Kamis, 8 Okt 2026

Bukan Cuma Soal Gaji, Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga Agar Lebih Mandiri

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Penghasilan besar setiap bulan, misalnya, belum tentu membuat keuangan keluarga aman.

Jika uang yang masuk setiap bulan langsung habis untuk belanja dan membayar utang, pendapatan berapa pun bisa terasa kurang.

Oleh karena itu, kemandirian ekonomi keluarga tidak selalu harus dimulai dengan mencari penghasilan tambahan.

Dosen Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Yudi Haryadi justru mendorong masyarakat untuk lebih dulu memperbaiki cara mengelola uang.

Hal itu disampaikan Yudi dalam kegiatan Sosialisasi Ekonomi Syariah di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, belum lama ini.

Menurut Yudi, salah satu kebiasaan yang perlu diubah adalah pola menggunakan uang setelah menerima penghasilan.

Banyak orang memilih memenuhi berbagai kebutuhan lebih dulu, sementara menabung baru dilakukan jika masih ada sisa.

Padahal, menurutnya, tabungan atau investasi sebaiknya langsung disisihkan sejak awal.

Dengan cara ini, keluarga memiliki dana cadangan sekaligus mulai menyiapkan kebutuhan di masa depan.

“Jangan menunggu ada sisa untuk menabung. Justru tabungan atau investasi harus menjadi salah satu prioritas sejak awal menerima pendapatan,” ujar Yudi.

Yudi juga memperkenalkan formula sederhana 10-30-50-10 sebagai salah satu acuan mengatur pendapatan.

Minimal 10 persen untuk tabungan atau investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan atau utang, maksimal 50 persen untuk kebutuhan rutin, dan 10 persen untuk kebutuhan pribadi.

Formula tersebut tentu dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.

Namun, prinsip utamanya adalah setiap pendapatan perlu memiliki tujuan yang jelas agar pengeluaran tidak berjalan tanpa kendali.

Pengelolaan seperti ini juga membantu keluarga membangun dana darurat, mengurangi ketergantungan pada utang, dan membuat rencana keuangan lebih terukur.

“Jadi, kemandirian ekonomi bukan semata-mata tentang bagaimana meningkatkan penghasilan, tetapi bagaimana kita mampu mengendalikan dan mengarahkan uang sesuai dengan tujuan hidup,” kata Yudi.

Tak hanya soal mengatur pendapatan, Yudi juga mengingatkan pentingnya memahami pembiayaan syariah.

Masyarakat perlu mengenal lembaga seperti Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS).

Ketika membutuhkan pembiayaan, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat seberapa cepat uang bisa diperoleh.

Akad, kemampuan membayar, risiko, kebutuhan, dan manfaat pembiayaan juga perlu dipertimbangkan.

Literasi keuangan syariah, menurut Yudi, penting agar masyarakat tidak mudah terjebak rentenir atau mengambil pembiayaan yang justru memperberat kondisi ekonomi keluarga.

Pada akhirnya, mengelola keuangan bukan sekadar soal mendapatkan uang lebih banyak.

Yang tak kalah penting adalah mengetahui ke mana uang harus diarahkan agar kebutuhan hari ini terpenuhi tanpa mengorbankan kehidupan di masa depan.

Dalam perspektif ekonomi syariah, pengelolaan keuangan juga berkaitan dengan nilai amanah, keadilan, ta’awun, dan ukhuwah.

Artinya, kekuatan ekonomi keluarga diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Komisi Ekonomi MUI Jawa Barat dan Program Pengabdian Dosen Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung.

Acara ini diikuti puluhan ibu-ibu anggota Forum Silaturahmi Majelis Taklim (FSMT) Kelurahan Cipadung Kidul.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muktamar ke-35 NU, Husnul Qodim: Rawat Tradisi, Perkuat Keilmuan, Bangun Generasi Masa Depan

    Muktamar ke-35 NU, Husnul Qodim: Rawat Tradisi, Perkuat Keilmuan, Bangun Generasi Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A. menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Menurut Husnul Qodim, Muktamar NU bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan dan konsolidasi organisasi, […]

  • Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    Lima Fondasi Kehidupan Menurut Islam di Tengah Gempuran Revolusi Industri 5.0

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNGMU.COM, Bandung – Pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya Revolusi Industri 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Namun, di tengah kemajuan tersebut, manusia dituntut untuk tidak kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan. Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Bandung Hendar Riyadi menyebut Islam memiliki lima pilar penting yang dapat menjadi fondasi kehidupan manusia […]

  • Tim Dosen UM Bandung Hadirkan Timbangan IoT Ramah Anak untuk Perkuat Layanan Posyandu

    Tim Dosen UM Bandung Hadirkan Timbangan IoT Ramah Anak untuk Perkuat Layanan Posyandu

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 24
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Pemanfaatan teknologi di layanan kesehatan masyarakat terus didorong agar semakin praktis dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menghadirkan inovasi untuk membantu Posyandu Mayasari 3 meningkatkan layanan pemantauan tumbuh kembang balita sekaligus memperkuat edukasi bagi orang tua. Program bertajuk “Pemberdayaan Posyandu melalui […]

  • Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat

    Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jamhari Makruf mendorong para sarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak berhenti belajar dan berani menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurut Jamhari, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan perlu terus membaca, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan […]

  • Asal Usul Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda yang Menyimpan Cerita di Bungbulang

    Asal Usul Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda yang Menyimpan Cerita di Bungbulang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 56
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Garut Selatan menyimpan banyak keajaiban alam yang belum banyak diketahui wisatawan. Salah satunya adalah Leuwi Jurig, sebuah lubuk sungai yang berada di wilayah Bungbulang. Keindahan tebing batu yang mengapit aliran sungai jernih membuat tempat ini kerap disebut sebagai Grand Canyon Sunda. Namun, di balik pesonanya, nama Leuwi Jurig memiliki kisah yang menarik untuk […]

  • Era AI Menuntut Sarjana Terus Belajar, Dadang Kahmad Ingatkan Lulusan UM Bandung

    Era AI Menuntut Sarjana Terus Belajar, Dadang Kahmad Ingatkan Lulusan UM Bandung

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Gelar sarjana tidak lagi cukup menjadi modal untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, lulusan perguruan tinggi dituntut terus belajar, beradaptasi, dan mampu membuktikan kompetensinya melalui karya nyata. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas […]

expand_less