Kamis, 8 Okt 2026

Merajut Integrasi Keilmuan Menuju Universitas Riset Unggul ala UIN Bandung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali mencatatkan momentum penting dalam memperkuat fondasi akademik melalui penyelenggaraan Short Course Konsorsium Keilmuan 2026 bertajuk “Mengokohkan Integrasi Keilmuan dan Jati Diri Menuju Rahmatan Lil Alamin” yang berlangsung di Aula Ushuluddin Lantai 1 Kampus II, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. selaku Ketua Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (WMI). Dalam arahannya, ditegaskan bahwa implementasi nyata dari paradigma Wahyu Memandu Ilmu adalah mewujudkan nilai-nilai rahmatan lil alamin, yang selaras secara substansial dengan visi besar Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Pembukaan dan Arahan Pimpinan Universitas

Rangkaian kegiatan ini dimulai pada pagi hari pukul 07.00 WIB dengan registrasi peserta. Acara inti dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh MC. Agenda pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hanna Habibah Ma’mun, M.Pd., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UIN.

Sesi sambutan pengantar disampaikan oleh Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. selaku Ketua Konsorsium WMI. Suasana semakin khidmat ketika sesi arahan sekaligus pembukaan acara disampaikan oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Dalam sambutannya, ditekankan bahwa konsolidasi konsorsium keilmuan ini menjadi pilar utama pengarusutamaan WMI demi mengawal transformasi mutu akademik universitas berstandar global.

Pemaparan Materi dan Diskusi Pakar

Memasuki sesi pleno yang dipusatkan di Aula Ushuluddin Lantai 1, kegiatan menghadirkan sederet narasumber guru besar dan pakar terkemuka. Sesi pertama diawali oleh Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag. memaparkan materi strategis mengenai penguatan integrasi keilmuan dan jati diri universitas.

Wakil Rektor I menggarisbawahi bahwa pemisahan antara ilmu agama dan sains umum merupakan dikotomi usang yang harus didekonstruksi. “Integrasi keilmuan harus diletakkan sebagai landasan epistemologis untuk menjawab kompleksitas masalah kemanusiaan modern tanpa kehilangan akar spiritualitas Islam,” jelasnya.

Paparan itu diperdalam oleh Prof. Dr. H. Afif Muhammad, MA., Guru Besar UIN Bandung yang menguraikan dimensi spiritual dan kultural keilmuan Islam di lingkungan kampus. Dengan menekankan bahwa bangunan akademik tidak boleh steril dari nilai-nilai akhlakul karimah dan kearifan lokal. “Tradisi intelektual Islam harus hidup dalam ruang-ruang kultural civitas akademika sebagai pilar pembentuk karakter insan kamil,” tegasnya.

Setelah jeda istirahat, sholat, dan makan (Isoma) pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, rangkaian materi dilanjutkan oleh Prof. Muhammad Taufiq Rahman, Ph.D., Ketua Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana mengupas tuntas dinamika jati diri institusi, menyoroti pentingnya ketahanan epistemik dan adaptasi struktural perguruan tinggi Islam di tengah gelombang disrupsi global.

“Perlunya institusi untuk terus memperbaharui metodologi riset yang responsif terhadap kebutuhan zaman,” bebernya.

Diskusi berlanjut secara hibrida dengan menghadirkan pemikiran mendalam dari Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, M.Ag. yang hadir secara hibrida melalui platform Zoom, membagikan pengalaman transformatif dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul.

Mantan Rektor UIN Malang ini memaparkan strategi kepemimpinan akademik yang menggabungkan kekuatan manajerial modern dengan ruh spiritualitas pesantren, “sebagai kunci sukses melahirkan lulusan yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.

Menjelang penghujung sesi, suasana akademik semakin bernas saat Mada Sanjaya W.S., Ph.D. menghadirkan sesi puncak yang bernas melalui presentasi bedah buku terjemahan dan kajian mendalamnya atas karya klasik Al-Khwarizmi berjudul “Matematika Aljabar Al-Khwarizmi dalam Kitab Fi Al-Jabr wa Al-Muqabala”.

Dengan memaparkan bagaimana peradaban Islam klasik melalui Al-Khwarizmi meletakkan fondasi fundamental ilmu aljabar dan geometri yang kemudian menjadi pilar revolusi sains modern. “Ini secara konkret menunjukkan manifestasi paradigma Wahyu Memandu Ilmu melalui penggalian kembali keagungan sains klasik Islam, di mana prinsip geometri, aljabar, dan metode matematis Al-Khwarizmi diintegrasikan ke dalam pengembangan sains serta kurikulum perkuliahan modern,” paparnya.

Genealogi, Wahyu Memandu Ilmu, dan Mazhab Cipadung

Pemaparan materi berjalan sangat dinamis dan interaktif. Salah satu sorotan utama mengkaji genealogi sosio-historis pendidikan tinggi Islam di Jawa Barat, mulai dari akar pesisir Cirebon, jaringan pesantren, hingga formalisasi IAIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui SK Menteri Agama No. 56 Tahun 1968, yang kemudian bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2005.

Diskusi mendalam memperkokoh fondasi epistemologis khas UIN Bandung, yakni Paradigma Wahyu Memandu Ilmu (WMI) di mana implementasinya secara konsisten bermuara pada pengejawantahan nilai rahmatan lil alamin.

Konsep ini berjalan seiring dengan Mazhab Cipadung yang merepresentasikan konstruksi intelektual lokal bersumber dari warisan spiritual Sunan Gunung Djati serta dialektika syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.

“Transformasi institusional UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuktikan bahwa modernisasi universitas dan pengarusutamaan Wahyu Memandu Ilmu harus berorientasi pada kemaslahatan rahmatan lil alamin demi mewujudkan peradaban yang berdaya saing global.”

Penutupan Rangkaian Acara

Menjelang sore hari, rangkaian acara di Aula Ushuluddin Lantai 1 ditutup secara resmi pada pukul 16.20 WIB. Acara diawali dengan prakata penutup oleh Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. selaku Ketua Konsorsium WMI pada pukul 16.00 hingga 16.15 WIB dan diakhiri secara resmi oleh penutupan dari MC, menandai tuntasnya agenda konsorsium yang memperkokoh komitmen kolektif sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    Dalam 1 Bulan, Prodi PAI UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mengantarkan empat proposal riset kolaboratif antar perguruan tinggi keagamaan Islam ke kompetisi riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun 2026.

  • Indahnya Berbagi: Merajut Kepedulian dalam Dekapan Ukhuwah HMJ Akuntansi Syariah

    Indahnya Berbagi: Merajut Kepedulian dalam Dekapan Ukhuwah HMJ Akuntansi Syariah

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Senyum tulus dan tatapan teduh para lanjut usia menyambut kehadiran puluhan mahasiswa di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi, Jalan Sancang No. 2, Burangrang, Lengkong, Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).   Ruang panti yang biasanya hening seketika berubah menjadi hangat penuh tawa dan cerita. Hari itu, Departemen Pengabdian Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi […]

  • Panduan Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM: Jalur Mandiri vs Pendamping

    Panduan Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM: Jalur Mandiri vs Pendamping

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku usaha bisa mengurus sertifikat halal secara mandiri melalui jalur Selfate (Pernyataan Mandiri) yang disediakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Syarat utamanya meliputi NIB, kepemilikan akun Si Halal, daftar bahan baku yang terverifikasi halal, serta proses produksi yang terjamin kebersihannya. Pendaftaran ini kini jauh lebih cepat dan terjangkau bagi usaha skala mikro dan […]

  • Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BANDUNGMU.COM, Bandung – Pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya Revolusi Industri 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun, di tengah kemajuan tersebut, manusia dituntut untuk tidak kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan. Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung Hendar Riyadi menyebut Islam memiliki lima pilar penting yang dapat menjadi fondasi kehidupan manusia […]

  • Apoteker Beragama Katolik Ini Lulus dengan IPK Tertinggi dari Angkatan Pertama UM Bandung

    Apoteker Beragama Katolik Ini Lulus dengan IPK Tertinggi dari Angkatan Pertama UM Bandung

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 18
    • 0Komentar

    GENHLAL.ID, Bandung — Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto mendorong apoteker lulusan UM Bandung menjadi tenaga profesional yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Herry seusai prosesi pengambilan sumpah 12 apoteker UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 751, Sabtu (3/10/2026). Kedua belas […]

  • Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 28
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Perkembangan ruang digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, membangun diskursus publik, dan merespons berbagai persoalan sosial. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan ketika partisipasi publik lebih banyak dipengaruhi tren dan Fear of Missing Out (FOMO) daripada pemahaman yang mendalam. Direktur Democracy and Electoral Integrity Program (DEEP) Indonesia […]

expand_less