Dari Technopreneur Center hingga Energi Surya, UM Bandung Siapkan Kampus yang Lebih Mandiri
- account_circle Feri Anugrah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Bagi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, pergantian pimpinan bukan sekadar soal siapa yang mengisi jabatan baru.
Yang lebih penting adalah apa yang bisa dikerjakan setelahnya dan seberapa besar manfaatnya bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat.
Hal itu ditekankan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto saat memberikan arahan kepada delapan pejabat struktural yang baru dilantik.
Ia meminta para pimpinan baru tidak terjebak pada rutinitas administrasi. Namun, berani menghadirkan gagasan yang membuat kampus bekerja lebih baik.
“Amanah ini bukan sekadar penghargaan. Namun, tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kinerja yang nyata, kepemimpinan yang visioner, dan kemampuan membangun kolaborasi di seluruh lingkungan universitas,” ujar Herry.
Menurut Herry, ukuran keberhasilan sebuah kebijakan bukan sekadar terlaksananya program. Setiap kebijakan harus punya manfaat yang jelas.
Mulai dari memperbaiki layanan, meningkatkan kualitas pendidikan, sampai membuka lebih banyak ruang bagi sivitas akademika untuk berkembang.
Oleh karena itu, penguatan dilakukan di berbagai bidang. Fakultas Sains dan Teknologi diarahkan semakin dekat dengan perkembangan teknologi, industri, riset, dan kebutuhan masyarakat.
Fakultas Sosial dan Humaniora didorong membangun budaya akademik yang kreatif dan kolaboratif.
Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis perlu semakin responsif terhadap ekonomi digital dan dunia usaha.
Di Fakultas Agama Islam, pengembangan keilmuan juga diarahkan agar tetap relevan dengan persoalan masyarakat.
FAI diharapkan menjadi ruang pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang moderat dan berkemajuan.
Sekaligus mampu menyiapkan lulusan yang dapat mengintegrasikan nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan zaman.
Perbaikan juga menyentuh hal yang sangat dekat dengan keseharian mahasiswa, yakni fasilitas kampus.
UM Bandung menyiapkan pengembangan masjid dan perpustakaan, penyelesaian interior gedung, akses dan parkir, hingga technopreneur center.
Ada pula rencana penguatan fasilitas air bersih, energi surya, pemanenan air hujan, dan pengelolaan sampah dan limbah.
Dari sisi kemandirian kampus, UM Bandung ingin membuat berbagai aset dan peluang usaha lebih produktif.
Pengembangan TK, apotek, catering, bakery, galeri produk kriya, dan kemitraan dengan industri diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru yang pada akhirnya mendukung pengembangan layanan dan fasilitas kampus.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah bagaimana hasil riset dan inovasi bisa benar-benar sampai kepada masyarakat.
Oleh karena itu, bidang Diseminasi Inovasi dan Perluasan Dampak mendapat tugas untuk memperluas kiprah UM Bandung.
Hal itu agar inovasi yang lahir di kampus tidak berhenti sebagai karya akademik. Namun, dapat memberi manfaat lebih luas bagi Jawa Barat, Indonesia, dan dunia.
Herry menyadari, tantangan perguruan tinggi semakin cepat berubah.
Digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan regulasi, persaingan global, dan tuntutan mutu pendidikan membuat UM Bandung harus terus belajar dan beradaptasi.
“Saya berharap Saudara tidak hanya menjalankan rutinitas kegiatan administratif, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan nilai tambah bagi kemajuan UM Bandung,” tegasnya.
Delapan pejabat yang mendapat amanah baru tersebut yakni Noviani Arifina Istiqomah sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi; Ririn Suharsih sebagai Wakil Dekan FST.
Kemudian Latifah sebagai Wakil Dekan FSH; Budi Sadarman sebagai Wakil Dekan FEB; Yudi Daryadi sebagai Wakil Dekan FAI; Qori Atur Rodiah Suhada sebagai Kepala Bagian Pengembangan Sarana dan Prasarana.
Lalu Redoyan Refli sebagai Kepala Bagian Diseminasi Inovasi dan Perluasan Dampak serta Yudistia Teguh Ali Fikri sebagai Kepala Bagian Bisnis dan Kemitraan Usaha.
Bagi Herry, semua perubahan itu pada akhirnya bermuara pada satu hal: manfaat.
Karena keberhasilan UM Bandung tidak bisa dibangun oleh satu pimpinan atau satu unit saja, ia mengajak seluruh sivitas akademika bekerja bersama.
Yakni gar perbaikan tata kelola, pendidikan, fasilitas, inovasi, dan kemitraan benar-benar terasa dalam kehidupan kampus dan memberi kontribusi bagi masyarakat.***
- Penulis: Feri Anugrah
