Kamis, 8 Okt 2026

Evolusi Jajan: Dari Nyari Receh Sampai Ngutang Paylater Demi Boba

  • account_circle Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Jajan adalah hak asasi manusia. Sejak zaman purba hingga era kecerdasan buatan, manusia selalu butuh mengunyah sesuatu yang gurih, manis, dan kaya akan MSG. Tapi, kalau kita perhatikan, cara kita jajan—dan cara kita jatuh miskin karenanya—telah mengalami evolusi yang sangat kocak. Mari kita naik mesin waktu dan melihat bagaimana kebiasaan mulia ini berubah dari masa ke masa.

Mundur ke era 90-an atau awal 2000-an. Pada masa ini, dompet tebal adalah simbol kekayaan, meskipun saat dibuka isinya cuma uang dua ribuan lecek, bon fotokopi, dan foto gebetan yang sudah jadian sama orang lain.

Proses jajan di era ini sangat fisikal dan penuh perjuangan. Sebelum ke warung, ritual wajibnya adalah merogoh sela-sela sofa, membongkar jok motor, atau memeriksa kantong celana kotor demi mencari koin gopek.

Tidak ada yang lebih menyedihkan dibanding saat koin Rp 500 satu-satunya menggelinding masuk ke dalam selokan tepat di depan gerobak abang siomay. Tamat sudah impian jajan hari itu.

Ini adalah era di mana hukum ekonomi global bisa dikalahkan oleh ibu-ibu warung. “Neng, kembaliannya pakai permen karet dua ya?” Dan kita cuma bisa mengangguk pasrah. Permen karet resmi menjadi alat tukar yang sah di Republik Jajan Indonesia.

Masa Kini: Gen Z, QRIS, dan Tragedi Sinyal Hilang

Masuk ke era sekarang. Dompet fisik sudah hampir punah. Kalaupun ada, isinya cuma KTP yang fotonya sudah mengelupas. Bagi Gen Z, uang itu wujudnya bukan kertas, tapi angka digital di layar smartphone.

Kehadiran bank digital dengan kartu ATM warna-warni neon (yang lebih sering dipakai at mirror selfie daripada narik duit) mengubah segalanya:

Tukang cilok, seblak, sampai telur gulung sekarang punya stiker QRIS yang dilaminating di gerobaknya. Jajan tidak lagi pakai suara “Bang, beli lima ribu,” tapi pakai gerakan tangan scan barcode ala kasir minimarket.

Dulu orang panik kalau dompet ketinggalan. Sekarang Gen Z panik kalau kuota habis, HP lowbat, atau bank digitalnya lagi maintenance tepat saat abang seblak sudah menengadahkan tangan. “Bentar bang, loading… aduh sinyalnya ilang, Bang, jangan maju dulu gerobaknya!”

Bank digital sekarang canggih, ada fitur patungan. Jajan gorengan pinggir jalan berlima, bayarnya pakai fitur split bill yang ngitungnya sampai ke pecahan sen. “Eh, tadi lo makan bakwan dua ya, berarti lo bayar Rp 4.350, buruan transfer.”

Ini yang paling absurd. Beli kopi susu gula aren atau boba seharga Rp 25.000, tapi bayarnya pakai Paylater cicilan 3 bulan. Bobanya sudah jadi ampas di pencernaan, utangnya masih mengendap di BI Checking.

AI Penjaga Kolesterol

Lalu, bagaimana bentuk jajan di masa depan, katakanlah tahun 2050? Bank digital mungkin sudah berevolusi menjadi asisten virtual yang menempel di otak kita.

Saat mau buyur bayar jajanan, tidak perlu lagi scan QRIS. Kamu tinggal menatap mata hologram abang cireng, berkedip dua kali, dan boom! Saldomu otomatis terpotong melalui pemindaian retina.

Bank di masa depan tidak cuma ngurusin uang, tapi juga kesehatanmu. Karena data medis sudah terintegrasi dengan saldo rekening, AI bank digitalmu akan sering melakukan protes.

“Maaf, transaksi Seblak Mercon Level 10 ditolak. Asam lambung Anda sedang dalam kondisi kritis. Silakan beli oatmeal atau saldo Anda saya blokir.”

Paylater akan berevolusi menjadi utang yang diwariskan. Beli jajan di Mars pakai pesawat low-cost, cicilannya dilanjutkan oleh anak cucu sampai tujuh turunan.

Pada akhirnya, dari zaman nyari receh sampai zaman bayar pakai kedipan mata, satu hal yang tidak akan pernah berubah: hasrat kita untuk jajan akan selalu lebih besar daripada kapasitas saldo rekening kita. Selamat jajan, dan jangan lupa bayar Paylater-nya!***(SAB)

  • Penulis: Sukron Abdilah, Founder Gen Halal Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepsek dan Kamad Muhammadiyah Banyumas Ikrar Wujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan

    Kepsek dan Kamad Muhammadiyah Banyumas Ikrar Wujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Di bawah rindangnya Baturraden, api semangat itu dinyalakan kembali.   Selama dua hari, 28–29 Juli 2026, para nahkoda pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas duduk satu barisan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas melalui Majelis Dikdasmen & PNF menggelar Rapat Koordinasi Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah Muhammadiyah.   Ini bukan sekadar rakor. Ini ikrar. Ikrar untuk bergerak, […]

  • Komisi VIII DPR: Banyak Jalan Halal, Kok Dana Wakaf Umat Masjid Istiqlal Masuk BEI?

    Komisi VIII DPR: Banyak Jalan Halal, Kok Dana Wakaf Umat Masjid Istiqlal Masuk BEI?

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI Nasaruddin Umar diminta agar berhati-hati mengelola dana wakaf masjid melalui instrumen pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, pengelolaan dana wakaf memiliki dimensi yang berbeda dengan pengelolaan dana komersial pada umumnya. Selain harus produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya […]

  • Dadang Syaripudin: Ilmu yang Hidup Adalah Ilmu yang Memberi Manfaat

    Dadang Syaripudin: Ilmu yang Hidup Adalah Ilmu yang Memberi Manfaat

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 37
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Gelar sarjana bukanlah garis akhir dari perjalanan ilmu. Justru setelah toga dilepas dan pintu kampus ditinggalkan, ilmu menemukan ruang pengabdiannya yang sesungguhnya: di tengah kehidupan masyarakat. Pesan itulah yang disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Dadang Syaripudin kepada para lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam Wisuda ke-9, Sabtu (12/09/2026). Sekretaris Badan Pembina […]

  • Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 30
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Perkembangan ruang digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, membangun diskursus publik, dan merespons berbagai persoalan sosial. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan ketika partisipasi publik lebih banyak dipengaruhi tren dan Fear of Missing Out (FOMO) daripada pemahaman yang mendalam. Direktur Democracy and Electoral Integrity Program (DEEP) Indonesia […]

  • Jadi Kebutuhan Dasar, Rektor UM Bandung Minta Inovasi Pangan Terus Diperkuat

    Jadi Kebutuhan Dasar, Rektor UM Bandung Minta Inovasi Pangan Terus Diperkuat

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 28
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menekankan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian pangan. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri bukan hanya soal ekonomi, tetapi menyangkut kehormatan bangsa. Hal itu disampaikan Zulkifli saat menjadi pembicara dalam Rakornas Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) I Tahun 2026 di Auditorium […]

  • Tutup KUII ke-8, Pentingnya Cita Peradaban Islam dan Urgensi Literasi Ekonomi Syariah

    Tutup KUII ke-8, Pentingnya Cita Peradaban Islam dan Urgensi Literasi Ekonomi Syariah

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengimbau umat Islam Indonesia untuk mengambil peran strategis sebagai episentrum peradaban Islam dunia di masa depan. Bersamaan itu, Menag juga menggarisbawahi urgensi penguatan literasi ekonomi syariah. Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Penutupan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 dan Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) […]

expand_less