Kamis, 8 Okt 2026

Agama di Era AI, Tantangannya Bukan Bertahan Tapi Harus Tetap Relevan

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID.COM, Bandung — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai agama tidak akan kehilangan relevansinya di tengah modernisasi dan sekularisasi.

Sebaliknya, agama tetap memiliki masa depan jika mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan nilai yang nyata dalam kehidupan masyarakat.

Hal itu disampaikan Haedar saat peluncuran buku yang berjudul “Muhammadiyah dan Masa Depan Agama” karya Dadang Kahmad yang diterbitkan Suara Muhammadiyah di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Senin (5/10/2026).

Haedar mengapresiasi buku tersebut sekaligus menyampaikan selamat atas milad ke-74 Dadang Kahmad.

Menurutnya, Dadang memiliki kapasitas kuat untuk membahas masa depan agama karena memiliki pengalaman sebagai sosiolog sekaligus akademisi yang lama mendalami kajian agama.

Menurut Haedar, perubahan zaman tidak serta-merta membuat agama ditinggalkan. Tantangannya justru terletak pada kemampuan umat beragama untuk menerjemahkan nilai agama agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat modern.

Untuk itu, Haedar mengajak umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, melakukan tiga langkah penting.

Pertama, menjadikan agama sebagai kanopi suci dalam kehidupan modern. Menurut Haedar, masyarakat modern menghadapi kehidupan yang semakin rasional dan sarat teknologi.

Kondisi tersebut membutuhkan nilai agama yang mampu memberikan arah sekaligus menjawab kegersangan spiritual.

Kedua, menghadirkan agama di tengah generasi muda. Haedar menilai masa depan agama sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi keagamaan memahami karakter dan kebutuhan generasi muda.

Ia mencontohkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjangkau generasi muda yang rasional karena menawarkan kepastian dalam penentuan waktu keagamaan.

Ketiga, menjadikan agama sebagai solusi atas persoalan masyarakat. Agama, kata Haedar, tidak boleh hanya berhenti pada ajaran normatif, tetapi harus mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan baru, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

“AI begitu digdaya. Bisa tidak agama seperti itu? Jangan sampai manusia menjadi rendah diri di hadapan teknologi yang sebenarnya diciptakan manusia,” kata Haedar.

Menurutnya, agama harus hadir untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Karena itu, warga Muhammadiyah perlu terus memperluas wawasan dan tidak berhenti pada pemahaman agama secara normatif.

Haedar juga mendorong Muhammadiyah memperbanyak kajian tentang masa depan. Menurutnya, kemampuan membaca perubahan diperlukan agar organisasi dapat menyiapkan respons sebelum berbagai tantangan tersebut menjadi persoalan yang lebih besar.

Di sisi lain, Haedar mengingatkan bahwa keberagamaan pada akhirnya harus tercermin dalam perilaku sosial. Nilai agama akan kehilangan makna jika ucapan tokoh dan umat beragama tidak sejalan dengan tindakan.

“Kalau tokoh dan umat beragama kurang baik, dibungkus apa pun, ya kelihatan tidak baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Ahmad Dahlan menilai buku Muhammadiyah dan Masa Depan Agama dapat menjadi bahan refleksi bagi Muhammadiyah dalam membaca tantangan masa depan.

Menurutnya, gagasan Dadang Kahmad memberikan inspirasi bagi Muhammadiyah Jawa Barat untuk terus memperkuat gerakan sekaligus menyiapkan langkah strategis menghadapi perubahan.

“Buku ini mengilhami dan menginspirasi kami di Muhammadiyah Jawa Barat. Sekaligus menjadi warning bagi kita semua,” ujar Ahmad Dahlan.

Ia menilai gagasan tersebut sejalan dengan visi Muhammadiyah Jawa Barat untuk terus berkemajuan sekaligus memiliki arah yang jelas dalam menghadapi masa depan.

Oleh karena itu, PWM Jawa Barat berkomitmen terus mendorong langkah-langkah strategis agar Muhammadiyah tetap relevan dengan perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai tantangan baru.

Ahmad Dahlan menegaskan Muhammadiyah tidak cukup hanya mempertahankan apa yang telah berjalan.

Muhammadiyah harus mampu membaca perubahan, merumuskan respons, dan menghadirkan gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad beserta keluarga, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin. Hadir pula Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan beserta jajaran pleno PWM Jawa Barat, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung, serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ujung Berung Tatang Zakaria.

Dari unsur organisasi dan lembaga keagamaan, hadir Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan dan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Muchlas Rowi. Dari kalangan perguruan tinggi, hadir Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro, Rektor UAD Muchlas, Rektor UMC Arif Nurudin, dan Rektor UMMI Reny Sukmawani.

Turut hadir Ketua Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung Mahmud, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosihon Anwar, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ahmad Sarbini, serta Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wahyudin Darmalaksana.

Hadir pula para pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah Jawa Barat serta pimpinan majelis dan lembaga PWM Jawa Barat.***(FA)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJPH Apresiasi Dedikasi dan Dorong Peningkatan Kinerja untuk Perkuat Layanan Halal

    BPJPH Apresiasi Dedikasi dan Dorong Peningkatan Kinerja untuk Perkuat Layanan Halal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal, melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (PJPH) Provinsi Lampung. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BPJPH memastikan penyelenggaraan layanan Jaminan Produk Halal (JPH) di daerah berjalan optimal sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Balai […]

  • Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Perkembangan ruang digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, membangun diskursus publik, dan merespons berbagai persoalan sosial. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan ketika partisipasi publik lebih banyak dipengaruhi tren dan Fear of Missing Out (FOMO) daripada pemahaman yang mendalam. Direktur Democracy and Electoral Integrity Program (DEEP) Indonesia […]

  • Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung Resmi Jabat Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    GRNHALAL.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung. Ketua Komite MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Mas’an Hardana, M.M.Pd, resmi terpilih sebagai Sekretaris Forum Komite Madrasah Provinsi Jawa Barat pada kegiatan pembentukan kepengurusan forum yang diselenggarakan di Sabda Alam Cipanas, Kabupaten Garut pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan […]

  • Asyik! BPJPH Terima Hibah Tanah untuk Pembangunan Kantor UPT Layanan JPH Sumatera Barat

    Asyik! BPJPH Terima Hibah Tanah untuk Pembangunan Kantor UPT Layanan JPH Sumatera Barat

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)menerima hibah tanah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk pembangunan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Jaminan Produk Halal (JPH) di Kota Padang, Sumatera Barat. Penyerahan hibah tersebut menjadi salah satu wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat penyelenggaraan JPH sekaligus meningkatkan akses layanan sertifikasi halal bagi masyarakat […]

  • Kepsek dan Kamad Muhammadiyah Banyumas Ikrar Wujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan

    Kepsek dan Kamad Muhammadiyah Banyumas Ikrar Wujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Di bawah rindangnya Baturraden, api semangat itu dinyalakan kembali.   Selama dua hari, 28–29 Juli 2026, para nahkoda pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Banyumas duduk satu barisan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas melalui Majelis Dikdasmen & PNF menggelar Rapat Koordinasi Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah Muhammadiyah.   Ini bukan sekadar rakor. Ini ikrar. Ikrar untuk bergerak, […]

  • Perbedaan Sertifikat Halal Self-Declare dan Jalur Reguler, Pilih Yang Mana? (Panduan UMKM)

    Perbedaan Sertifikat Halal Self-Declare dan Jalur Reguler, Pilih Yang Mana? (Panduan UMKM)

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Perbedaan utama antara sertifikat halal Self-Declare dan Jalur Reguler terletak pada skala usaha, tingkat risiko bahan, serta biaya. Jalur Self-Declare dikhususkan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan produk berisiko rendah (low risk), bahan sederhana berlabel halal, serta biaya gratis (Rp 0) melalui pendampingan Pendamping PPH. Sementara itu, Jalur Reguler diperuntukkan bagi usaha […]

expand_less