Kamis, 8 Okt 2026

Suwendi, Digital Scholarchy Kunci Penguatan Kompetensi Dosen PTKI

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID — Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suwendi, menegaskan pentingnya Digital Scholarchy dalam penguatan kompetensi digital dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Menurutnya, kompetensi digital dosen tidak cukup diukur dari kemampuan menggunakan aplikasi dan teknologi, tetapi juga dari kemampuan mengintegrasikannya secara kritis, reflektif, pedagogis, dan bertanggung jawab dalam praktik akademik.

Hal tersebut disampaikan Suwendi saat mempresentasikan hasil penelitiannya dalam The 72nd TEFLIN International Conference, yang diselenggarakan bersamaan dengan The 10th ICEMS (International Conference on Education in Muslim Societies) dan The 2nd TESOL Research Colloquium, di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 7 Oktober 2026. Konferensi mengangkat tema “Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future.”

Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Agama RI dan dihadiri Rektor beserta para Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dekan FITK, komunitas pengajar Bahasa Inggris se-Indonesia, serta ratusan panelis dan pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam penelitian bertajuk Technology Acceptance Model: Perceptions, Usefulness, and Digital Skills of Lecturers in Islamic Higher Education Institutions, Suwendi mengkaji dinamika penerimaan teknologi digital di lingkungan PTKI, khususnya hubungan antara persepsi dosen, kemanfaatan teknologi, dan keterampilan digital dalam proses akademik. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui survei daring dan wawancara mendalam terhadap dosen PTKI dari berbagai latar belakang keilmuan dan perguruan tinggi.

Suwendi menjelaskan, penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap kemudahan dan kemanfaatan teknologi berkorelasi signifikan dengan penerimaan teknologi. Namun demikian, keterampilan digital faktual dosen tidak selalu sejalan dengan keinginan untuk mengadopsi teknologi. Faktor afektif dan normatif turut berperan dalam proses tersebut.

“Kesadaran dosen terhadap pentingnya teknologi sudah semakin tinggi. Namun, kesadaran tersebut belum selalu berujung pada pemanfaatan teknologi secara optimal dalam Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Suwendi.

Menurutnya, salah satu persoalan penting yang ditemukan adalah keberagaman kemampuan digital di kalangan dosen. Sebagian dosen telah mengenal dan menggunakan perangkat kecerdasan artifisial (AI), tetapi pemanfaatannya belum sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan digitalisasi PTKI bukan sekadar persoalan technology acceptance, tetapi juga menyangkut kualitas kompetensi akademik dalam menggunakan teknologi.

Pada titik inilah, kata Suwendi, konsep Digital Scholarchy menjadi penting. Digital Scholarchy menempatkan kemampuan digital dosen dalam kerangka tradisi keilmuan: teknologi digunakan bukan sekadar karena tersedia atau mudah digunakan, melainkan karena mampu memperkuat proses berpikir, pembelajaran, produksi pengetahuan, dan praktik akademik secara bertanggung jawab.

“Digital Scholarchy memberi perspektif bahwa dosen tidak cukup menjadi pengguna teknologi. Dosen perlu menjadi akademisi yang mampu menilai, mengkritisi, mengintegrasikan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan pedagogis dan nilai-nilai keilmuan,” jelasnya.

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penerimaan teknologi di PTKI dipengaruhi oleh konstruksi nilai-nilai keilmuan Islam dan dukungan kolegial digital. Karena itu, pengembangan profesional dosen perlu diarahkan tidak hanya pada penguasaan perangkat, tetapi juga pada penguatan berpikir kritis, etika penggunaan AI, integritas akademik, serta kemampuan menghubungkan teknologi, pedagogi, dan substansi keilmuan.

Suwendi merekomendasikan pengembangan pelatihan digital dosen PTKI yang lebih terstruktur dan berbasis kebutuhan. Pelatihan perlu bergerak dari sekadar tool-based training menuju penguatan Digital Scholarchy, termasuk pengembangan komunitas praktik antar-dosen, berbagi praktik baik, serta pemberian ruang dan insentif bagi inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, transformasi digital PTKI dapat berkembang menjadi ekosistem akademik yang responsible, adaptive, and scholarly.

Penelitian tersebut mengintegrasikan tiga kerangka, yakni Technology Acceptance Model (TAM) 3, Digital Competence Framework for Educators (DigCompEdu), dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Kontribusi penelitian terletak pada integrasi lintas kerangka tersebut dan upaya membaca penerimaan teknologi dalam konteks nilai-nilai keilmuan Islam serta dukungan kolegial di lingkungan PTKI.

Suwendi menyebut penelitian ini masih memiliki keterbatasan pada cakupan geografis dan jumlah responden serta belum memasukkan variabel AI literacy. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan pendekatan longitudinal dan digital ethnography, melibatkan perspektif mahasiswa, serta mengembangkan pedoman etika penggunaan AI yang lebih kontekstual bagi pendidikan tinggi keagamaan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Kerja, Jepang Buka Peluang Studi Bagi Lulusan Indonesia

    Tak Hanya Kerja, Jepang Buka Peluang Studi Bagi Lulusan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 17
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Jepang menghadapi persoalan demografi yang berdampak pada ketersediaan tenaga kerja. Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan industri tetap berjalan sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Situasi ini menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, khususnya dari program studi teknik. Selain bekerja, mereka […]

  • Kunjungi UM Bandung, Siswa Darul Arqam Garut Bersiap Menatap Perguruan Tinggi

    Kunjungi UM Bandung, Siswa Darul Arqam Garut Bersiap Menatap Perguruan Tinggi

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Bagi siswa kelas 12, memasuki perguruan tinggi bukan lagi sekadar rencana yang masih jauh. Pilihan kampus, program studi, suasana perkuliahan, hingga peluang beasiswa mulai menjadi bagian dari pertimbangan untuk menentukan langkah setelah lulus. Kesempatan mengenal dunia kampus itu diperoleh ratusan siswa-siswi Madrasah Aliyah Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Jawa Barat, saat berkunjung ke […]

  • Saat AI Masuk Ruang Kuliah, FAI UM Bandung Ingatkan Soal Etika

    Saat AI Masuk Ruang Kuliah, FAI UM Bandung Ingatkan Soal Etika

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 28
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mendorong dosen dan mahasiswa memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Dekan FAI UM Bandung Cecep Taufikurrohman MA PhD mengatakan, perkembangan teknologi harus tetap diiringi adab dan etika dalam proses menuntut ilmu. “Sejatinya sebelum ilmu itu intinya adab […]

  • Expo CRM Jateng: LPCR PDM Banyumas Tunjukkan Ekonomi Warga Muhammadiyah

    Expo CRM Jateng: LPCR PDM Banyumas Tunjukkan Ekonomi Warga Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tarqum Aziz
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Jepara — Jika CRM adalah lomba tentang kekuatan organisasi, maka expo adalah panggung tentang kekuatan ekonomi. Dan di panggung itulah LPCR-PM PDM Banyumas memilih untuk bicara paling lantang. Pada tanggal 8-9 Agustus 2026 di halaman SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara stand LPCR-PM PDM Banyumas menjadi salah satu titik paling ramai di Expo Produk Unggulan Muhammadiyah […]

  • Berapa Biaya Sertifikasi Halal Gratis (SEHALAL) 2026? Ini Syarat Lengkap & Cara Daftarnya!

    Berapa Biaya Sertifikasi Halal Gratis (SEHALAL) 2026? Ini Syarat Lengkap & Cara Daftarnya!

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHALAL) 2026 yang diselenggarakan oleh BPJPH Kementerian Agama 100% GRATIS (Rp 0) bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) yang memenuhi kriteria Self-Declare. Seluruh pembiayaan pendaftaran, pendampingan, hingga penerbitan sertifikat ditanggung sepenuhnya oleh anggaran negara/sponsor resmi. Syarat utamanya antara lain memiliki NIB, produk berisiko rendah, serta tidak menggunakan bahan […]

  • Panduan Lolos Sanksi Produk Tidak Bersertifikat Halal dan Solusinya

    Panduan Lolos Sanksi Produk Tidak Bersertifikat Halal dan Solusinya

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku usaha yang nekat menjual barang tanpa label halal resmi kini terancam sanksi administratif hingga penarikan produk dari peredaran. Aturan tegas dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ini bertujuan melindungi konsumen sekaligus menciptakan persaingan usaha yang jujur. Selain itu, pencabutan izin edar juga bisa diberlakukan jika pelanggaran tersebut terus diulangi. Aturan jaminan produk […]

expand_less