Jangan Tunggu Tua, Mahasiswa Perlu Mulai Menyiapkan Masa Depan Finansial
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Masa kuliah sering kali identik dengan tugas, organisasi, nongkrong, dan mulai mencari pengalaman kerja. Namun, ada satu hal yang tak kalah penting untuk dipikirkan sejak sekarang: bagaimana kondisi finansial di masa depan?
Bagi Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ayi Yunus Rusyana, menyiapkan masa depan tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik atau mencari pekerjaan setelah lulus.
Dia juga mengingatkan mahasiswa perlu mulai belajar mengatur keuangan dan memiliki perencanaan hidup yang jelas.
Pesan tersebut disampaikan Ayi saat memberikan sambutan dalam program ADPI Goes to Campus 2026 yang digelar Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, UM Bandung, Selasa (15/09/2026).
Menurut Ayi, perencanaan finansial sejak muda dapat membantu seseorang menghadapi berbagai fase kehidupan dengan lebih tenang. Bukan hanya ketika masih produktif bekerja, tetapi saat memasuki masa purna kerja.
“Hidup kita ini banyak sekali tanggung jawabnya sebagai makhluk sosial. Dalam ajaran Islam, kita memiliki banyak amanah dan tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini,” ujar Ayi.
Oleh karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalani kehidupan tanpa arah. Menurutnya, memiliki visi dan perencanaan membuat seseorang lebih mampu menggunakan waktu, tenaga, dan potensi yang dimiliki untuk menjalankan berbagai tanggung jawab.
“Jadi, kalau hidup kita hanya santai, rebahan, kemudian slow living begitu saja, maka tidak bisa memaksimalkan dalam menjalankan amanah tersebut,” kata Ayi.
Ia mengatakan, perencanaan masa depan bukan berarti harus mengetahui seluruh perjalanan hidup secara detail. Yang lebih penting adalah memiliki tujuan dan mulai mempersiapkan berbagai kemungkinan sejak dini.
“Kita tidak bisa hanya mengikuti hidup ini seperti air mengalir, tetapi perlu ada perencanaan yang bagus. Setelah selesai kuliah kita bekerja dan memiliki kesejahteraan. Ketika selesai bekerja pun kita memiliki hidup yang tenang karena semua sudah direncanakan,” ujarnya.
Pesan tentang pentingnya mempersiapkan masa depan finansial itu menjadi salah satu bahasan dalam ADPI Goes to Campus 2026. Melalui sosialisasi dan kuliah umum, mahasiswa diajak mengenal lebih jauh literasi keuangan sekaligus pentingnya mempersiapkan dana pensiun.
Ketua Umum ADPI Abdul Hadi mengatakan, kampus merupakan tempat strategis untuk mengenalkan literasi dana pensiun kepada generasi muda. Sebab, mahasiswa merupakan calon tenaga profesional yang nantinya akan memasuki dunia kerja.
“Kampus adalah tempat talent-talent dibentuk untuk melahirkan profesional. Dunia kerja menjadi tempat pembuktian bahwa talent dari kampus bisa profesional dan membawa maslahat bagi masyarakat,” tutur Abdul Hadi.
Menurutnya, dana pensiun jangan sampai dianggap sebagai urusan orang yang sudah tua. Kesadaran untuk mempersiapkannya justru perlu tumbuh ketika seseorang masih muda dan produktif.
“Dana pensiun bukan urusan orang tua saja. Perlu dipersiapkan sejak dini minimal awareness, pengetahuan, dan perencanaannya,” tegasnya.
Abdul Hadi menambahkan, kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan momentum Bulan Dana Pensiun yang dicanangkan bersama OJK, Kemenaker, dan Kementerian PAN-RB sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai dana pensiun.
Sementara itu, Ketua Bidang Sosialisasi dan Literasi DPP ADPI Faizal Ridwan Zamzany mengajak mahasiswa mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui materi Build a Professional Legacy.
Faizal menjelaskan bahwa mengelola keuangan sejak kuliah bisa dimulai dari hal sederhana. Apa sajakah?
Mahasiswa perlu belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun growth mindset, serta memahami bagaimana prinsip compounding interest atau bunga berbunga dapat bekerja dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
“Dana pensiun bukan sekadar tentang berhenti bekerja, melainkan tentang kepastian kemandirian finansial di masa depan,” ujar Faizal.
Selain memikirkan dana pensiun, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan dana darurat dan mitigasi risiko keuangan. Kebiasaan menunda perencanaan finansial dapat membuat seseorang lebih rentan ketika memasuki usia nonproduktif.
“Jika tidak direncanakan sejak dari bangku kuliah, kita berisiko terjebak dalam masa pensiun yang rentan secara ekonomi,” pungkas Faizal.
Program tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UM Bandung dan ADPI sebagai landasan kerja sama untuk memperkuat edukasi keuangan dan sinergi profesional.***(FK)
- Penulis: Feri Anugrah
