Senin, 2 Nov 2026

Muhammadiyah Jabar Sebut Seruan Revolusi di Media Sosial sebagai Fitnah

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Beredar di media sosial konten yang mengatasnamakan Muhammadiyah dan mengajak seluruh kader mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan terkait dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebut tidak memiliki dokumen setara SMA.

Konten tersebut juga memuat seruan aksi turun ke jalan pada 15 Oktober 2026. Aksi itu disebut akan menyerukan revolusi apabila Presiden Prabowo tidak memenuhi desakan tersebut.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana menegaskan bahwa seruan tersebut merupakan hoaks dan fitnah yang bertujuan menjelekkan nama Muhammadiyah.

Iu mengatakan bahwa Muhammadiyah membangun high politics, tidak terlibat aktif dalam politik praktis.

Sekretaris Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana (Sumber: PWM Jawa Barat).***

“Kami mengecam pihak-pihak yang dengan sengaja mengadu domba bangsa ini. Saya kira, terkait kasus Gibran, para elit bisa menyikapinya sesuai hukum ketatanegaraan dan dilakukan secara arif harus seperti apanya,” tegas Iu Rusliana melalui siaran persnya pada Minggu (11/10/2026).

Seruan revolusi yang dalam media sosial mengklaim dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah jelas tindakan orang pengecut, hanya ingin melempar batu sembunyi tangan.

“Tindakan manusia tidak bertanggungjawab dan sengaja mengadudomba pemerintahan dan ormas,” tegasnya.

Kepribadian Muhammadiyah mengajarkan untuk mendukung pemerintahan yang sah dan memberikan kritik secara bijak baik ke luar maupun ke dalam.

“Bisa dilihat, seruan itu bertentangan dengan kepribadian Muhammadiyah. Bisa dengan mudah kita simpulkan, itu untuk merugikan warga Muhammadiyah,” jelasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Bapak Ketua Umum Haedar Nashir telah menyampaikan pandangannya tentang hal tersebut.

Di mana beliau meminta semua elite politik mawas diri, melakukan introspeksi ke dalam mengapa hal tersebut bisa terjadi.***

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panduan Perbedaan Sertifikat Halal MUI dan BPJPH untuk Pelaku Usaha

    Panduan Perbedaan Sertifikat Halal MUI dan BPJPH untuk Pelaku Usaha

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — MUI kini bertindak sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa kehalalan melalui sidang ulama, sementara BPJPH adalah badan pemerintah yang resmi menerbitkan sertifikat halal setelah produk tersebut dinyatakan suci. Dulu seluruh proses diurus satu pintu oleh MUI, namun kini kewenangan legalitas hukum berpindah ke tangan negara melalui BPJPH. Proses saat ini mewajibkan pelaku usaha mendaftar ke […]

  • BPJPH Apresiasi Dedikasi dan Dorong Peningkatan Kinerja untuk Perkuat Layanan Halal

    BPJPH Apresiasi Dedikasi dan Dorong Peningkatan Kinerja untuk Perkuat Layanan Halal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal, melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Provinsi Lampung. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BPJPH memastikan penyelenggaraan layanan Jaminan Produk Halal (JPH) di daerah berjalan optimal sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Balai […]

  • 5 Kontingen Terbaik PORSI JAWARA II Pekalongan, UIN Bandung Juara Umum

    5 Kontingen Terbaik PORSI JAWARA II Pekalongan, UIN Bandung Juara Umum

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 428
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kontingen UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II PTKIN se-Jawa dan Madura yang digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, 9–13 September 2026.   UIN Bandung mengukuhkan dominasinya di puncak klasemen dengan perolehan total 22 medali, yang […]

  • Kerap Disepelekan, Kesehatan Mental Ibu Butuh Dukungan Keluarga

    Kerap Disepelekan, Kesehatan Mental Ibu Butuh Dukungan Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua, bahkan hingga menyebabkan kematian, menjadi perhatian serius. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tindakan kekerasan. Namun, kondisi psikologis dan tekanan kehidupan yang dialami orang tua. Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Novy Yulianty menjelaskan bahwa tindakan seorang ibu yang melukai anaknya tidak […]

  • Akademi Sejarah Batch 2: Merajut Kebersamaan Muhammadiyah-NU dari Surabaya

    Akademi Sejarah Batch 2: Merajut Kebersamaan Muhammadiyah-NU dari Surabaya

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Akademi Sejarah Batch 2 resmi digelar di Surabaya pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka Indonesia ini diikuti oleh perwakilan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia, mewakili beragam kalangan. Berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman, acara ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat penulisan sejarah […]

  • Kutukan itu Mitos. Bangkitlah Ibu Pertiwiku..

    Kutukan itu Mitos. Bangkitlah Ibu Pertiwiku..

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 53
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Di umur ke-81 ini, kita masih melihat lebih banyak kabar duka. Merosotnya kelas menengah, semakin banyaknya pelaku ekonomi tanpa perlindungan: ojek online, kaki lima, pekerja informal. Anggaran yang mengerut menyebabkan daerah menerit, banyak akun BPJS warga dinon-aktifkan sehingga biaya kesehatan per orang seret. Hasil bumi mineral dan tambang kita lebih banyak dikuasai segelintir orang. […]

expand_less