Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi, Roni Tabroni: Praktisnya, Bisa Dibilang Jurnalisme Berdampak Lho!
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Jakarta – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Roni Tabroni MSi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan” yang diterbitkan “Suara Muhammadiyah”.
Peluncuran dan bedah buku ini berlangsung di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 4, Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/07/2026). Kegiatan ini juga terlaksana atas dukungan penuh Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Roni menuturkan, buku ini lahir dari kegelisahan intelektual, melihat dua sisi yang berjalan sendiri-sendiri. Satu, tradisi jurnalisme yang sedang mengalami guncangan disrupsi, tetapi di sisi lain publik mengalami banjir informasi. Namun, informasi yang ada tidak cukup menjadi energi untuk melakukan perubahan karena terbatas pada aspek informasi dan juga kontrol.
Menurut Roni, informasi yang lahir dari tradisi jurnalisme yang ada tidak cukup untuk mendorong publik melakukan sesuatu yang lebih positif. Kemudian yang kedua, ada tradisi baik di publik, yakni kedermawanan yang menjadi kekhassan dari masyarakat Indonesia, tidak tersambung dengan dunia jurnalisme.
“Buku ini digagas untuk menjembatani dua potensi besar tersebut. Namun, dengan diksi jurnalisme filantroli, ia menjadi sebuah disiplin keilmuan baru yang interdisiplin yang melahirkan paradigma dan konsep baru dalam bidang jurnalisme,” ujar Roni.
Wakil Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menegaskan bahwa jurnalisme filantropi tidak hanya mengabarkan sesuatu, tidak berhenti pada memberitakan persoalan sosial, atau hanya memberitakan penderitaan orang.
Namun, jurnalisme filantropi justru melanjutkan mengawal persoalan itu dengan pemberitaannya untuk memobilisasi kedermawanan dan mendorong partisipasi publik untuk bergerak bersama menyelesaikan persoalan.
Hal yang paling penting, jurnalisme filantropi juga akan memastikan jika sebuah persoalan selesai, sampai terjadinya perubahan sosial. Jurnalisme filantropi dianggap sukses jika persoalan yang diangkat di awal, dapat diselesaikan dan terjadi perubahan sosial.
“Maka dari itu, ukuran keberhasilan jurnalisme filantropi bukan pada banyaknya berita, bukan pada seberapa viral, tetapi pada seberapa berdampak bagi kehidupan sosial masyarakat. Jurnalisme filantropi juga tidak malu-malu untuk berpihak. Jurnalisme filantropi memiliki keberpihakan yang jelas, yaitu pada kebenaran, kemanusian, dan kesejahteraan sosial,” pungkas Roni.
Karya tulis buku Roni Tabroni yang sudah terbit, enam tahun terakhir, yaitu “Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan” (2026); “Media dan Islam Berkemajuan: Perjalanan dan Pemikiran Jurnalis Islam Lintas Generasi” (2025); “Komodifikasi Agama di Media: Ideologi Komersialisasi di Balik Pemberitaan Filantropi” (proses cetak); “Haji Fachrodin: Lokomotif Pers dan Literasi Islam” (2024); “Pers Islam: Pendekatan Sejarah dan Perannya di Masyarakat” (2024); “Jurnalisme Profetik: Perspektif Islam Berkemajuan” (2024); “Jurnalisme Digital: Pendekatan Teknologi Baru dalam Teori dan Praktik Jurnalisme” (2024); “Komunikasi Politik pada Era Digital” (2023); “Islam dan Media: Mediasi Agama Dalam Ruang Publik” (2022); “Jurnalisme Filantropi: Inspirasi untuk Aksi, Keadilan, dan Pemerataan Sosial” (2021); “Haedar Nashir: Narasi Islam Berkemajuan” (2021); “Masyarakat Digital” (2020).
Roni Tabroni merupakan salah satu kader Muhammadiyah paling produktif menulis buku. di samping tentu saja berkarya dan melakukan pemberdayaan dalam posisinya sebagai akademisi UM Bandung.***(FA)
- Penulis: Feri Anugrah
- Editor: SAB
