Kamis, 8 Okt 2026

Menjelajah Malaysia-Singapura, Mahasiswa UM Bandung Temukan Makna Adaptasi dan Keterbukaan

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, COM, Bandung — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tidak selalu tentang datang ke suatu tempat, menjalankan program, lalu pulang membawa laporan.

Bagi Sela Lazma, mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, KKN Internasional menjadi ruang belajar yang jauh lebih luas.

Dia bisa bertemu masyarakat dengan latar belakang berbeda, mengenal budaya baru, sekaligus mencoba membawa ilmu yang dipelajari di ruang kelas ke tengah kehidupan masyarakat.

Dalam program International Community Services yang dilaksanakan Agustus lalu tersebut, Sela bersama tim menjalani berbagai kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus aktivitas intercultural di Malaysia dan Singapura.

Dua negara tersebut menjadi ruang belajar terbuka bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat, budaya, pendidikan, lingkungan, hingga perkembangan sebuah negara berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegiatan utama mereka berlangsung di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM) Kepong.

Karena berasal dari bidang Psikologi, Sela dan tim memberikan psikoedukasi kepada anak-anak sekolah dasar. Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan dan pengelolaan emosi.

Bagi Sela, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan.

Ia menyadari bahwa berbicara tentang psikologi kepada anak-anak tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menjelaskan teori di dalam kelas.

“Menyampaikan ilmu psikologi kepada anak tidak bisa hanya dengan menjelaskan teori. Namun, perlu menyesuaikan dengan usia dan karakter mereka,” ujar Sela di kampus UM Bandung pada Kamis (03/09/2026).

Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa ilmu pengetahuan baru benar-benar terasa manfaatnya ketika mampu disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang yang menerimanya.

Di situlah, menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi akademisi, tetapi belajar menjadi bagian dari masyarakat.

Perjalanan KKN kemudian berlanjut dengan kunjungan ke KRT Desa Jati di Negeri Sembilan.

Di tempat tersebut, Sela dan tim berkesempatan melihat sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat.

Pertemuan itu memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenal kebiasaan dan kehidupan masyarakat dari jarak yang lebih dekat.

Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi dengan kunjungan ke sejumlah tempat ikonik dan bersejarah di Malaysia.

Mulai dari Petronas Twin Towers, Masjid Negara, Batu Caves, Istana Bukit Serene, hingga sejumlah kawasan bersejarah lainnya.

Bagi Sela, setiap tempat yang dikunjungi seperti menghadirkan potongan cerita yang berbeda. Ia tidak hanya melihat Malaysia sebagai sebuah negara yang memiliki destinasi wisata.

Namun, mencoba memahami keberagaman masyarakat, budaya dan agama, serta perkembangan wilayah dan perkotaannya.

Perjalanan lintas negara itu kemudian berlanjut ke Singapura. Di sana, Sela dan tim mengunjungi sejumlah tempat ikonik.

Misalnya seperti Gardens by the Bay, Merlion Park, dan Marina Bay Sands, sekaligus mengenal kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Namun, yang paling membekas bagi Sela bukan sekadar kemegahan bangunan atau modernitas Singapura.

Ia justru tertarik pada perjalanan negara tersebut dalam menghadapi keterbatasan hingga mampu berkembang menjadi salah satu negara maju.

“Saya belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan dan mengelola apa yang kita miliki sebaik mungkin,” katanya.

Pengalaman KKN Internasional itu juga membuat Sela semakin memahami arti adaptasi.

Berada di lingkungan dengan kebiasaan dan cara pandang yang berbeda membuatnya belajar bahwa tidak semua hal dapat dilihat menggunakan kacamata yang sama.

Ia belajar berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, memahami perbedaan kebiasaan, sekaligus menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Pengalaman tersebut perlahan membuat cara pandangnya menjadi lebih terbuka.

Menurut Sela, inilah salah satu keistimewaan KKN Internasional. Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori yang diperoleh selama perkuliahan. Namun, berhadapan langsung dengan realitas masyarakat yang berbeda dari lingkungan sehari-hari.

“Kita belajar beradaptasi, berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, dan lebih terbuka terhadap perbedaan. Ilmu yang didapat di perkuliahan juga bisa dilihat bagaimana penerapannya secara langsung di lapangan,” tuturnya.

Lebih dari itu, KKN Internasional menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bercermin.

Ketika melihat sistem pendidikan, kehidupan masyarakat, budaya, hingga perkembangan Malaysia dan Singapura, mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertanya kembali tentang kondisi di lingkungan sendiri.

Misalnya, apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan apa yang bisa dipelajari dari pengalaman negara lain.

Menurut gadis yang mengidolakan Jeon Jungkook (BTS) ini, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk perjalanan masa depannya.

Ia memiliki cita-cita menjadi psikolog sekaligus penyanyi. Dua bidang yang sama-sama membutuhkan kemampuan memahami manusia dan menyampaikan pesan.

Di sela aktivitasnya sebagai mahasiswa, Sela juga gemar menyanyi dan membaca buku. Saat ini, ia tengah membaca buku “Start With Why” karya Simon Sinek dan “Makanya, Mikir!” karya Abigail Limuria dan Cania Citta.

Dua buku tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam memperluas wawasan dan menemukan alasan di balik setiap langkah yang ia jalani.

Pada akhirnya, KKN Internasional bagi Sela bukan hanya tentang Malaysia dan Singapura.

Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi proses untuk mengenal masyarakat, memahami perbedaan, membagikan ilmu, sekaligus mengenal dirinya sendiri.

Dari ruang kelas ke tengah masyarakat, dari Indonesia ke negara tetangga, Sela menemukan satu pelajaran sederhana: dunia akan terasa lebih luas ketika kita mau belajar dari orang lain dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantan Sulthon Bukhawan Ketua Terpilih PWI Jawa Barat 2026–2031, Alumni UIN Bandung

    Tantan Sulthon Bukhawan Ketua Terpilih PWI Jawa Barat 2026–2031, Alumni UIN Bandung

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tantan Sulthon Bukhawan, terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031. Terpilihnya Tantan menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kiprah alumni UIN Bandung dalam dunia jurnalistik dan kehidupan publik. Tantan Sulthon Bukhawan merupakan alumni KPI UIN Bandung […]

  • Kuliah Pakar UIN Bandung: Prof. Ramlan Surbakti Soroti RUU Pemilu 2029

    Kuliah Pakar UIN Bandung: Prof. Ramlan Surbakti Soroti RUU Pemilu 2029

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Rancangan Undang-undang Pemilu 2029 dan Masa Depan Demokrasi Indonesia”. Acara yang ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan fondasi keilmuan politik ini berlangsung khidmat di Aula FISIP Lantai 1, Sabtu (5/9/2026). Seminar ini menghadirkan […]

  • Ary Ginanjar Agustian Membangun Ekosistem Halal Perspektif IQ EQ SQ

    Ary Ginanjar Agustian Membangun Ekosistem Halal Perspektif IQ EQ SQ

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lahir di Bandung pada 24 Maret 1965, Ary Ginanjar Agustian tumbuh sebagai pemuda dengan mimpi-mimpi besar. Selepas menyelesaikan pendidikannya di Universitas Udayana dan sempat menimba ilmu hingga ke Adelaide, Australia, ia memulai kariernya di zona nyaman: menjadi seorang dosen ASN di Bali. Namun, gejolak di dalam dadanya menolak untuk diam. Ia merasa takdirnya […]

  • Dekan FAI UHAMKA Hadir di IGIC 2026, Bawa Pesan Muhammadiyah untuk Perdamaian Dunia

    Dekan FAI UHAMKA Hadir di IGIC 2026, Bawa Pesan Muhammadiyah untuk Perdamaian Dunia

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 34
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Jakarta — Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FAI UHAMKA) Prof Ai Fatimah Nur Fuad PhD hadir memenuhi undangan dari Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA dan aktif memberikan pandangannya dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026. Forum internasional perdana yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama […]

  • Setiap Pemimpin Memikul Pertanggungjawaban: Pengingat INTERAKSI untuk Mahasiswa Akuntansi Syariah

    Setiap Pemimpin Memikul Pertanggungjawaban: Pengingat INTERAKSI untuk Mahasiswa Akuntansi Syariah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pesan INTERAKSI untuk Mahasiswa Akuntansi Syariah   GENHALAL.ID — Menjadi pemimpin bukan sekadar mampu mengatur dan menggerakkan orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan amanah yang setiap keputusan dan tanggung jawabnya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.   Pesan itu menjadi salah satu nilai yang ditekankan dalam Latihan Kepemimpinan Program Studi Akuntansi Syariah, INTERAKSI 2026/2027, di Aula […]

  • Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

    Dorong Literasi Halal Tumbuh dari Sekolah, Menteri Dikdasmen RI Dukung Gen Halal Championship 2026

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Dukungan Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., terhadap Gen Halal Championship menegaskan pentingnya membangun literasi halal sejak bangku sekolah. Digagas LPPOM dan didukung MUI, program ini mendorong generasi muda menjadikan halal bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari gaya hidup dan karakter. Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama LPPOM melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah […]

expand_less