Senin, 2 Nov 2026

Tantangan Era AI, Guru Besar UIN Jakarta Sebut Nilai Pesantren Jadi Kunci

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Suwendi, menegaskan bahwa nilai-nilai pesantren semakin dibutuhkan di tengah perubahan zaman dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pesantren, menurutnya, memiliki kekuatan pada adab, moderasi, musyawarah, kemandirian, serta sanad keilmuan.

“Semakin cepat dunia berubah, semakin penting kita mempunyai pegangan agar perubahan tidak kehilangan arah,” kata Suwendi saat menjadi narasumber Kajian Membumikan Al-Qur’an (KMQ) Edisi Hari Santri 2026 di Masjid Bayt Al-Qur’an, Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (21/10/2026).

Suwendi mengatakan, perhatian negara terhadap pesantren juga semakin kuat. Lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting pengakuan negara terhadap kekhasan dan tradisi pesantren. Penguatan kelembagaan pesantren di Kementerian Agama, lanjutnya, diharapkan semakin memperkuat afirmasi negara bagi pengembangan pesantren.

“Pengakuan itu penting. Tetapi setelah pengakuan, pertanyaan yang lebih besar adalah apa kontribusi khas pesantren kepada dunia yang sedang berubah. Dari pengakuan, kita harus bergerak menuju kontribusi,” ujarnya.

Menurut Suwendi, kontribusi pesantren telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Merujuk pemikiran Zamakhsyari Dhofier tentang tradisi pesantren, ia menyebut pesantren tidak hanya menjadi tempat transmisi ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga turut membentuk kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

“Besarnya komunitas Muslim Indonesia salah satunya ditopang oleh pesantren. Alumni pesantren hadir di tengah masyarakat melalui majelis taklim, pengajian, tahlilan, peringatan hari besar Islam, dan berbagai ruang keagamaan lainnya. Dari sanalah nilai dan pengetahuan Islam terus dirawat dan diwariskan,” tuturnya.

Kekuatan pesantren, kata Suwendi, juga terletak pada tradisi hidup bersama yang bertumpu pada adab. Santri tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga berkhidmat, menghormati guru, menghargai sesama, dan belajar hidup dalam kebersamaan. Pesantren juga memiliki tradisi moderasi dan musyawarah. Praktik bahtsul masail, misalnya, mengajarkan bahwa perbedaan dapat dikelola dengan argumentasi, rujukan, koreksi, dan tetap menjunjung adab. “Orang boleh berbeda, tetapi ada argumen, ada rujukan, ada koreksi, dan ada adab,” tegasnya.

Pesantren, lanjut Suwendi, juga memiliki tradisi kemandirian dan pemberdayaan. Sebagai lembaga yang tumbuh bersama masyarakat, pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengajaran agama, tetapi juga dapat mengambil peran dalam penguatan ekonomi masyarakat. Pengembangan koperasi pesantren dan santripreneur, menurutnya, menjadi bagian dari ikhtiar yang dapat terus dikembangkan untuk memperkuat kemandirian pesantren sekaligus masyarakat di sekitarnya.

Di era AI, Suwendi menilai pesantren mempunyai modal penting berupa sanad dan kehati-hatian dalam menerima pengetahuan. Tradisi sanad mengajarkan bahwa ilmu memiliki sumber dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip ini semakin relevan ketika teknologi digital dan AI mampu menyajikan informasi dengan cepat dan meyakinkan, namun belum tentu seluruhnya benar. “Dalam dunia digital, masalah kita bukan kekurangan informasi, tetapi bagaimana memilih informasi yang dapat dipercaya,” katanya. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memeriksa sumber, memastikan ketepatan rujukan, serta mengembalikan persoalan keagamaan kepada mereka yang memiliki kompetensi.

Kajian Membumikan Al-Qur’an Edisi ke-38 dalam rangka Hari Santri 2026 mengangkat tema “Islam ala Pesantren: Menyoal Epistemologi & Relevansi Khazanah Klasik di Era Kecerdasan Buatan (AI)”. Selain Suwendi, kajian yang digelar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) itu menghadirkan Dr. M. Ulinnuha Husnan, MA., dan Muhammad Nuruddin, Lc., MA., sebagai narasumber. Kegiatan tersebut dihadiri santri Program Pasca Tahfidz, mahasiswa, ustaz dan ustazah, pengurus pesantren, akademisi, serta penggiat literasi digital keagamaan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaya Sultan, Dompet Rungkad, dan Catatan Harian Hamba Paylater

    Gaya Sultan, Dompet Rungkad, dan Catatan Harian Hamba Paylater

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bangun pagi, meregangkan badan di atas kasur springbed empuk. Ah, nikmatnya hidup. Sampai saya sadar, kasur ini baru masuk cicilan bulan ke-3 dari total 12 bulan. Selamat datang di kehidupan modern, di mana slogan “Beli Sekarang, Bayar Nanti” tampaknya lebih dihayati oleh generasi kita daripada butir-butir Pancasila. Mari kita mulai rutinitas pagi. Buka aplikasi […]

  • Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Siap Perkuat Hadapi Akreditasi Internasional ACQUIN

    Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Siap Perkuat Hadapi Akreditasi Internasional ACQUIN

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Semarang — Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke Prodi Akuntansi Syariah UIN Walisongo Semarang pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung dalam mengikuti proses akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Ketua […]

  • Calon Ulama Muhammadiyah Perlu Kedalaman Ilmu di Tengah Banjir Informasi Digital

    Calon Ulama Muhammadiyah Perlu Kedalaman Ilmu di Tengah Banjir Informasi Digital

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 49
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Yogyakarta — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital mengubah cara masyarakat memperoleh pengetahuan agama. Di tengah kemudahan akses informasi tersebut, kader ulama Muhammadiyah dan Aisyiyah dituntut memiliki otoritas keilmuan yang kuat serta integritas moral agar dapat menjadi rujukan tepercaya bagi umat. Pesan tersebut disampaikan Guru Besar UHAMKA Ai Fatimah Nur Fuad dalam Studium […]

  • Organisasi dan UKM Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas Mahasiswa

    Organisasi dan UKM Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Mereka juga perlu aktif mencari pengalaman, membangun jejaring, dan mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan selama kuliah. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Pesonamu UM Bandung 2026 Rikki Maulana setelah rangkaian orientasi dan sosialisasi mahasiswa baru berlangsung selama tiga hari. Rikki meminta […]

  • Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pendidikan Diniyah Formal (PDF) sebagai salah satu satuan pendidikan pesantren memiliki posisi strategis dalam Sistem Pendidikan Nasional. Selain berperan mencetak generasi yang tafaqquh fiddin, PDF juga berkontribusi dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan nasional sehingga berhak memperoleh pengakuan, perlindungan, dan dukungan negara sebagaimana satuan pendidikan formal lainnya. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Bedah Undang-Undang […]

  • Ary Ginanjar Agustian Membangun Ekosistem Halal Perspektif IQ EQ SQ

    Ary Ginanjar Agustian Membangun Ekosistem Halal Perspektif IQ EQ SQ

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.707
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lahir di Bandung pada 24 Maret 1965, Ary Ginanjar Agustian tumbuh sebagai pemuda dengan mimpi-mimpi besar. Selepas menyelesaikan pendidikannya di Universitas Udayana dan sempat menimba ilmu hingga ke Adelaide, Australia, ia memulai kariernya di zona nyaman: menjadi seorang dosen ASN di Bali. Namun, gejolak di dalam dadanya menolak untuk diam. Ia merasa takdirnya […]

expand_less