UM Bandung Perkuat Literasi Finansial Mahasiswa Lewat Edukasi Pasar Modal
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mendapat bekal penting untuk mengenal dunia investasi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkenalkan dasar-dasar pasar modal sekaligus cara menjadi investor muda yang lebih cerdas dalam rangkaian Pesonamu UM Bandung 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Selasa (22/09/2026).
Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Adnan Bahalwan menjadi pemateri pada hari kedua Pesonamu.
Ia mengajak mahasiswa memahami investasi dari dasar sebelum memutuskan menggunakan uang untuk membeli instrumen pasar modal.
Menurut Adnan, investasi tidak cukup dimulai dengan keinginan mendapatkan keuntungan.
Calon investor harus memahami instrumen yang dipilih, karakteristik dan risikonya, serta menyesuaikannya dengan tujuan dan kemampuan finansial.
Untuk investor pemula, ia mengenalkan prinsip 3P: Paham, Punya, Pantau.
“Jangan punya dulu tapi belum paham, tapi harus paham dulu baru punya, dan setelah punya terus dipantau secara berkala,” ujar Adnan.
Prinsip tersebut menempatkan pemahaman sebagai langkah pertama sebelum seseorang membeli instrumen investasi.
Setelah memilikinya, investasi juga perlu dipantau agar keputusan tetap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Adnan mengingatkan mahasiswa UM Bandung agar tidak membeli saham sekadar mengikuti tren.
Informasi yang diperoleh harus diolah dan dianalisis sebelum menjadi dasar keputusan investasi.
Untuk mengenalkan proses transaksi secara praktis, Adnan memperkenalkan IDX Mobile yang menyediakan fitur virtual trading.
Mahasiswa dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk melakukan simulasi jual beli saham tanpa langsung menggunakan dana riil.
Menurutnya, latihan melalui simulasi dapat membantu calon investor memahami mekanisme perdagangan sekaligus membangun pengalaman sebelum melakukan transaksi sebenarnya.
Di tengah derasnya informasi digital, Adnan juga meminta mahasiswa lebih kritis terhadap konten investasi di media sosial.
Rekomendasi saham dari influencer tidak seharusnya diterima begitu saja.
Informasi tersebut perlu diperiksa melalui data dan analisis, termasuk dengan melihat laporan keuangan serta kondisi harga saham.
Adnan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak FOMO (fear of missing out) atau membeli saham hanya karena melihat orang lain melakukannya. “Tolong jangan FOMO, jangan ikut-ikutan orang,” tegasnya.
Ia menegaskan, keputusan membeli maupun menjual saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki pertimbangan sendiri setelah mempelajari informasi dari berbagai sumber.
Selain kemampuan analisis, kesiapan mental juga penting dalam investasi.
Pengalaman akan membantu investor menghadapi perubahan kondisi pasar dan memahami bahwa investasi bukan jalan pintas untuk memperoleh keuntungan.
Adnan menjelaskan, setiap investasi memiliki tujuan dan jangka waktu berbeda, baik jangka pendek, menengah maupun panjang.
Oleh karena itu, tujuan keuangan perlu ditentukan sebelum memilih instrumen investasi.
Melalui edukasi pasar modal tersebut, UM Bandung membekali mahasiswa bukan hanya dengan pengetahuan tentang investasi.
Namun, juga cara berpikir kritis dalam mengambil keputusan finansial.
Paham sebelum punya, pantau setelah memiliki, dan jangan mudah ikut-ikutan menjadi pesan utama bagi mahasiswa UM Bandung yang mulai mengenal dunia pasar modal.***(Hikma/Althof/Fauzan)
- Penulis: Feri Anugrah
