Kamis, 8 Okt 2026

Tak Cukup Jadi Penonton, Gen Z Harus Pegang Kendali Narasi di Era Algoritma

  • account_circle Feri Anugrah
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GENHALAL.ID, Bandung — Perkembangan ruang digital dan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan pendapat, membangun diskursus publik, dan merespons berbagai persoalan sosial.

Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan ketika partisipasi publik lebih banyak dipengaruhi tren dan Fear of Missing Out (FOMO) daripada pemahaman yang mendalam.

Direktur Democracy and Electoral Integrity Program (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati mengatakan generasi muda, khususnya mahasiswa dan Gen Z, perlu mengambil peran sebagai pembentuk narasi di ruang digital, bukan sekadar mengikuti arus algoritma.

“Di tengah tantangan hari ini, kita hanya punya dua pilihan, apakah manusia dikendalikan oleh algoritma atau algoritma yang dikendalikan oleh manusia? Nah, narasi itu sebetulnya ada di tangan anak-anak Gen Z,” ujar Neni saat mengisi kegiatan Pesonamu UM Bandung 2026.

Menurut Neni, kemampuan membangun narasi di ruang digital harus ditopang literasi yang kuat. Generasi muda tidak cukup hanya cepat menerima dan membagikan informasi.

Namun, perlu membiasakan diri membaca secara mendalam, memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan fakta, opini, dan informasi yang menyesatkan.

Tantangan tersebut semakin kompleks seiring perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), termasuk teknologi deepfake.

Kemudahan memproduksi dan menyebarkan informasi secara instan dapat meningkatkan risiko disinformasi apabila tidak diimbangi kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan melakukan verifikasi.

“Kemudahan memperoleh dan memproduksi informasi secara instan dapat membuat masyarakat semakin rentan terhadap disinformasi apabila tidak dibarengi kemampuan berpikir kritis dan verifikasi informasi,” tegas Neni.

Meski demikian, Neni menilai tingginya aktivitas Gen Z di media sosial juga memiliki potensi positif.

Ruang digital dapat menjadi sarana untuk mendorong perubahan sosial, mengangkat persoalan publik, sekaligus meningkatkan perhatian institusi terhadap isu yang berkembang di masyarakat.

Fenomena intermedia agenda setting menjadi salah satu gambaran bagaimana isu yang muncul di media sosial dapat memperoleh perhatian lebih luas dan mendorong institusi terkait memberikan respons.

Penggunaan tagar seperti “no viral, no justice” menunjukkan besarnya pengaruh ruang digital dalam membentuk perhatian publik terhadap suatu persoalan.

Namun, Neni mengingatkan agar kekuatan tersebut tidak berhenti pada pencapaian viralitas.

Kritik di media sosial perlu diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif dan mendorong penyelesaian persoalan berdasarkan informasi yang benar serta pemahaman yang memadai.

Oleh karena itu, Neni mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik.

Keberanian bersuara, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan literasi, etika, moralitas, dan pemahaman terhadap persoalan yang dibicarakan.

Neni juga menekankan bahwa kebebasan berpendapat di ruang digital tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab.

Demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan keberanian menyampaikan gagasan. Namun, budaya percakapan yang menghargai perbedaan dan menjaga keadaban.

“Proses diskursus publik untuk demokrasi yang sehat itu tercipta ketika iklim percakapan di media sosial betul-betul beretika dan beradab. Online itu seharusnya menjadi kepanjangan yang lurus dari etika kita di kehidupan nyata,” jelasnya.

Ia berharap perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Bandung, terus menjadi ruang pendidikan yang membangun kompas moral generasi muda.

Kampus tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan akademik. Namun, perlu menyediakan ruang diskusi yang sehat untuk menguji informasi, membedah persoalan publik, dan melatih mahasiswa menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Menurut Neni, kemampuan tersebut semakin penting karena lingkungan digital bergerak sangat cepat.

Mahasiswa perlu membangun kebiasaan untuk tidak langsung mempercayai informasi yang muncul di lini masa.

Namun, memeriksa sumber dan konteks sebelum mengambil kesimpulan maupun menyebarkannya kepada publik.

“Saya percaya iklim dan organisasi di perguruan tinggi mampu menghadirkan inovasi serta kreativitas dengan tetap mengedepankan etika, moralitas, dan keadaban demi membangun peradaban bangsa yang lebih baik,” pungkas Neni.***(Hikma/Althof/Fauzan)

  • Penulis: Feri Anugrah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Era AI Menuntut Sarjana Terus Belajar, Dadang Kahmad Ingatkan Lulusan UM Bandung

    Era AI Menuntut Sarjana Terus Belajar, Dadang Kahmad Ingatkan Lulusan UM Bandung

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Gelar sarjana tidak lagi cukup menjadi modal untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital, lulusan perguruan tinggi dituntut terus belajar, beradaptasi, dan mampu membuktikan kompetensinya melalui karya nyata. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas […]

  • Wakil Ketua PWM Jabar Jelaskan Makna Intelektual, Saintis, dan Cendekiawan

    Wakil Ketua PWM Jabar Jelaskan Makna Intelektual, Saintis, dan Cendekiawan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 847
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Yadi Janwari mendorong lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi cendekiawan yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan Yadi saat memberikan sambutan pada Wisuda Ke-9 UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Sabtu (12/09/2026). Ia mengingatkan agar pencapaian akademik tidak berhenti pada […]

  • Saatnya Optimalisasi Data Sinta untuk Tingkatkan Kinerja Riset dan Pemeringkatan Institusi

    Saatnya Optimalisasi Data Sinta untuk Tingkatkan Kinerja Riset dan Pemeringkatan Institusi

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus melangkah mantap dalam memperkuat ekosistem riset, publikasi, dan reputasi kelembagaan. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Meetinar bertajuk “Optimalisasi Data SINTA: Pengukuran Kinerja Riset & Publikasi Dosen dan Institusi” yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026 melalui Google Meet UIN Madura. Kegiatan […]

  • Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat

    Jamhari Makruf Ajak Sarjana UM Bandung Bergerak, Bekerja, dan Menebar Manfaat

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 38
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID, Bandung – Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jamhari Makruf mendorong para sarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk tidak berhenti belajar dan berani menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurut Jamhari, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan perlu terus membaca, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan […]

  • Belajar Hidup Bersih dan Cerdas Digital, Anak SD Bulukerto Diajak Belajar Sambil Bermain

    Belajar Hidup Bersih dan Cerdas Digital, Anak SD Bulukerto Diajak Belajar Sambil Bermain

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Feri Anugrah
    • visibility 36
    • 0Komentar

    GENHALAL.COM, Batu — Siapa bilang belajar hidup sehat harus selalu serius? Di SDN Bulukerto 02, Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, mahasiswa Kelompok 2 KKN MAS justru mengajak anak-anak belajar sambil bergerak, bermain, dan berinteraksi. Ada dua program yang mereka bawa, yakni BeeClean dan Cerdas Digital. Keduanya punya fokus berbeda, tetapi sama-sama ingin […]

  • Merdeka Jiwa Raga

    Merdeka Jiwa Raga

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Lilis Sulastri, Guru Besar Ilmu Manajemen UIN Sunan Gunung Djati Bandung
    • visibility 100
    • 0Komentar

    GENHALAL.ID — Setiap kali bulan Agustus menyapa, ruang publik kita dipenuhi gempuran ornamen merah putih, umbul-umbul yang meliuk di sepanjang jalan, lagu-lagu perjuangan yang diputar berulang, hingga tradisi lomba ketangkasan fisik yang diwariskan turun-temurun. Namun, di balik semarak seremonial yang meriah itu, sebuah pertanyaan fundamental merayap pelan di benak generasi muda hari ini: Apakah bangsa yang telah […]

expand_less