Kamis, 8 Okt 2026

Expo KKN UM Bandung Buktikan Ilmu Mahasiswa Bisa Diubah Menjadi Aksi Sosial

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ayi Yunus Rusyana menegaskan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak boleh berhenti sebagai program rutin tahunan.

Menurut Ayi, KKN harus menjadi sarana mahasiswa mengimplementasikan ilmu dan menghadirkan perubahan nyata di masyarakat.

“Jangan sampai ada kesan masyarakat bahwa mahasiswa dan sivitas kampus itu hanya bisa kuliah, bergelut dengan ilmu, dan diam di gedung kampus. KKN yang sudah Anda lakukan itu bagian dari implementasi ilmu di masyarakat,” ujar Ayi, saat membuka Expo KKN UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Senin (28/09/2026).

Menurutnya, KKN memiliki landasan ideologis yang kuat bagi perguruan tinggi Muhammadiyah melalui teologi Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan.

Nilai tersebut tidak cukup dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membantu masyarakat. Ayi mengingatkan kembali kisah KH Ahmad Dahlan yang mengajarkan Surah Al-Ma’un kepada para santrinya berulang kali.

Para santri awalnya hanya memahami ayat tersebut sebagai bacaan, tetapi belum mengamalkannya dalam kehidupan. Oleh karena itu, Ahmad Dahlan berkata bahwa kalau sudah paham arti surah tersebut, maka carilah orang sakit, miskin, dan keluarkan mereka dari kondisi tersebut.

Oleh karena itu, ia menilai KKN menjadi salah satu cara mahasiswa menerjemahkan nilai Al-Ma’un dalam kehidupan sosial. Program yang dilakukan harus memberikan perubahan dan dapat dilanjutkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

“Bukan program rutin tahunan. Di dalamnya ada gagasan ideologis Muhammadiyah dalam kegiatan ini,” tegasnya. Ayi juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa UM Bandung dalam verifikasi faktual Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Barat. Menurut Ayi, persoalan ATS menjadi pekerjaan bersama karena berkaitan dengan kualitas generasi muda di tengah bonus demografi Indonesia.

“Indonesia punya bonus demografi. Namun, sekitar 29 persen dari jumlah yang seharusnya sekolah malah tidak sekolah. Meskipun yang sekolah pun masih belum tentu otomatis sukses. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi sinergi UM Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pendataan ATS dan mendorong agar kolaborasi tersebut terus dikembangkan, termasuk bersama pihak swasta dan mitra lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN UM Bandung 2026 Alghif Aruni Nur Rukman mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini berlangsung di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Menurut Alghif, Expo KKN UM Bandung 2026 menjadi ruang untuk menampilkan inovasi dan hasil kerja mahasiswa selama berada di masyarakat. Setiap wilayah memiliki persoalan dan potensi berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai.

“Kami berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti saat mahasiswa kembali ke kampus. Masyarakat membutuhkan program yang berkelanjutan. Salah satu indikator keberhasilan KKN bukan soal berapa banyak programnya, tetapi seberapa kuat dampak dari program tersebut setelah mahasiswa kembali ke kampus,” ujarnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung Ijang Faisal menambahkan, Expo KKN menjadi ruang untuk melihat penerapan ilmu mahasiswa di tengah masyarakat.

Ia menyebut sekitar 1.200 mahasiswa diterjunkan ke masyarakat dengan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan. Mahasiswa juga terlibat dalam verifikasi faktual data ATS sebagai bagian dari sinergi UM Bandung dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ijang berharap pengalaman dan inovasi mahasiswa selama KKN dapat dikembangkan menjadi penelitian maupun program pengabdian berikutnya. “Mahasiswa datang ke masyarakat membawa ilmu, tetapi pada saat yang sama mereka pulang membawa ilmu baru dari masyarakat,” ujarnya.

Seperti tahun sebelumnya, lantai tiga gedung UM Bandung kembali dipenuhi stand kelompok KKN. Setiap kelompok menampilkan berbagai alat peraga, produk, dan inovasi yang dikembangkan selama menjalankan program KKN di desa masing-masing.

Expo KKN UM Bandung juga menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran program KKN, booth kreatif dan produk unggulan, talkshow inspiratif, hingga penampilan mahasiswa dan hiburan.

Sejumlah penampilan yang turut memeriahkan acara di antaranya Band Glacier Team, Sela Lazma & Nazwa Aziz, Seni Nur Sa’idiyah, dan Vocal Grup PSM UM Bandung, serta kehadiran bintang tamu Uchi Qolby dan Boni Anggara.***(FA/FK)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Cek Nomor Sertifikat Halal BPJPH dan Tips Hindari Produk Palsu

    Cara Cek Nomor Sertifikat Halal BPJPH dan Tips Hindari Produk Palsu

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Masyarakat kini bisa dengan mudah memastikan status kehalalan suatu produk secara mandiri melalui internet. Anda hanya perlu mengakses situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau memanfaatkan aplikasi pesan instan WhatsApp resmi mereka. Cukup masukkan nomor registrasi atau nama produk pada kolom pencarian yang tersedia, lalu informasi detail mengenai sertifikat tersebut akan langsung […]

  • Pesonamu 2026 Jadi Titik Awal Mahasiswa UM Bandung Mengukir Sejarah Gemilang

    Pesonamu 2026 Jadi Titik Awal Mahasiswa UM Bandung Mengukir Sejarah Gemilang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 38
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Langkah baru dimulai. Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi dikukuhkan dalam sidang senat terbuka sebagai bagian dari rangkaian Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (Pesonamu) 2026. Pengukuhan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (23/09/2026). Momen ini menjadi penanda bahwa para mahasiswa […]

  • Kolaborasi UM Bandung dan Rumah Zakat, Tingkatkan Literasi Lingkungan Masyarakat Cihampelas Melalui Pelatihan Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme

    Kolaborasi UM Bandung dan Rumah Zakat, Tingkatkan Literasi Lingkungan Masyarakat Cihampelas Melalui Pelatihan Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID – Tim dosen dan mahasiswa Prodi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Training for Trainer (TfT) Ecoliteracy dan Pembuatan Ecoenzyme” di Saung Edukasi Desa Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (25/07/2026).   Kegiatan ini merupakan program kolaborasi antara Rumah Zakat bersama Universitas Muhammadiyah Bandung yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi […]

  • Pilih Jalur Mandiri atau Reguler? Panduan Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM Ini Bantu…

    Pilih Jalur Mandiri atau Reguler? Panduan Cara Membuat Sertifikat Halal UMKM Ini Bantu…

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Pelaku UMKM kini bisa mendaftarkan produknya secara mandiri melalui platform online resmi milik Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Proses ini terbagi menjadi dua jalur utama, yaitu jalur mandiri gratis bagi usaha mikro dan kecil dengan kriteria tertentu, serta jalur reguler berbayar. Pastikan Anda telah menyiapkan data usaha, NIB, serta daftar bahan baku […]

  • Guru Besar UIN Jakarta: Saatnya Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

    Guru Besar UIN Jakarta: Saatnya Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID —  Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., mengatakan rekognisi negara terhadap pesantren perlu diikuti dengan afirmasi kebijakan dan anggaran. Menurutnya, pengakuan terhadap pesantren tidak cukup berhenti pada aspek regulasi, tetapi perlu diwujudkan dalam dukungan yang memungkinkan pesantren terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kontribusinya bagi masyarakat. Hal itu disampaikan […]

  • Jangan Tunggu Tua, Mahasiswa Perlu Mulai Menyiapkan Masa Depan Finansial

    Jangan Tunggu Tua, Mahasiswa Perlu Mulai Menyiapkan Masa Depan Finansial

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 42
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung — Masa kuliah sering kali identik dengan tugas, organisasi, nongkrong, dan mulai mencari pengalaman kerja. Namun, ada satu hal yang tak kalah penting untuk dipikirkan sejak sekarang: bagaimana kondisi finansial di masa depan? Bagi Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ayi Yunus Rusyana, menyiapkan masa depan tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi […]

expand_less