Senin, 2 Nov 2026

Bukan Nanti, Deteksi Risiko Sejak Dini Jadi Kunci Sukses Pembiayaan Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Deteksi dini risiko menjadi langkah penting bagi bank syariah untuk mencegah pembiayaan bermasalah, menjaga stabilitas likuiditas, dan memastikan operasional tetap berjalan sesuai prinsip syariah. Upaya ini membutuhkan identifikasi risiko sejak awal, pemantauan indikator secara konsisten, serta mitigasi yang terukur agar potensi kerugian dapat diantisipasi sebelum berdampak pada kinerja dan kepercayaan nasabah.

 

Pernyataan itu disampaikan Ricky Dwi Patria, S.E., M.E., Branch Manager Bank Muamalat Indonesia KCP Ujung Berung, dalam Kuliah Dosen Tamu bertajuk Manajemen Risiko Bank Syariah yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula FEBI, Selasa (13/10/2026).

 

Kegiatan ini diikuti 70 mahasiswa angkatan 2023 untuk memperdalam pemahaman mengenai identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan mitigasi risiko dalam praktik perbankan syariah.

 

Dalam pemaparannya, Ricky menjelaskan bahwa risiko pembiayaan perlu dikendalikan sejak proses analisis calon nasabah hingga pembiayaan berjalan. Pelemahan arus kas, penurunan kinerja usaha, ketidakakuratan analisis awal, serta konsentrasi pembiayaan pada sektor atau debitur tertentu dapat meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF).

 

“Prinsip utama, risiko tidak dapat dihilangkan seluruhnya, tetapi harus diidentifikasi sejak dini, diukur secara konsisten, dipantau, dan dikendalikan sesuai appetite serta limit risiko bank,” tegasnya.

 

Untuk mencegah pembiayaan bermasalah, bank perlu melakukan analisis kelayakan usaha, memverifikasi data nasabah, menguji arus kas, memeriksa kesesuaian akad, dan memantau perkembangan usaha secara berkala. Tanda-tanda awal seperti keterlambatan pembayaran, penurunan omzet, pelanggaran komitmen, dan restrukturisasi berulang juga perlu diperhatikan sebagai dasar penanganan lebih awal.

 

Dengan demikian, bank dapat membedakan persoalan likuiditas sementara dari masalah mendasar yang berkaitan dengan kelayakan usaha dan kemampuan membayar nasabah.

 

Selain risiko pembiayaan, Ricky menguraikan pentingnya pengelolaan risiko likuiditas dan risiko pasar. Risiko likuiditas muncul ketika bank tidak memiliki kas atau aset likuid yang cukup untuk memenuhi kewajiban pada waktunya, sedangkan risiko pasar berkaitan dengan perubahan nilai tukar, harga instrumen keuangan, dan faktor pasar lainnya.

 

Mitigasi dilakukan melalui diversifikasi sumber pendanaan, pemantauan arus kas dan jatuh tempo dana, penyediaan cadangan likuiditas, pengendalian eksposur, serta pengujian ketahanan terhadap berbagai skenario tekanan. Strategi tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik kegiatan perbankan dan ketentuan syariah yang berlaku.

 

Ricky menyoroti risiko operasional dan risiko ketidakpatuhan syariah yang dapat muncul akibat kesalahan manusia, prosedur yang tidak dijalankan, gangguan sistem, serangan siber, maupun ketidaksesuaian akad dan proses transaksi. Pengendaliannya memerlukan prosedur kerja yang jelas, pembagian kewenangan, pengawasan transaksi, audit, peningkatan kompetensi pegawai, serta koordinasi dengan fungsi kepatuhan dan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

 

Menurutnya, setiap risiko harus memiliki indikator peringatan dini, batas toleransi, penanggung jawab, dan rencana tindak lanjut yang dapat dievaluasi.

 

Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., C.TT., mengatakan, kuliah dosen tamu tersebut diselenggarakan untuk memperdalam materi mata kuliah Manajemen Keuangan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Bank dan Non-Bank yang diampu Sekretaris Prodi, Hj. Fithri Dzikrayah, S. Sy. M. E. Sy., CIFA

 

Dengan menilai kolaborasi dengan praktisi industri penting untuk menjembatani teori perkuliahan dengan dinamika dan kebutuhan nyata dunia perbankan.

 

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul hari ini dalam acara Kuliah Tamu bersama Muamalat. Atas nama Prodi Akuntansi Syariah, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Muamalat yang telah berkenan berbagi ilmu dan wawasan praktis dengan kami. Kerja sama antara kampus dan industri seperti ini sangat penting,” ujarnya.

 

Kehadiran kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami penerapan manajemen risiko secara lebih kontekstual, mulai dari analisis pembiayaan hingga pengawasan dan kepatuhan syariah. Pengalaman praktis dari industri menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep akademik dengan kebutuhan dunia kerja dan memahami pentingnya prinsip kehati-hatian dalam menjaga keberlanjutan usaha bank syariah.

 

Kuliah dosen tamu ini sangat mendukung penerapan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) di UIN Bandung, yang menekankan ketercapaian hasil belajar mahasiswa. “Keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran diharapkan memperkuat pemahaman dan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan industri keuangan syariah,” pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naskah SSKK Simpan Jejak Kehidupan dan Keberagaman Masyarakat Sunda

    Naskah SSKK Simpan Jejak Kehidupan dan Keberagaman Masyarakat Sunda

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 78
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (SSKK) yang ditulis pada 1518 Masehi merekam berbagai nilai kehidupan masyarakat Sunda pada masa Kerajaan Sunda, mulai dari keberagaman, etika sosial, hingga pembagian profesi. Naskah kuno berkode Kropak 630 yang terdiri atas 30 lembar daun nipah dan tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tersebut dikaji tim peneliti […]

  • Halal itu Baik untuk Semua Orang Ya

    Halal itu Baik untuk Semua Orang Ya

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle M. Fuad Nasar (Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag)
    • visibility 25
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Halal, sebuah kata yang tidak asing dalam percakapan sehari-hari. Halal belakangan ini mewarnai narasi pemberitaan sejumlah media sehubungan rencana implementasi Wajib Halal 17 Oktober 2026. Pembicaraan halal yang menjadi isu aktual saat ini adalah halal dalam pengertian sertifikasi dan label produk yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang jaminan produk halal. Perlu diketahui bahwa […]

  • Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Jajan adalah hak asasi manusia. Sejak zaman purba hingga era kecerdasan buatan, manusia selalu butuh mengunyah sesuatu yang gurih, manis, dan kaya akan MSG. Tapi, kalau kita perhatikan, cara kita jajan—dan cara kita jatuh miskin karenanya—telah mengalami evolusi yang sangat kocak. Mari kita naik mesin waktu dan melihat bagaimana kebiasaan mulia ini berubah […]

  • Aksi Berbagi, Empati Akuntansi, dan Tiga Panti

    Aksi Berbagi, Empati Akuntansi, dan Tiga Panti

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Tawa riang belasan anak memecah suasana Minggu (4/10/2026) pagi di Panti Asuhan Mizan Amanah. Di tengah-tengah kerumunan itu, sekumpulan anak muda berjaket almamater duduk melingkar, berbaur tanpa sekat. Pemandangan serupa tersaji di Panti Asuhan Ar-Rifqi dan PP. Oase Al-Qur’an.   Anak-anak muda itu bukanlah dosen, relawan profesional, melainkan mahasiswa baru Program Studi Akuntansi Syariah […]

  • Nyangu dan Rasa Syukur: Selisik Ritual Penghayat Kepercayaan Bersama Magister Studi Agama-Agama

    Nyangu dan Rasa Syukur: Selisik Ritual Penghayat Kepercayaan Bersama Magister Studi Agama-Agama

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Sebanyak 15 mahasiswa semester 3 Magister Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti kuliah lapangan mata kuliah Praktik Tradisi Keagamaan di Pasewakan Wangun Sari Jati Mandiri, Sariwangi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (24/9/2026). Didampingi dosen pengampu Dr. Neng Hannah, M.Ag., mahasiswa tidak hanya mempelajari tradisi keagamaan melalui buku dan ruang kelas, tetapi hadir secara […]

  • 5 Cara Hidup Halal untuk Generasi Z, Bukan Sekadar Soal Makanan

    5 Cara Hidup Halal untuk Generasi Z, Bukan Sekadar Soal Makanan

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 612
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Gaya hidup halal semakin dekat dengan keseharian Generasi Z. Di tengah derasnya tren media sosial, e-commerce, kuliner, fesyen, hingga berbagai layanan digital, konsep halal tidak lagi sekadar berbicara tentang boleh atau tidaknya sebuah makanan dikonsumsi. Bagi Gen Z, hidup halal dapat menjadi bagian dari cara memilih produk, menggunakan media digital, bertransaksi, hingga membangun […]

expand_less