Ikhtiar Berbuah Manis! Mahasiswa Apoteker UM Bandung Lulus 100 Persen Ukomnas PDPA
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Ikhtiar panjang mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung akhirnya berbuah manis.
Seluruh mahasiswa PSPPA angkatan pertama berhasil lulus 100 persen Ujian Kompetensi Nasional Program Diploma dan Profesi Apoteker (Ukomnas PDPA) melalui metode OSCE dan CBT Nasional.
Capaian ini bukan sekadar angka kelulusan. Bagi UM Bandung, hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan profesi apoteker dibangun melalui ikhtiar yang serius.
Ditambah dengan pendampingan yang berkelanjutan, kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, laboran, dan berbagai unsur pendukung lainnya.
Sejak menjalani pendidikan profesi, mahasiswa PSPPA tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis. Mereka juga mendapatkan penguatan keterampilan melalui skill lab, tutor, bimbingan, hingga try out sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian kompetensi nasional.
Ikhtiar tersebut kemudian diuji melalui Ukomnas PDPA. Ujian ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan calon apoteker memiliki kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan sebelum mengabdikan diri di tengah masyarakat.
Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari mengatakan, kelulusan 100 persen mahasiswa angkatan pertama merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan secara bersama-sama.
“Alhamdulillah, ini berkat kerja sama seluruh dosen yang memberikan skill lab, tutor, bimbingan, dan try out kepada mahasiswa PSPPA angkatan pertama,” ucap Dwintha di UM Bandung, Selasa (25/08/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas dan seluruh elemen Fakultas Farmasi.
Mulai dari tenaga kependidikan, laboran, sarana dan prasarana, hingga berbagai pihak yang turut memastikan mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dan ujian dengan baik.
“Tidak hanya itu, berkat seluruh pimpinan, pemeran standar, tendik, laboran, sarpras, dan seluruh pihak lainnya yang menjadi pendukung atas keberhasilan mahasiswa mengikuti Ukomnas dengan baik,” imbuhnya.
Dwintha menilai capaian 100 persen tersebut menjadi modal penting bagi PSPPA UM Bandung untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut bukan titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Ia berharap para lulusan PSPPA angkatan pertama tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Kompetensi yang telah diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat benar-benar digunakan untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang aman, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi kefarmasian secara profesional, berintegritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.
Semangat kebermanfaatan tersebut sejalan dengan peran apoteker yang tidak hanya dituntut menguasai ilmu kefarmasian.
Namun, bagaimana memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, keberhasilan mahasiswa PSPPA UM Bandung diharapkan dapat berlanjut menjadi pengabdian nyata setelah mereka terjun ke dunia profesi.
Bagi UM Bandung, capaian mahasiswa PSPPA angkatan pertama juga menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam menghadirkan pendidikan profesional yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas dan ujian. Namun, diarahkan agar ilmu yang diperoleh dapat memberi dampak nyata.
Di sisi lain, UM Bandung masih membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang ketiga hingga 20 September 2026.
Informasi ini menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensi profesional di lingkungan UM Bandung.
Berdiri pada 14 Juni 2016, UM Bandung kini telah memperoleh akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT.
Kampus yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, tersebut memiliki lima fakultas dengan 18 program studi sarjana, dua program magister, serta satu program profesi apoteker.
Capaian kelulusan 100 persen mahasiswa PSPPA angkatan pertama pun menjadi cerita awal yang penting.
Dari sebuah proses panjang yang diisi ikhtiar, pendampingan, dan kolaborasi, lahirlah calon-calon apoteker yang diharapkan mampu membawa ilmu kefarmasian keluar dari kampus dan menghadirkannya sebagai kemanfaatan bagi masyarakat.***(FA/FK)
- Penulis: Feri Anugrah
