Kamis, 8 Okt 2026

Akuntansi Syariah UIN Bandung Siapkan Lulusan Kuasai Risiko Perbankan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Dalam upaya mempersiapkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan profesional, Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu bertajuk “Manajemen dan Manajemen Risiko Funding serta Financing pada Perbankan Syariah”. Kegiatan yang menghadirkan Konsultan Keuangan dan Bisnis Syariah, Deni Permana, S.E., M.M., CCAP, CBAS, AIQA., ini berlangsung di Aula FEBI, Selasa (22/9/2026).

 

Sekretaris Prodi Akuntansi Syariah, Fithri Dzikrayah, M.E.Sy., CIFA., didampingi staf prodi Ade Ponirah menjelaskan bahwa kuliah tamu ini diikuti oleh 70 mahasiswa semester 7 sebagai bagian dari pendalaman mata kuliah Manajemen Keuangan pada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) baik bank maupun non-bank yang berfokus pada pengelolaan dana sesuai prinsip syariah yang bebas dari riba, maysir (judi), dan gharar (ketidakpastian).

 

Kehadiran praktisi profesional diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoretis yang didapat di ruang kelas dengan realitas praktik profesi di lapangan, khususnya terkait etika, integritas, dan akuntabilitas.

“Kompetensi teknis saja tidak cukup untuk membentuk akuntan profesional. Mahasiswa perlu memahami pentingnya integritas, tanggung jawab moral, dan nilai-nilai syariah sebagai fondasi dalam menjalankan profesi,” tegasnya.

 

Dukungan penuh diberikan oleh Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., CTT., terhadap pelaksanaan kuliah dosen tamu.

Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa agar seimbang antara penguasaan teori dan praktik yang diajarkan langsung oleh para praktisi.

 

Dalam sesi pemaparannya, Deni Permana menegaskan bahwa bank syariah bukan sekadar entitas yang mengedepankan kepatuhan transaksi halal secara formalitas, melainkan lembaga keuangan yang menuntut tata kelola profesional, amanah, dan terintegrasi. “Ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas likuiditas, reputasi, dan kepercayaan masyarakat di tengah dinamika persaingan era digital,” ungkapnya.

 

Pada pilar penghimpunan dana (funding), bankir senior ini menyebut bahwa dana nasabah diposisikan sebagai amanah yang dihimpun melalui skema simpanan berbasis akad wadiah maupun mudharabah. “Oleh sebab itu, bank syariah perlu menerapkan strategi segmentasi pasar yang tepat, menghadirkan inovasi produk simpanan, mengoptimalkan kanal digital, serta melakukan mitigasi aktif terhadap risiko likuiditas dan kepatuhan syariah,” paparnya.

 

Pada sisi penyaluran dana (financing), bank syariah berperan menggerakkan sektor riil melalui berbagai skema seperti jual beli (murabahah), sewa (ijarah/IMBT), hingga bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). Setiap skema memiliki potensi risiko tersendiri, mulai dari risiko objek barang, pemeliharaan aset, hingga moral hazard dan informasi asimetris.

 

Untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan, perbankan syariah harus menerapkan analisis kelayakan komprehensif berlandaskan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Conditions) yang dipadukan dengan nilai syariah. Penilaian mendalam terhadap integritas nasabah hingga legalitas agunan bertujuan memastikan keputusan pembiayaan diambil secara cermat. “Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya memitigasi risiko gagal bayar, tetapi benar-benar memberikan dampak keberkahan dan nilai tambah bagi usaha nasabah,” ujarnya.

 

Bankir senior ini menjelaskan sebagai arah strategis, keberlanjutan perbankan syariah ke depan sangat ditentukan oleh sinergi yang seimbang antara penghimpunan dan penyaluran dana, adopsi teknologi digital, serta kolaborasi dengan ekosistem halal seperti UMKM dan pesantren. “Penguatan manajemen risiko di setiap lini operasional, bank syariah diharapkan dapat terus tumbuh tangguh dan inklusif,” paparnya.

 

Dengan adanya kuliah tamu ini, mahasiswa Akuntansi Syariah diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai peran strategis akuntan, urgensi sertifikasi profesi, serta semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja di industri keuangan syariah global.

 

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perbedaan Sertifikat Halal Self-Declare dan Jalur Reguler, Pilih Yang Mana? (Panduan UMKM)

    Perbedaan Sertifikat Halal Self-Declare dan Jalur Reguler, Pilih Yang Mana? (Panduan UMKM)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Perbedaan utama antara sertifikat halal Self-Declare dan Jalur Reguler terletak pada skala usaha, tingkat risiko bahan, serta biaya. Jalur Self-Declare dikhususkan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan produk berisiko rendah (low risk), bahan sederhana berlabel halal, serta biaya gratis (Rp 0) melalui pendampingan Pendamping PPH. Sementara itu, Jalur Reguler diperuntukkan bagi usaha […]

  • Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    Emas Voli Putri UIN Bandung: Buah Manis Perjuangan Tiga Mahasiswi Akuntansi Syariah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dua tahun berturut-turut bertemu lawan tangguh di semifinal dan harus puas dengan medali perunggu. Tahun ini, takdir kembali mempertemukan mereka dengan tim yang sama.   Bedanya, kali ini tiga mahasiswi Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama rekan-rekannya datang dengan tekad berbeda. Bukan lagi sekadar melaju ke semifinal, tetapi menuntaskan perjuangan dengan […]

  • Tak Hanya Kerja, Jepang Buka Peluang Studi Bagi Lulusan Indonesia

    Tak Hanya Kerja, Jepang Buka Peluang Studi Bagi Lulusan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Jepang menghadapi persoalan demografi yang berdampak pada ketersediaan tenaga kerja. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan industri tetap berjalan sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Situasi ini menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, khususnya dari program studi teknik. Selain bekerja, mereka […]

  • BPJPH Tetapkan 2026 Tahun Halal: Mulai Oktober Setiap Produk Wajib Bersertifikat

    BPJPH Tetapkan 2026 Tahun Halal: Mulai Oktober Setiap Produk Wajib Bersertifikat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kebijakan wajib halal merupakan bagian dari transformasi besar yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan halal tidak hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing nasional. Pemerintah menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penting penguatan ekosistem halal nasional. Mulai 18 Oktober 2026, seluruh produk yang beredar di Indonesia, mulai dari […]

  • Dari Ideologi ke Aksi: PDPM Banyumas Siapkan Kader Tangguh Menjawab Tantangan Zaman

    Dari Ideologi ke Aksi: PDPM Banyumas Siapkan Kader Tangguh Menjawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tarqum Azis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Banyumas — Dakwah Islam Berkemajuan bukan sekadar slogan, melainkan jalan perjuangan yang harus terus dihidupkan oleh setiap kader Pemuda Muhammadiyah. Dakwah yang mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan hanya akan lahir dari kader yang kokoh ideologinya, kuat organisasinya, serta berintegritas dalam mengemban amanah Persyarikatan. Atas dasar itulah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyumas menyelenggarakan Up Grading […]

  • Lepas 660 Alumni FITK UIN Jakarta, Lukman Hakim Saifuddin Beberkan Pentingnya Guru yang Terus Belajar

    Lepas 660 Alumni FITK UIN Jakarta, Lukman Hakim Saifuddin Beberkan Pentingnya Guru yang Terus Belajar

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Setiap orang pada hakikatnya adalah pengajar sekaligus pendidik, setidaknya bagi dirinya sendiri dan lingkungan terdekatnya. Karena itu, seorang pengajar dituntut untuk terus belajar. Mengajar dan belajar merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.   Demikian disampaikan Menteri Agama RI periode 2014–2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat memberikan pembekalan pada acara Pelepasan Alumni dan Yudisium […]

expand_less