Kamis, 8 Okt 2026

7 Langkah Mudah Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM Gratis dan Cepat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
GENHALAL.ID — Proses legalisasi kehalalan produk bagi usaha mikro kini semakin mudah melalui program Self-Declare Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan data pelaku, Nomor Induk Berusaha (NIB), daftar produk, serta bahan baku yang digunakan. Pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi SIHALAL dengan pendampingan dari pendamping PPH atau langsung di kantor Kemenag setempat.

Mendapatkan legalitas produk pangan kini bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun lewat skema gratis, asalkan produsen cermat menyiapkan seluruh berkas administrasi dan lolos verifikasi bahan baku. Dari pengalaman saya mendampingi pelaku usaha kuliner, hambatan terbesar bukanlah pada rumitnya sistem digital, melainkan ketidaktelitian saat mencocokkan nama bahan dengan daftar halal resmi. Karena itu, memahami prosedur baku menjadi kunci utama agar proses verifikasi berjalan mulus tanpa bolak-balik revisi.

Tahukah kamu bahwa sebagian besar penolakan pendaftaran halal mandiri terjadi bukan karena produknya mengandung bahan haram, melainkan akibat kesalahan sepele dalam menuliskan merek supplier pada sistem? Umumnya, pelaku usaha mengabaikan detail kecil seperti perbedaan satu huruf pada label kemasan, yang langsung berujung pada sistem otomatis menolak usulan tersebut. Padahal, jika dipersiapkan dengan kepala dingin, cara membuat sertifikat halal umkm sebenarnya sangat terstruktur dan ramah bagi pemula.

Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM: Pengertian, Manfaat, dan Ketentuan Self-Declare

Sertifikat halal mandiri atau yang sering disebut jalur Self-Declare adalah fasilitas negara bagi pengusaha mikro dan kecil untuk mendapatkan pengesahan kehalalan produk secara gratis tanpa melalui audit lembaga pemeriksa berbayar. Konsep ini dirancang khusus untuk mendongkrak daya saing produk rumahan agar bisa masuk ke toko modern, e-commerce, hingga pasar ekspor tanpa terbebani biaya sertifikasi yang dulu dikenal mahal. Mengapa ini krusial? Konsumen Muslim Indonesia saat ini jauh lebih kritis dan secara sadar mencari logo halal sebelum memutuskan membeli produk makanan atau minuman kemasan.

Sebagai contoh nyata, bayangkan Bu Siti yang memproduksi keripik singkong balado di Bandung. Dulu, usahanya sulit masuk ke minimarket lokal karena belum punya label resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Begitu beliau memahami ketentuan Self-Declare—bahwa produknya harus menggunakan bahan yang sudah pasti kehalalannya dan melalui proses produksi yang sederhana—beliau langsung mendaftar via aplikasi. Dalam waktu kurang dari sebulan, nomor sertifikat turun dan omzetnya naik hampir dua kali lipat karena produknya kini nangkring di rak toko swalayan.

Agar memenuhi syarat jalur gratis ini, usaha Anda wajib masuk kategori mikro atau kecil dengan modal usaha di bawah batasan tertentu yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, risiko bahan yang digunakan harus sangat rendah, seperti tidak memakai daging sembelihan yang butuh proses verifikasi rumah potong hewan. Berikut adalah kriteria utama yang wajib dipenuhi sebelum Anda melangkah lebih jauh:

  • Skala usaha termasuk kategori pelaku usaha mikro atau kecil berdasarkan data omzet tahunan.
  • Produk bukan berasal dari bahan sembelihan hewan yang kompleks atau memerlukan uji laboratorium lanjutan.
  • Proses produksi tergolong sederhana dan dipastikan tidak bersentuhan dengan bahan non-halal di tempat yang sama.
  • Bahan baku yang dipakai sudah memiliki sertifikat halal atau tercantum dalam daftar bahan positif BPJPH.

Persiapan Dokumen dan Akun SiHalal Sebelum Mengajukan Permohonan

Sebelum menyentuh tombol daftar di portal resmi, pekerjaan rumah terbesar Anda adalah merapikan seluruh arsip digital ke dalam satu folder khusus di ponsel atau laptop. Dari praktiknya di lapangan, waktu terlama justru dihabiskan saat calon pendaftar kebingungan mencari foto KTP atau NIB (Nomor Induk Berusaha) yang terselip entah di mana. Saya selalu menyarankan klien saya untuk membuat akun OSS (Online Single Submission) terlebih dahulu, karena NIB adalah tiket masuk utama yang tidak bisa ditawar dalam ekosistem SiHalal.

Kejelasan dokumen ini menentukan apakah pengajuan Anda disetujui dalam hitungan hari atau justru mangkrak berminggu-minggu di meja sistem. Skenario klasiknya sering terjadi pada pelaku usaha yang mengunggah foto kemasan buram sehingga petugas pendamping kesulitan membaca komposisi produk. Akibatnya, berkas dikembalikan dan Anda harus mengulang proses dari awal yang tentu sangat menguras tenaga dan waktu produktif.

Mari kita bedah apa saja yang harus Anda siapkan di atas meja virtual sebelum mulai mengetik data:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB) aktif yang sudah berbasis risiko atau OSS RBA terbaru.
  • Data pelaku usaha lengkap beserta daftar nama produk dan varian rasa yang dijual.
  • Daftar bahan baku yang digunakan secara spesifik, lengkap dengan merek dagangnya.
  • Ikrar atau pernyataan pelaku usaha yang menyatakan proses produksi sudah sesuai syariat Islam.

Cara Mendaftar Sertifikat Halal Gratis yang Terbukti Efektif dan Cepat

Kunci keberhasilan pendaftaran digital ada pada ketepatan memilih jalur di portal SiHalal. Saya sering melihat pemilik usaha kecil langsung menekan tombol reguler karena mengira itu lebih aman. Padahal, untuk skala mikro dan kecil, pemerintah sudah menyediakan fasilitas sertifikat halal gratis melalui mekanisme pernyataan mandiri. Jalur ini memangkas tahapan audit lapangan yang panjang, asalkan produk Anda tergolong tidak berisiko menggunakan bahan haram.

Mari kita bayangkan situasi nyata saat Bu Siti, seorang pembuat keripik singkong balado, mulai mengisi formulir online. Beliau sempat ragu ketika sistem menanyakan kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) usahanya. Beruntung, beliau memasukkan kode yang sesuai dengan izin edar OSS sehingga akun langsung terverifikasi untuk masuk ke tahap Self-Declare. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi saat mencocokkan titik lokasi dapur produksi dengan peta digital.

Baca Juga: Cara Cek Nomor Sertifikat Halal BPJPH dan Tips Hindari Produk Palsu

Langkah demi langkah pendaftaran yang konsisten berhasil melibatkan tahapan berikut:

  • Login menggunakan akun SiHalal yang sudah terhubung dengan data NIB terbaru.
  • Pilih menu permohonan sertifikasi halal dan tentukan opsi pernyataan mandiri pelaku usaha.
  • Lengkapi data penanggung jawab, pabrik, serta unggah ikrar halal yang telah ditandatangani di atas meterai.
  • Masukkan seluruh daftar bahan dengan teliti, pastikan tidak ada bahan penolong yang terlewat.
  • Kirim pengajuan dan pantau status berkas setiap hari melalui dashboard utama.

Banyak pendaftar gagal di tengah jalan karena mengabaikan detail kecil pada kolom komposisi bahan. Padahal, sistem pendukung otomatis akan menolak pengajuan jika ada satu saja merek bahan yang tidak mencantumkan kejelasan status kehalalannya. Jadi, pastikan semua data sudah bersih sebelum Anda mengklik tombol kirim terakhir.

Perbedaan Jalur Self-Declare dan Reguler: Mana yang Tepat untuk Usaha Anda?

Memahami karakteristik dapur usaha sendiri adalah penentu utama dalam memilih jalur permohonan yang tepat. Jalur mandiri dirancang khusus bagi usaha mikro dan kecil yang menggunakan bahan-bahan sederhana dan sudah dipastikan kehalalannya secara mutlak. Sementara itu, jalur reguler wajib diambil oleh pabrik atau produsen yang menggunakan bahan impor, bahan olahan kompleks, atau mempekerjakan juru sembelih untuk produk daging.

Berdasarkan pengalaman mendampingi berbagai jenis kuliner, salah pilih jalur adalah jebakan paling sering terjadi. Usaha kue kering rumahan yang memakai mentega bermerek jelas sangat cocok memakai fasilitas sertifikat halal gratis. Namun, jika Anda memproduksi olahan daging sapi potong, otomatis pintu mandiri tertutup rapat bagi usaha Anda. Konsekuensinya, Anda harus bersiap melewati uji laboratorium dan audit dari Lembaga Pemeriksa Halal yang melibatkan biaya tambahan.

Faktor penentu utama dalam pemilihan jalur ini meliputi:

  • Tingkat risiko bahan baku yang digunakan dalam setiap resep harian.
  • Skala omzet dan jumlah tenaga kerja yang terlibat di tempat produksi.
  • Ketersediaan anggaran operasional untuk membiayai proses audit pihak ketiga.

Perbedaan paling mencolok tentu saja terletak pada komponen biaya sertifikat halal yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha. Jalur mandiri sepenuhnya meniadakan beban finansial karena ditanggung oleh program pembiayaan negara. Sebaliknya, jalur reguler menuntut kesiapan modal karena melibatkan honor auditor dan pengujian laboratorium yang nilainya bervariasi tergantung kerumitan produk.

Kesalahan Umum Pelaku Usaha Saat Upload Dokumen dan Cara Menghindarinya

Sistem digital tidak memiliki toleransi bagi dokumen yang buram, terpotong, atau tidak sesuai format aslinya. Dari ratusan berkas yang saya periksa, hampir separuh pengajuan mengalami penolakan otomatis pada hari pertama verifikasi. Penyebabnya sepele, yaitu foto KTP yang dipotret dalam kondisi pencahayaan minim sehingga nomor induk kependudukan tidak terbaca oleh sistem OCR.

Bayangkan kekecewaan Pak Joko saat mendapati pengajuannya ditolak setelah menunggu selama lima hari kerja. Masalahnya terletak pada dokumen ikrar halal yang diunggah tanpa tanda tangan basah dan cap stempel toko. Hal-hal administratif semacam ini sering dianggap sepele oleh pelaku usaha kuliner yang lebih fokus pada rasa produk. Padahal, verifikator pusat bekerja berdasarkan standar operasional prosedur yang sangat kaku.

Cara menghindari kesalahan fatal tersebut sebenarnya cukup sederhana dan bisa Anda terapkan sekarang juga:

Baca Juga: Bedah Kasus: Alur Daftar Sertifikat Halal Online SIPT & PTSP

  • Gunakan aplikasi pemindai dokumen di ponsel alih-alih sekadar memotret kertas dengan kamera biasa.
  • Simpan seluruh file dalam format PDF dengan ukuran di bawah batas maksimal yang ditentukan sistem.
  • Periksa kembali ejaan nama produk pada dokumen agar sama persis dengan kemasan fisik di pasaran.

Ketelitian pada tahap pengunggahan ini akan menyelamatkan waktu Anda dari siklus revisi yang melelahkan. Menguasai cara membuat sertifikat halal umkm berarti Anda juga harus disiplin dalam mengelola arsip digital usaha sejak hari pertama berdiri.

Tips Praktis dari Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Agar 10 Hari Selesai

Kehadiran Pendamping Proses Produk Halal (P3H) di lapangan adalah jembatan vital bagi pelaku usaha kecil. Sebagai praktisi yang sering mendampingi UMKM, saya tahu persis celah mana saja yang bisa mempercepat proses verifikasi. Seringkali, dokumen yang kelihatannya sudah lengkap ternyata masih menyisakan catatan kecil yang hanya bisa dideteksi oleh mata seorang pendamping berpengalaman.

Strategi paling ampuh agar berkas Anda meluncur mulus adalah dengan melibatkan P3H sejak tahap penyusunan resep bahan. Jangan menunggu sampai semua data diunggah sendiri tanpa arah yang jelas di portal SiHalal. Pendamping lokal biasanya memiliki grup koordinasi khusus dengan para verifikator sehingga mereka tahu dokumen jenis apa yang sedang diprioritaskan minggu ini.

Berikut adalah kebiasaan kecil yang konsisten mempercepat terbitnya nomor ketetapan halal:

  • Menyiapkan sampel fisik produk beserta kemasan aslinya untuk diperiksa langsung oleh pendamping.
  • Membuat tabel bahan baku secara rapi di Microsoft Excel sebelum menyalinnya ke sistem online.
  • Merespons setiap catatan revisi dari sistem dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Kecepatan birokrasi digital sangat bergantung pada keaktifan komunikasi antara pemilik usaha dan pendamping lapangan. Jika Anda kooperatif dan cepat tanggap terhadap instruksi perbaikan, target sepuluh hari kerja bukan lagi sekadar angan-angan kosong.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM

Berapa biaya resmi yang harus dibayarkan jika saya menggunakan jalur Self-Declare?

Proses verifikasi melalui jalur self-declare ini seratus persen gratis tanpa dipungut biaya administrasi sepeser pun. Pemerintah sudah menanggung seluruh anggaran sidang fatwa dan pendampingan melalui alokasi khusus. Anda hanya perlu menyiapkan modal untuk membeli bahan baku dan kuota internet selama proses input data.

Bagaimana cara membuat sertifikat halal umkm jika produk saya menggunakan bahan impor?

Sistem SiHalal secara otomatis akan menolak pengajuan jalur self-declare jika bahan baku utama Anda tidak memiliki sertifikat halal yang diakui BPJPH. Anda wajib beralih ke jalur reguler yang memerlukan audit langsung dari Lembaga Pemeriksa Halal. Jalur reguler ini memang berbayar dan memakan waktu lebih lama dibandingkan skema mandiri.

Apakah pelaku usaha kuliner rumahan dengan omzet kecil wajib punya sertifikat ini?

Undang-Undang Jaminan Produk Halal mewajibkan seluruh produk makanan dan minuman memiliki sertifikat resmi untuk beredar luas di pasaran. Sanksi administratif hingga penarikan produk dari ritel modern menanti pelaku usaha yang mengabaikan aturan ini. Uruslah izin ini sesegera mungkin selagi fasilitas gratis dari pemerintah masih dibuka lebar.

Berapa lama rata-rata masa berlaku sertifikat halal setelah diterbitkan oleh BPJPH?

Berdasarkan regulasi terbaru, masa berlaku sertifikat halal kini berlaku seumur selama tidak ada perubahan komposisi bahan atau proses produksi. Kebijakan ini tentu sangat meringankan beban pengusaha kecil yang sebelumnya harus memperpanjang izin setiap beberapa tahun sekali. Anda hanya perlu membuat laporan berkala jika sewaktu-waktu mengganti suplier bahan baku.

Baca Juga: 5 Alasan Sertifikat Halal dan NIB Jadi Kunci Kemajuan UMKM

Apakah satu nomor sertifikat bisa dipakai untuk puluhan jenis makanan berbeda?

Satu lembar sertifikat halal hanya berlaku untuk satu kelompok produk dengan merek dagang yang sama dan telah didaftarkan dalam satu pengajuan. Jika Anda memproduksi keripik singkong dan sambal kemasan dengan merek berbeda, keduanya membutuhkan nomor pendaftaran yang terpisah. Konsultasikan kelompok produk ini dengan pendamping P3H agar tidak salah input di sistem.

Kesimpulan

Perjalanan panjang mengurus legalitas usaha seringkali membuat nyali pemilik usaha kecil ciut di tengah jalan. Padahal, memahami cara membuat sertifikat halal umkm secara mandiri membuka pintu seluas-luasnya menuju pasar ritel modern dan rantai pasok industri besar. Konsumen hari ini jauh lebih cerdas dan teliti dalam memilih produk makanan yang aman serta thoyyib untuk keluarga mereka.

Jangan menunda pendaftaran ini sampai omzet usaha Anda jalan di tempat karena batasan pasar tradisional. Ambil ponsel Anda sekarang, kumpulkan foto kemasan produk, lalu hubungi pendamping P3H terdekat di wilayah domisili Anda. Langkah kecil hari ini adalah fondasi kokoh yang akan membawa bisnis kuliner Anda naik kelas tahun depan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak pelaku usaha kuliner gagal mendapatkan logo halal dalam waktu singkat bukan karena produknya tidak layak. Mereka justru tersandung pada detail administratif sepele yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Proses cara membuat sertifikat halal umkm menuntut ketelitian tingkat tinggi pada lembar dokumen Anda.

Berikut adalah jebakan batman di lapangan yang wajib Anda hindari:

  • Mengabaikan status kehalalan bahan baku turunan. Mengira tepung terigu atau gula pasir lokal pasti aman adalah kesalahan fatal. Anda wajib memastikan setiap bahan kemasan sekecil apapun, termasuk ragi dan margarin curah, memiliki nomor sertifikat halal yang masih aktif di database BPJPH. Ganti bahan tanpa label dengan merek bersertifikat sebelum Anda mengunggah data.
  • Menulis nama produk yang melenceng dari kenyataan di pasaran. Anda mendaftarkan “Keripik Singkong Balado Mantap”, tetapi pada kemasan fisik tertera “Keripik Singkong Extra Pedas Daun Jeruk”. Perbedaan satu kata saja bisa membuat verifikator menolak pengajuan Anda secara otomatis. Seluruh nama produk di NIB, akun Si Halal, dan desain kemasan harus sama persis.
  • Mengunggah foto proses produksi yang tidak meyakinkan. Mengambil foto dapur dengan latar belakang lantai kotor atau tempat sampah terbuka akan langsung memicu penolakan dari auditor. Bersihkan area dapur terlebih dahulu, gunakan sarung tangan plastik, dan ambil foto pencahayaan terang saat adonan sedang diolah.
  • Salah memilih jalur pendaftaran Self Declare. Jalur gratis ini khusus untuk produk risiko rendah yang menggunakan bahan sederhana dan tanpa proses kimia rumit. Jika produk Anda memakai pengawet sintetis atau melalui proses sterilisasi pabrikan besar, Anda harus memakai jalur reguler berbayar. Memaksa masuk jalur gratis untuk produk kompleks hanya akan membuat berkas Anda mengendap berbulan-bulan di sistem.

Tips Lanjutan dari Praktisi

Setelah urusan administrasi beres, tantangan sebenarnya justru dimulai saat auditor atau pendamping lapangan memeriksa dapur produksi Anda. Berdasarkan pengalaman mendampingi ratusan produsen sambal rumahan dan kue kering, ada beberapa trik psikologis dan teknis agar verifikasi berjalan kilat.

Simpan bahan pembersih kimia seperti sabun cuci piring dan cairan lantai di dalam lemari tertutup terpisah dari meja racik makanan. Auditor sangat sensitif terhadap potensi kontaminasi silang antara bahan kimia pembersih dengan bahan pangan mentah. Letakkan pula tempat sampah bertutup rapat di sudut ruangan yang tidak menghadap langsung ke arah wajan penggorengan.

Siapkan buku catatan khusus pembelian bahan harian di dekat meja produksi. Ketika pendamping menanyakan dari mana Anda membeli minyak goreng atau garam, Anda bisa langsung menunjukkan nota belanja fisik atau riwayat transaksi digital dalam hitungan detik. Kecepatan merespons pertanyaan ini membangun kepercayaan tinggi bahwa sistem jaminan halal di dapur Anda berjalan aktif setiap hari, bukan sekadar dokumen formalitas demi mendapatkan izin edar.

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indahnya Berbagi: Merajut Kepedulian dalam Dekapan Ukhuwah HMJ Akuntansi Syariah

    Indahnya Berbagi: Merajut Kepedulian dalam Dekapan Ukhuwah HMJ Akuntansi Syariah

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Senyum tulus dan tatapan teduh para lanjut usia menyambut kehadiran puluhan mahasiswa di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi, Jalan Sancang No. 2, Burangrang, Lengkong, Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).   Ruang panti yang biasanya hening seketika berubah menjadi hangat penuh tawa dan cerita. Hari itu, Departemen Pengabdian Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi […]

  • Bukan Sekadar Label, Ini 5 Alasan Sertifikasi Halal Penting untuk Pasar Global

    Bukan Sekadar Label, Ini 5 Alasan Sertifikasi Halal Penting untuk Pasar Global

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Label halal kini bukan lagi sekadar identitas yang melekat pada kemasan produk. Di tengah pertumbuhan industri halal dunia, sertifikasi dan label halal dapat menjadi salah satu strategi penting bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar internasional. Produk halal Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global. Namun, […]

  • Tim Dosen UM Bandung Hadirkan Timbangan IoT Ramah Anak untuk Perkuat Layanan Posyandu

    Tim Dosen UM Bandung Hadirkan Timbangan IoT Ramah Anak untuk Perkuat Layanan Posyandu

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 23
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Pemanfaatan teknologi di layanan kesehatan masyarakat terus didorong agar semakin praktis dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menghadirkan inovasi untuk membantu Posyandu Mayasari 3 meningkatkan layanan pemantauan tumbuh kembang balita sekaligus memperkuat edukasi bagi orang tua. Program bertajuk “Pemberdayaan Posyandu melalui […]

  • Langkah Strategis MKS UIN Bandung-BWI Dorong Riset Wakaf Internasional

    Langkah Strategis MKS UIN Bandung-BWI Dorong Riset Wakaf Internasional

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkuat kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam 1st AWARE 2026 (Al-Awqaf Workshop for Research, Advancement and Excellence). Acara yang diselenggarakan pada Kamis (10/9/2026), Prodi MKS FEBI UIN Sunan Gunung […]

  • Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat

    Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jamhari Makruf mendorong para sarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak berhenti belajar dan berani menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurut Jamhari, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan perlu terus membaca, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan […]

  • Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BANDUNGMU.COM, Bandung – Pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya Revolusi Industri 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun, di tengah kemajuan tersebut, manusia dituntut untuk tidak kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan. Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung Hendar Riyadi menyebut Islam memiliki lima pilar penting yang dapat menjadi fondasi kehidupan manusia […]

expand_less