Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Tutup KUII ke-8, Pentingnya Cita Peradaban Islam dan Urgensi Literasi Ekonomi Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengimbau umat Islam Indonesia untuk mengambil peran strategis sebagai episentrum peradaban Islam dunia di masa depan. Bersamaan itu, Menag juga menggarisbawahi urgensi penguatan literasi ekonomi syariah.

Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 dan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta. Menurutnya, menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban didukung oleh indikator stabilitas ekonomi nasional yang solid serta iklim sosial politik yang kondusif dibanding dinamika kawasan Timur Tengah.

Menag memaparkan bahwa di tengah ketidakpastian global dan penurunan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara muslim kawasan konflik, Indonesia justru mencatatkan kinerja makro yang sangat baik. Inflasi Indonesia terjaga rendah di kisaran 1–2 persen dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen.

“Di kawasan yang sibuk dengan konflik, tentu yang banyak lahir adalah para jenderal. Tetapi di tengah masyarakat yang menikmati ketenangan dan kedamaian, yang akan lahir adalah para profesor dan kiai. Oleh karena itu, mari kita merawat ketenangan dan keselamatan ini. Indonesia berpeluang besar menjadi episentrum peradaban dunia Islam yang akan datang,” ujar Menag, Minggu (26/7/2026).

Meski memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat, Menag memberikan catatan kritis terkait tingkat kesadaran ekonomi syariah di tanah air yang dinilai belum simetris dengan jumlah populasi umat Islam.


Dari total 240 juta penduduk muslim Indonesia, tingkat kesadaran dan keterlibatan dalam ekonomi syariah saat ini baru terukur sekitar 7,5 persen. Menag membandingkannya dengan Malaysia yang memiliki populasi 20 juta umat Islam, namun mampu mencatatkan tingkat kesadaran ekonomi syariah hingga 27 persen.

“Kita sudah sekian lama, hampir dua dekade memperkenalkan perbankan syariah, tetapi pangsanya masih berputar di bawah angka 10 persen. Ada pendekatan non-ekonomi yang harus kita lakukan bersama dalam rangka meningkatkan kualitas ekonomi umat secara holistik,” tegas Menag.

Menurut Menag, peningkatan literasi keuangan dan ekonomi syariah tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknis perbankan, melainkan memerlukan terobosan pendekatan kultural, keagamaan, serta edukasi masif di pesantren dan lembaga pendidikan.

Menag optimistis, apabila penguatan ekonomi syariah dapat diakselerasi beriringan dengan pemahaman agama yang mendalam dan stabilitas nasional yang terjaga, Indonesia tidak hanya menjadi negara berpenduduk muslim terbesar secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas dan prestasi di panggung internasional.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan Sertifikat Halal Self-Declare dan Jalur Reguler, Pilih Yang Mana? (Panduan UMKM)

    Perbedaan Sertifikat Halal Self-Declare dan Jalur Reguler, Pilih Yang Mana? (Panduan UMKM)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Perbedaan utama antara sertifikat halal Self-Declare dan Jalur Reguler terletak pada skala usaha, tingkat risiko bahan, serta biaya. Jalur Self-Declare dikhususkan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan produk berisiko rendah (low risk), bahan sederhana berlabel halal, serta biaya gratis (Rp 0) melalui pendampingan Pendamping PPH. Sementara itu, Jalur Reguler diperuntukkan bagi usaha […]

  • Daftar Bahan Kritis dalam Skincare, Kosmetik yang Wajib Diwaspadai Muslimah (Panduan Terbaru)

    Daftar Bahan Kritis dalam Skincare, Kosmetik yang Wajib Diwaspadai Muslimah (Panduan Terbaru)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bahan kritis dalam skincare dan kosmetik adalah bahan tambahan atau bahan aktif yang memiliki potensi berasal dari sumber haram/najis (seperti turunan babi, bangkai hewan, atau alkohol non-halal). Contoh bahan kritis yang paling sering ditemukan meliputi Kolagen (Collagen), Plasenta (Placenta), Asam Hialuronat (Hyaluronic Acid), Gliserin (Glycerin), Asam Stearat (Stearic Acid), dan Squalane. Sebelum membeli, […]

  • Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

    Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Halal untuk Tingkatkan Profesionalitas Pendampingan UMK

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Penguatan tersebut mencakup aspek kelembagaan, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar […]

  • sertikathalal

    Cara Mengurus Sertifikat Halal untuk Usaha Rumahan (Panduan Pemula Terlengkap)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Mengurus sertifikat halal untuk usaha rumahan dapat dilakukan secara online melalui portal ptsp.halal.go.id. Langkah utamanya meliputi: 1) Mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha) berbasis risiko di OSS, 2) Menyiapkan daftar bahan baku berlabel halal, 3) Memisahkan dapur/alat produksi dari bahan najis/non-halal, 4) Mengajukan pendaftaran di SIHALAL melalui jalur Self-Declare (Gratis/SEHALAL) atau Reguler, serta 5) […]

  • Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pendidikan Diniyah Formal (PDF) sebagai salah satu satuan pendidikan pesantren memiliki posisi strategis dalam Sistem Pendidikan Nasional. Selain berperan mencetak generasi yang tafaqquh fiddin, PDF juga berkontribusi dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan nasional sehingga berhak memperoleh pengakuan, perlindungan, dan dukungan negara sebagaimana satuan pendidikan formal lainnya. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Bedah Undang-Undang […]

  • ICON-IMAD XV 2026: Saatnya Membumikan Ekoteologi Melayu-Islam di Era Multipolar

    ICON-IMAD XV 2026: Saatnya Membumikan Ekoteologi Melayu-Islam di Era Multipolar

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Di tengah hiruk-pikuk disrupsi global, Program Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar perhelatan akbar Konferensi Internasional tentang Islam di Dunia Melayu atau International Conference on Islam in the Malay World (ICON-IMAD) ke-XV. Berlangsung selama tiga hari, 27–29 Juli 2026, forum akademik bergengsi ini mengusung tema sentral “Ekoteologi Melayu-Islam sebagai Ketahanan Budaya di […]

expand_less