mencakup aspek kelembagaan, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar […]

expand_less