Kamis, 8 Okt 2026

BPJPH Tetapkan 2026 Tahun Halal: Mulai Oktober Setiap Produk Wajib Bersertifikat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Kebijakan wajib halal merupakan bagian dari transformasi besar yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan halal tidak hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing nasional.

Pemerintah menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penting penguatan ekosistem halal nasional. Mulai 18 Oktober 2026, seluruh produk yang beredar di Indonesia, mulai dari makanan, minuman, kosmetik, farmasi, hingga produk usaha mikro dan besar, wajib memiliki sertifikat halal.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan dalam pembukaan Halal Expo Indonesia (HEI) yang menjadi rangkaian pertemuan negara-negara anggota D-8 di Jakarta, Rabu (8/7/26).

“2026 adalah tahun halal. Mulai 18 Oktober 2026, halal menjadi wajib untuk produk makanan, minuman, kosmetik, farmasi, termasuk produk usaha kecil, perusahaan besar, produk ekspor maupun impor,” ujar Haikal.

Menurutnya, kebijakan wajib halal merupakan bagian dari transformasi besar yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan halal tidak hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing nasional.

Selama bertahun-tahun sertifikasi halal di Indonesia masih bersifat sukarela. Namun sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, kebijakan halal wajib mulai diterapkan secara bertahap hingga mencakup seluruh produk yang beredar di pasar berdasarkan regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Ia menilai konsep halal saat ini telah berkembang menjadi simbol kualitas, kebersihan, kesehatan, transparansi, keterlacakan (traceability), dan kepercayaan (trustability). Oleh karena itu, industri halal dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Produsen produk halal nomor satu dunia masih China, disusul Brasil dan Amerika Serikat. Kita ingin membangun kekuatan bersama mengenai standar, logo, dan sistem halal sehingga halal tidak lagi dipandang hanya sebagai fungsi agama, tetapi juga sebagai fungsi ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Haikal juga mengungkapkan rantai nilai halal (halal value chain) telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dalam sembilan bulan terakhir, sektor tersebut disebut berkontribusi sekitar 27 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional dengan nilai mendekati Rp5.000 triliun.

Untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global, BPJPH berencana menggelar forum internasional yang melibatkan sekitar 70 negara pada September mendatang. Forum tersebut akan membahas kerja sama standardisasi, pengakuan sertifikasi, serta pengembangan perdagangan produk halal lintas negara.

Menurut Haikal, langkah tersebut diperlukan mengingat negara-negara mayoritas muslim belum mendominasi pasar produk halal dunia. Saat ini, produsen produk halal terbesar justru berasal dari negara-negara nonmuslim seperti China, Brasil, dan Amerika Serikat.

“Kita ingin membangun kekuatan bersama dalam industri halal dunia. Karena halal memiliki potensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengatakan penguatan ekonomi halal menjadi salah satu prioritas Indonesia dalam kepemimpinannya di forum D-8 yang kini berkembang menjadi D-9 setelah bergabungnya Azerbaijan, sehingga terdiri atas Indonesia, Turki, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Nigeria, Malaysia, Iran, dan Azerbaijan.

Menurut Anis, sembilan negara anggota tersebut memiliki total populasi sekitar 1,3 miliar jiwa dengan gabungan produk domestik bruto mencapai 5,1 triliun dolar AS. Nilai perdagangan antarnegara anggota saat ini berada di kisaran 150 hingga 160 miliar dolar AS dan ditargetkan meningkat menjadi 500 miliar dolar AS pada 2030.

“Industri halal menjadi salah satu fokus utama kerja sama negara-negara anggota. Ini merupakan sektor yang memiliki prospek besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama,” kata Anis.

Ia menambahkan, besarnya jumlah penduduk usia muda menjadi modal penting bagi negara-negara anggota dalam mengembangkan ekonomi halal di masa depan.

“Hampir 30 persen dari total 1,3 miliar penduduk berada pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Ini merupakan kekuatan demografi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama,” tutupnya.***

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagaimana RI Memanfaatkan Kesepakatan Xi Jinping – al-Sisi?

    Bagaimana RI Memanfaatkan Kesepakatan Xi Jinping – al-Sisi?

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Awal September lalu, Xi Jinping bertandang ke Mesir. Selain sepakat soal penggunaan mata uang lokal (yuan-pound) dalam perdagangan, energi hijau, dan kecerdasan buatan, Xi dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi menegaskan komitmen memperluas Kawasan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan China-Egypt TEDA Suez (TEDA SETZ) ke Fase 3.   Kenapa ini penting bagi Indonesia? Karena […]

  • Gaya Sultan, Dompet Rungkad, dan Catatan Harian Hamba Paylater

    Gaya Sultan, Dompet Rungkad, dan Catatan Harian Hamba Paylater

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Bangun pagi, meregangkan badan di atas kasur springbed empuk. Ah, nikmatnya hidup. Sampai saya sadar, kasur ini baru masuk cicilan bulan ke-3 dari total 12 bulan. Selamat datang di kehidupan modern, di mana slogan “Beli Sekarang, Bayar Nanti” tampaknya lebih dihayati oleh generasi kita daripada butir-butir Pancasila. Mari kita mulai rutinitas pagi. Buka aplikasi […]

  • Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Siap Perkuat Hadapi Akreditasi Internasional ACQUIN

    Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Siap Perkuat Hadapi Akreditasi Internasional ACQUIN

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 68
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Semarang — Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke Prodi Akuntansi Syariah UIN Walisongo Semarang pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung dalam mengikuti proses akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Ketua […]

  • Inilah 5 Kriteria Utama Destinasi Wisata Terkategori Halal

    Inilah 5 Kriteria Utama Destinasi Wisata Terkategori Halal

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pariwisata halal atau halal tourism bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah berevolusi menjadi segmen pasar yang sangat besar dan potensial di industri pariwisata global. Indonesia sendiri kerap menduduki peringkat atas dalam daftar destinasi wisata ramah muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI). Namun, apa sebenarnya yang membuat sebuah destinasi wisata bisa mendapatkan […]

  • Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    Guru Besar UIN Jakarta: PDF Berhak Dapat Pengakuan dan Dukungan Setara Pendidikan Formal

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pendidikan Diniyah Formal (PDF) sebagai salah satu satuan pendidikan pesantren memiliki posisi strategis dalam Sistem Pendidikan Nasional. Selain berperan mencetak generasi yang tafaqquh fiddin, PDF juga berkontribusi dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan nasional sehingga berhak memperoleh pengakuan, perlindungan, dan dukungan negara sebagaimana satuan pendidikan formal lainnya. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Bedah Undang-Undang […]

  • Langkah Strategis MKS UIN Bandung-BWI Dorong Riset Wakaf Internasional

    Langkah Strategis MKS UIN Bandung-BWI Dorong Riset Wakaf Internasional

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkuat kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam 1st AWARE 2026 (Al-Awqaf Workshop for Research, Advancement and Excellence). Acara yang diselenggarakan pada Kamis (10/9/2026), Prodi MKS FEBI UIN Sunan Gunung […]

expand_less