Senin, 2 Nov 2026

MUI Penundaan Wajib Halal: Bisa Picu Gelombang Public Distrust

  • account_circle Ibn Ghifarie
  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Fatwa, KH Aminudin Yakub, mengingatkan pemerintah bahwa penundaan kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 berpotensi besar memicu gelombang krisis kepercayaan publik (public distrust) terhadap komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan perlindungan hak-hak masyarakat.

 

Dia mengatakan kebijakan sektoral yang dinilai lambat dan kurang responsif dapat merugikan reputasi pemerintah secara luas di mata masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikannya seusai penutupan Muntada Sanawi VI Komisi Fatwa MUI dikutip dari MUI Digital, Selasa (20/10/2026).

 

“Terkait dampaknya, nanti bisa melahirkan public distrust, ketidakpercayaan publik. Dan ini tentu harus kita cegah,” ujar Kiai Aminudin.

 

Menurutnya, kemunculan public distrust menjadi ancaman nyata yang dapat mencederai berbagai agenda strategis nasional.

 

Dia mengingatkan agar kelemahan koordinasi atau ketidaksiapan di tingkat sektoral tidak sampai merusak citra dan kerja keras Presiden Prabowo Subianto yang saat ini tengah membangun sistem jaminan sosial dan pembangunan yang merata.

 

Kiai Aminudin menegaskan bahwa jangan sampai ketidaksiapan kelembagaan maupun dinamika di internal birokrasi mengorbankan fungsi fundamental negara dalam melindungi masyarakat.

 

“Jangan sampai kebijakan sektoral seperti ini berdampak kepada reputasi pemerintah secara umum, kata dia menegaskan.

 

Kiai Aminudin menambahkan, kehadiran negara dalam memberikan jaminan perlindungan keagamaan kepada seluruh masyarakat Indonesia adalah amanat yang sangat sakral dan tidak boleh ternodai oleh kebijakan yang terkesan mengabaikan aspirasi publik.

 

Menurutnya, jaminan produk halal bukan sekadar persoalan teknis ataupun administrasi perizinan usaha semata, melainkan bagian dari jaminan perlindungan keagamaan yang sifatnya amat fundamental di dalam konstitusi.

 

Hal tersebut tertuang jelas dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang memandatkan bahwa seluruh produk yang diedarkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

 

Kiai Aminudin menyayangkan fakta bahwa implementasi UU JPH terus mengalami pengunduran jadwal sejak diundangkan 12 tahun lalu. ‘

 

Berdasarkan kronologi regulasi, masa sosialisasi awal selama lima tahun seharusnya membuat kewajiban sertifikasi halal berlaku penuh pada 2019.

 

Namun, dengan alasan penataan kelembagaan, target tersebut terus diundur ke tahun 2021, 2024, 2026, dan kini diundur kembali hingga 2028.

 

“Penundaan ini bisa dibaca sebagai menunda pemenuhan hak publik, yang saya kira perlu dikritisi,” ujar dia

 

Dia menjelaskan di satu sisi dari sisi masyarakatnya, tetapi di sisi pemerintahnya juga harus mengoptimalkan, jangan sampai kemudian penundaan ini dibaca sebagai bentuk ketidakseriusan di dalam menghadirkan fungsi negara menjamin hak masyarakat,” kata dia.

 

Kiai Aminudin mengingatkan agar siklus penundaan berulang ini segera dihentikan agar publik tidak menarik kesimpulan bahwa pemerintah abai terhadap perlindungan hak konsumen Muslim

 

Baca juga: Ketua MUI Minta Pemerintah Azerbaijan Kaji Ulang Kebijakan Pelarangan Jilbab Pelajar

Lebih lanjut, Kiai Aminudin mendesak kementerian dan lembaga terkait untuk segera meminimalisir serta mengurai berbagai hambatan teknis yang selama ini dijadikan alasan penundaan.

 

Dia menambahkan, akselerasi dan perbaikan sistem jaminan produk halal harus dioptimalkan tanpa menunda-nunda lagi pemenuhan hak-hak konstitusional masyarakat.

 

Kiai Aminudin berharap, koordinasi lintas sektor dapat segera diperkuat agar kepastian hukum, perlindungan hak konsumen, serta kepercayaan masyarakat terhadap integritas kebijakan pemerintah dapat terus dijaga secara berkelanjutan.

  • Penulis: Ibn Ghifarie

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berbagi Strategi dengan Mahasiswa Adam Smith Business School University of Glasgow dalam Memilih Konsentrasi di Era Disrupsi

    Berbagi Strategi dengan Mahasiswa Adam Smith Business School University of Glasgow dalam Memilih Konsentrasi di Era Disrupsi

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Webinar Internasional Hadirkan Perspektif Global untuk Mahasiswa Manajemen  GENHALAL.ID — Di tengah gempuran disrupsi digital dan persaingan karier yang kian lintas batas, mahasiswa manajemen dituntut tidak hanya pintar secara akademik, tetapi tajam dalam menentukan pilihan peminatan. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Webinar Internasional bertajuk “Shape […]

  • Asyik! Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak

    Asyik! Pendiri Google Pilih Kasih Rp1,8 Triliun ke Ormas daripada Bayar Pajak

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun telah diberikan oleh pendiri Google Sergey Brin untuk menentang usulan pajak kekayaan bagi miliarder di California, Amerika Serikat. Mengutip Fortune, tambahan dana sebesar US$20 juta telah disalurkan kepada Building a Better California, sebuah komite aksi politik (PAC) dan organisasi advokasi yang digunakan untuk menolak pajak […]

  • Pemahaman Ideologi Muhammadiyah Dinilai Penting bagi Guru dalam Mendidik Generasi

    Pemahaman Ideologi Muhammadiyah Dinilai Penting bagi Guru dalam Mendidik Generasi

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 40
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Sumedang — Guru di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan kepada peserta didik, selain menyampaikan ilmu pengetahuan. Hal tersebut disampaikan dosen Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus Wakil Ketua PDM Sumedang Dr Supala MAg saat membawakan materi Muqaddimah Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah dalam kegiatan Baitul Arqam bagi guru SLB […]

  • Inspiratif! Mahasiswi UIN Bandung Ukir Nama di 42 Besar MPR Rabbani 2026

    Inspiratif! Mahasiswi UIN Bandung Ukir Nama di 42 Besar MPR Rabbani 2026

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Mahasiswi Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Riski Rodiah, angkatan 2025 berhasil masuk 42 besar Mahasiswi Pilihan Rabbani (MPR) 2026/2027. Atas capaian yang membanggakan itu, Program Studi Akuntansi Syariah memberikan apresiasi kepada Riski dalam kegiatan serahan apresiasi yang berlangsung di Aula FEBI UIN Bandung, […]

  • Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    BANDUNGMU.COM, Bandung – Pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya Revolusi Industri 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun, di tengah kemajuan tersebut, manusia dituntut untuk tidak kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan. Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung Hendar Riyadi menyebut Islam memiliki lima pilar penting yang dapat menjadi fondasi kehidupan manusia […]

  • Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi, Roni Tabroni: Praktisnya, Bisa Dibilang Jurnalisme Berdampak Lho!

    Luncurkan Buku Jurnalisme Filantropi, Roni Tabroni: Praktisnya, Bisa Dibilang Jurnalisme Berdampak Lho!

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 160
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Jakarta – Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung Dr Roni Tabroni MSi meluncurkan buku terbarunya berjudul “Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan” yang diterbitkan “Suara Muhammadiyah”. Peluncuran dan bedah buku ini berlangsung di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 4, Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/07/2026). Kegiatan ini juga terlaksana atas dukungan […]

expand_less