Lebih dari Kompetisi, Perjalanan Santri Muhammadiyah Jabar Menjadi Ajang Menempa Diri
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mendorong santri Muhammadiyah Jawa Barat membuktikan kualitas melalui prestasi, kerja keras, kekompakan, dan akhlak terpuji.
Pesan tersebut disampaikan Fajar saat melepas Kontingen Jawa Barat menuju Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2 di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Minggu (20/9/2026).
“Santri Jawa Barat siap juara?” seru Fajar yang langsung disambut antusias para peserta.
Menurut Fajar, optimisme itu didukung capaian dua pesantren Muhammadiyah Jawa Barat yang masuk 10 besar nasional berdasarkan hasil mutu pesantren Muhammadiyah tahun 2025–2026.
Darul Arqam Muhammadiyah Garut berada di peringkat kelima dengan nilai akreditasi 91, sedangkan Al-Furqon Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menempati peringkat ketujuh dengan nilai 89. Keduanya meraih predikat Mumtaz.
“Secara kuantitas, pesantren Muhammadiyah Jawa Barat mungkin belum sebanyak daerah lain. Namun, masuknya dua pesantren dalam 10 besar nasional menunjukkan bahwa kita berorientasi pada mutu,” ujar Fajar.
Ia mengatakan, Kemah Santri Muhammadiyah Nasional di Malang menjadi kesempatan bagi santri Jawa Barat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pengalaman dan karakter.
Fajar juga mengingatkan para santri pada hadis sahih riwayat Muslim tentang mukmin yang kuat. Menurutnya, hadis tersebut mengajarkan agar bersungguh-sungguh meraih sesuatu yang bermanfaat, memohon pertolongan Allah, dan tidak mudah merasa lemah.
“Adik-adik harus total. Dalam istilah Buya Syafii Maarif, harus bertungkus lumus. Berikan kemampuan terbaik, berdoa, dan jangan mudah menyerah,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan dalam kemah tidak hanya diukur dari medali. Pengalaman mengikuti kompetisi juga penting sebagai bagian dari proses pembentukan mental dan karakter.
“Kalau belum mendapat medali, jadikan pengalaman itu sebagai bekal untuk bangkit,” pesannya.
Selain prestasi, Fajar meminta para santri menjaga kekompakan dan mengembangkan kecerdasan sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya mengamalkan empat sifat Rasulullah saw., yakni sidik, amanah, tablig, dan fatanah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Ahmad Dahlan mengapresiasi kehadiran dan motivasi yang diberikan Wamendikdasmen.
Ia berharap kontingen Jawa Barat mampu menampilkan kemampuan terbaik dan membawa nama baik Muhammadiyah serta Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PWM Jawa Barat Agus Abdurrahman berterima kasih kepada UM Bandung yang telah memfasilitasi pelepasan kontingen.
Menurutnya, kemah nasional bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi antarsantri Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Pada penyelenggaraan sebelumnya di Surakarta, Jawa Barat mengirimkan 100 santri dan meraih delapan medali emas sekaligus menjadi juara umum.
“Mudah-mudahan di Kemah Santri yang kedua di Malang ini kami juga bisa mendapatkan prestasi yang positif. Selain itu, dari kegiatan ini dapat terjalin tali silaturahmi di antara santri Muhammadiyah dari seluruh Indonesia,” ujar Agus.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto juga berpesan agar para santri berkompetisi secara sportif, bekerja keras, dan pantang menyerah. Ia berharap capaian sebelumnya menjadi motivasi untuk kembali meraih prestasi.
“Kalau bisa, prestasi yang diraih harus lebih baik dari capaian sebelumnya. Kerja keras, hasilnya serahkan kepada Allah seraya bertawakal,” tutur Herry.
Kontingen Jawa Barat terdiri atas 264 santri dari 12 pesantren yang terbagi dalam 27 regu. Mereka didampingi 35 pendamping dan 10 pembina.
Para santri akan mengikuti MHQ, MTQ, Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab dan Inggris, storytelling, baris-berbaris, jelajah alam, serta tali-temali. Rangkaian kegiatan juga diisi seminar nasional, Unggun Gembira, dan pentas seni.
Kemah Santri Muhammadiyah Nasional ke-2 berlangsung pada 21–24 September 2026 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat silaturahmi, karakter pesantren Muhammadiyah, pembinaan Hizbul Wathan, serta kemandirian, disiplin, kerja sama, dan semangat berprestasi santri.***
- Penulis: Feri Anugrah
